Tuesday, June 11, 2013

Proses-Proses Perubahan Sosial

Proses-Proses Perubahan Sosial 
Perubahan Stratifikasi dan Struktur Sosial 
Perubahan sosial di masyarakat pedesaan Jawa sebagai akibat kebijakan dari suatu pembangunan pertanian yang diambil alih oleh pemerintah. Perubahan yang dapat terlihat misalnya mengungkap fenomena perubahan politik, sosial dan ekonomi melintasi tiga zaman, yaitu penjajahan Belanda, Jepang hingga masa pemerintahan orde lama dan orde baru. Terjadinya perubahan di tingkat komunitas pedesaan Jawa sebagai akibat masuknya teknologi melalui era imperialisme gula dan berlanjut hingga revolusi hijau. 

Masyarakat jawa yang semula berada pada masa pertanian subsisten kemudian dipaksa untuk berubah menuju pertanian komersialis. Perubahan komoditas yang diusahakan menjadi salah satu indicator , imperialisme gula telah merubah komoditas padi menjadi tebu yang tentu berbeda dalam proses pengusahaannya. 

Kebijakan pemerintah yang mengacu pada model modernisasi selalu menekankan pada pembangunan ekonomi yang merubah moda produksi dari pertanian menuju industri. Pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kapitalisme membawa dampak pada kehidupan di tingkat komunitas. 

Perspektif Perubahan Sosial 
Pengelompokkan teori perubahan sosial telah dilakukan oleh Strasser dan Randall. Perubahan Sosial dapat dilihat dari beberapa teori, yaitu teori kemunculan dictator dan demokrasi, teori perilaku kolektif, teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial. 

Penjelasan Tentang Perubahan Berdasarkan Teori 
Teori Kemunculan Diktator dan Demokrasi 
Barrington Moore, teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang sejarah pada beberapa Negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agrarian menuju basis ekonomi industri. 

Teori Perilaku Kolektif 
Teori ini dilandaskan atas pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahannya daripada sumber perubahan sosial. Menjelaskan tentang kemunculan aksi sosial, aksi sosial merupakan sebuah gejala aksi bersama yang ditujukan untuk merubah norma dan nilai dalam jangka waktu yang panjang. Teori ini melihat keteganagn sebagai variable antara yang menghubungkan antara hubungan antar individu seperti peran dan struktur organisasi dengan perubahan sosial. 

Teori Inkonsistensi Status 
Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. Pada teori ini, individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status individu dan group dengan aktivitas atau sikap yang didasrkan pada perubahan. 

Analisis Organisasi sebagai Subsistem Sosial 
Alas an kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut kompleks dipandang sebagai hasil transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. Pada sisi lain, organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi. 

Teori Barrington Moore 
Menjelaskan pentingnya factor structural dibalik sejarah perubahan yang terjadi pada Negara-negara maju. Negara-negara maju merupakan Negara yang telah berhasil melakukan transformasi dari Negara berbasis pertanian menuju Negara industri modern. Secara garis besar proses transformasi pada Negara-negara maju ini melalui tiga pola, yaitu: Demokrasi, Fasisme, dan Komunisme. 

Perubahan Sosial dan Struktur Sosial 
  • Kornblum (1988) menyatakan struktur merupakan pola perilaku berulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat. 
  • Konsep dasar dalam pembahasan struktur adalah adanya perilaku individu atau kelompok. Perilaku sendiri merupakan hasil interaksi individu dengan lingkungannya yang didalamnya terdapat proses komunikasi ide dan negosiasi. 
  • Pembahasan struktur sosial à Ralph Linton à dikenal adanya dua konsep yaitu status dan peran. Status à merupakan suatu kumpulan hak dan kewajiban. Peran à aspek dinamis dari sebuah status. 
  • Menurut Ralph Linton à seseorang menjalankan peran ketika ia menjalankan hak dan kewajiban yang merupakan statusnya. Ada pembagian status yaitu, status yang diperoleh (ascribed status) dan status yang diraih (achieved status) 
  • Status yang diperoleh adalah status yang diberikan kepada individu tanpa memandang kemampuan atau perbedaan antar individu yang dibawa sejak lahir. 
  • Sedangkan Status yang diraih adalah status yang memerlukan kualitas tertentu. Status seperti ini tidak diberikan kepada individu sejak ia lahir, melainkan harus diraih melalui persaingan atau usaha pribadi. 
  • Menurut Max Weber (1970) terdapat tiga dimensi dimana suatu masyarakat terbagi dalam suatu susunan atau stratifikasi, yaitu kelas, status dan kekuasaan. 
  • Kelas merupakan sekelompok orang yang menempati kedudukan yang sama dalam proses produksi, distribusi maupun perdagangan. 
  • Status menurut Weber lebih ditekankan pada gaya hidup atau pola konsumsi, namun demikian status juga dipengaruhi oleh banyak factor, seperti ras, usia, dan agama. 
  • Perubahan tatanan masyarakat dari yang semula tradisional agraris bercirikan feodal menuju masyarakat industri modern memungkinkan timbulnya kelas-kelas baru. Kelas merupakan perwujudan sekelompok individu dengan persamaan status. Status pada masyarakat tradisional seringkali hanya berupa ascribed status seperti gelar kebangsawanan atau penguasaan atas tanah secara turun temurun. Seiring dengan lahirnya industri modern, pembagian kerja dan organisasi modern turut menyumbangkan adanya achieved status, seperti pekerjaan, pendapatan hingga pendidikan. 

Perubahan Sosial Akibat Pembangunan Industri 
  • Titik berat pembangunan nasional Indonesia menekankan pada sektor industri, dengan harapan sektor ini dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan industri, selain menaikkan nilai ekonomi suatu komoditi, juga dapat membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat, yaitu memberikan alternatif lapangan kerja baru. 
  • Pada awalnya suatu industri ditempatkan di luar kota serta dekat kepada sumber tenaga dan bahan mentah, akan tetapi pada perkembangan selanjutnya pendirian industri tidak lagi harus dekat dengan sumber bahan mentah. 
  • Lokasi pabrik atau industri dapat dijumpai di tiga daerah, yaitu: (1) di daerah-daerah pada tepian kota, (2) di dekat daerah-daerah perdagangan, (3) di sepanjang jalan dengan lalu lintas untuk angkutan berat. 
  • Munculnya industri-industri baru dalam suatu wilayah akan memberikan pengaruh besar terhadap jumlah tenaga kerja. Schneider berpendapat salah satu akibat yang terpenting dari timbulnya industrialisme adalah terbentuknya komunitas-komunitas baru, atau perubahan serta pertumbuhan yang cepat dan komunitas yang sudah ada. 
  • Peningkatan jumlah kerja dan pertumbuhan komunitas di sektor industri yang cepat disebabkan oleh masuknya para pekerja pendatang dalam jumlah yang banyak dan menetap di daerah tersebut. 
  • Pertumbuhan komunitas ini dikarenakan industri membutuhkan tenaga kerja yang dapat diandalkan dan dapat masuk kerja setiap hari dan pada waktu yang tepat, sehingga para pekerja pendatang memilih bermukim di sekitar industri. 
  • Masyarakat pinggiran kota mempunyai ciri-ciri yang tidak jauh berbeda dengan masyarakat desa (Cholil Mansyur) di antaranya: hubungan persaudaraan erat, saling mengenal satu sama lain, hidupnya sederhana, mereka sangat menjaga tingkah laku sehari-hari dan mempunyai rasa hormat-menghormati terhadap masyarakat lain. 
  • Ciri yang membedakan masyarakat pinggiran kota dari masyarakat desa antara lain: yang paling menonjol dari masyarakat pinggiran adalah kehidupannya cepat berubah dan mudah terpengaruh, karena lokasinya yang berada di dekat kota, sehingga arus informasi dan pengaruh-pengaruh dari kota cepat sampai kepada masyarakat pinggiran.

Ditulis Oleh : Efendi Pakpahan // 5:03 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment