Saturday, February 24, 2018

4 Jenis Energi dan Contohnya

1. ENERGI LISTRIK 
Lampu senter yang kita gunakan dapat menyala karena ada energi listrik yang mengalir pada lampu. Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik yang bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan arus listrik. Energi listrik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sebagai penerangan. Energi listrik juga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin. Energi listrik yang biasa kita gunakan dalam rumah tangga berasal dari pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut menggunakan berbagai sumber energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari. Energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber energi listrik yang lebih kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

Contoh energi listrik

Baterai Jam










Lampu











Kipas Angin












2. ENERGI BUNYI
Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Ketika kita mendengar bunyi guntur yang sangat keras, terkadang kaca jendela rumah kita akan ikut bergetar. Hal ini disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi merambatkan energinya melalui udara. Sebenarnya ketika terjadi guntur, energi yang dimiliki guntur tidak hanya mengenai kaca rumah tetapi mengenai seluruh bagian rumah. Akan tetapi, energi yang dimiliki Guntur tidak cukup besar untuk menggetarkan bagian rumah yang lainnya.

Contoh energi bunyi

Lonceng 









Radio











Terompet












3. ENERGI KALOR (PANAS)
Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan wujud zat. Energi kalor biasanya merupakan hasil sampingan dari perubahan bentuk energi lainnya. Energi kalor dapat diperoleh dari energi kimia, misalnya pembakaran bahan bakar. Energi kalor juga dapat dihasilkan dari energi kinetik benda-benda yang bergesekan. Sebagai contoh, ketika kamu menggosok-gosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasakan panas pada telapak tanganmu.


Contoh energi panas

Api unggun 









Matahari








Gunung Berapi


4. ENERGI KIMIA
Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi kimia adalah bahan makanan yang kita makan. Bahan makanan yang kita makan mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia. Energi kimia yang dilepaskan berguna bagi tubuh kita untuk membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu tubuh, dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api. Energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar jenis ini sangat besar sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat terbang, dan kereta api.

Contoh energi kimia

Kembang api 

Aki

Kue berbahan kimia

Wednesday, January 31, 2018

Surat Perjanjian Menyewa Mobil Rental


Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :
No. KTP :
Alamat :
Pekerjaan :
No. SIM :
Selanjutnya disebut Pihak Ke-I
Nama :
No. KTP :
Alamat :
Pekerjaan : Wiraswasta
Selanjutnya disebut Pihak Ke-II

Dengan ini menyatakan :
  1. Pihak Ke-I memakai dan menyewa mobil TOYOTA ......BK xxxx XX Tahun 2017 milik Pihak Ke-II setiap hari Senin s/d hari Jum’at pada jam 08.00 Wib s/d 22.00 Wib.
  2. Pihak Ke-I setelah memakai mobil dari jam 08.00 Wib s/d jam 23.00 Wib, Pihak Ke-I diwajibkan mengembalikan mobil milik Pihak Ke-II selambat-lambatnya jam 22.30 Wib.
  3. Pihak Ke-I membayar sewa mobil mobil TOYOTA ......BK xxxx XX kepada Pihak Ke-II dengan pembayaran tunai yang diberikan kepada Pihak Ke-II sebesar Rp.200.000,- per hari.
  4. Pihak Ke-I diwajibkan untuk mengisi bahan bakar minyak mobil sesuai dengan kondisi semula dalam kondisi penuh yang telah diisi oleh Pihak Ke-II.
  5. Pihak Ke-I berkewajiban menjaga kondisi mobil TOYOTA ......BK xxxx XX milik Pihak Ke-II sebagaimana kondisi semula.
DemikianlahSurat Perjanjian ini diperbuat dengan sesungguhnya tanpa adanya unsur paksaan dari Pihak manapun juga.

Medan, .........................20..... 
Pihak Ke-I




________________
Pihak Ke-II




_____________________

Saksi-Saksi


1. _____________________
    


2. _____________________

Terima kasih telah membaca contoh Surat Perjanjian Menyewa Mobil Rental semoga bermanfaat. 

Berpikir Positif membuat hidup semakin mudah

Pikiran-pikiran yang positif akan membuat hidup Anda semakin mudah. Jika Anda selalu diselimuti pikiran-pikiran yang positif, maka jiwa Anda semakin tenang. Selain itu, Anda tidak lagi dikejar-kejar oleh apa yang tidak Anda suka dalam hidup, apa yang belum Anda capai dan berbagai pikiran negatif yang pada akhirnya membuyarkan fokus dan mimpi yang ingin Anda capai.

Daripada menyesali dan mengiba pada kemalangan nasib, Anda harus mulai membiasakan diri untuk selalu berpikir positif dan memotivasi diri Anda dengan empat cara yang mudah.

Setiap kali Anda mengawali hari, berdiri di depan cermin lalu ucapkan sugesti positif untuk diri Anda sendiri. Misalnya:
-          Saya selalu sehat dan bugar
-          Saya adalah magnet uang
-          Saya punya banyak teman dan disukai mereka
-          Saya punya keluarga yang bahagia
-          Saya selalu diselimuti cinta
-          Saya percaya diri 
-          Saya selalu berada pada tempat dan situasi yang tepat

Anda bisa membuat sugesti yang Anda inginkan. Dengan memberi sugesti positif pada diri Anda sendiri, maka Anda akan terheran-heran dengan hasilnya.

Pada situasi tertentu membuat Anda mengeluh, maka buatlah kondisi tersebut sebagai sesuatu yang patut Anda syukuri. Misalnya saja Anda mendapat kiriman setumpuk surat tagihan rekening. Daripada mengeluh akan nilai tagihan tersebut, ganti keluhan Anda dengan kalimat ini misalnya :

Baiklah, saya punya tagihan listrik, di mana saya bisa menikmati kekuatan untuk menikmati acara di televisi, browsing internet, berjoget saat mendengarkan musik, memanggang makanan lezat dan sehat, dan lain sebagainya...

Visualisasi
Luangkan waktu Anda untuk memikirkan apa yang Anda inginkan. Bayangkan apa mimpi-mimpi Anda. Misalnya Anda ingin pergi ke Paris, maka bayangkan Anda sedang berada di bawah menara Eiffel. Rasakan seolah-olah cahaya matahari di Paris mengenai kulit Anda dan cium aroma yang berbeda dari tempat tinggal Anda. 

Membayangkan apa yang Anda inginkan dan seolah-olah telah memilikinya adalah sebuah ilmu dari law of attraction yang bisa menarik apa yang paling Anda inginkan. Hanya membayangkan seolah-olah Anda memiliki impian Anda, ini akan membuat tubuh lebih rileks dan bahagia.

Jangan biarkan waktu 24 jam sehari habis dengan pekerjaan, rutinitas dan segala sesuatu yang menyita pikiran Anda. Luangkan waktu untuk bersenang-senang, misalnya mendengarkan musik, membaca cerita lucu atau bermain games di komputer atau video games. Dengan kebiasaan positif ini, maka hari-hari yang membosankan menjadi lebih netral.

terimakasih telah membaca Berpikir Positif  membuat hidup semakin mudah, semoga bermanfat

Thursday, January 18, 2018

Pengertian Coping Stress

Coping stress berarti upaya yang dilakukan oleh individu untuk menghadapi sumber stres dan mengendalikan reaksi tersebut (Lahey, 2012). Coping juga dapat disebut sebagai proses mencoba untuk mengolah tuntutan yang dibuat oleh peristiwa stres yang dinilai melebihi sumber daya seseorang (Lazarus & Folkman dalam Sarafino, 2011). Upaya ini dapat berorientasi pada aksi dan interpsikis; mereka mencari untuk mengolah, menguasai, mentoleransi, mengurangi atau meminimalkan tuntutan lingkungan yang stres (Lazarus & Launier dalam Taylor & Annette, 2007). 

Coping dalam definisi ini menunjukkan bahwa cara mengatasi stres sangat bervariasi dan tidak selalu mengarah pada solusi dari masalah. Meskipun upaya coping dapat ditunjukkan untuk memperbaiki atau menguasai masalah, cara tersebut mungkin akan membantu orang mengubah persepsi ketidaksesuaian, mentolerir atau menerima bahaya dan ancaman, melarikan diri atau menghidari situasi (Lazarus & Folkman, 1984 dalam Sarafino, 2011). 

Coping dapat membantu dalam proses mengatasi stres. Cara mengatasi stres melalui kognitif dan transaksi perilaku dengan lingkungan (Sarafino, 2011). Sumber daya dalam mengatasi stres termasuk optimisme, rasa penguasaan, harga diri dan dukungan sosial. Sumber daya akan mempengaruhi proses coping yang dilakukan dan khususnya akan ditandai dengan pendekatan seperti mengambil tindakan langsung atau menghadapi respon emosional ke sumber stres (stressor) dan ditandai dengan penghindaran seperti penarikan atau penolakan. Upaya dalam melakukan coping mungkin akan adaptif atau maladaptif dan bentuk dari proses coping yang dilakukan akan mempengaruhi sukses atau tidaknya dalam menghadapi situasi tersebut (Taylor & Annete, 2007). 

Dalam penelitian ini, lanjut usia yang menjadi penyintas erupsi Gunung Sinabung merasakan stres yang ditunjukkan dengan beberapa gejala, tetapi lanjut usia mampu untuk bertahan selama bertahun-tahun dengan keadaan yang disebabkan oleh Gunung Sinabung. Lanjut usia memiliki beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut seperti mengayam, menari atau biasa disebut juga dengan landek, bekerja dan memasak. Peneliti juga melihat bahwa lanjut usia melakukan beberapa upaya untuk mengatasi stres seperti berkumpul dengan pengungsi lain, bercerita, memakan sirih dan menonton televisi. 

b. Coping With Stress 
Menurut Lahey, 2012 ada beberapa strategi coping yang dilakukan individu ketika menghadapi situasi stres sebagai berikut : 

a. Effective Coping 
Metode ini efektif untuk mengatasi baik menghapus stres atau mengontrol reaksi seseorang 

1. Removing Stress 
Salah satu cara efektif untuk menangani stres adalah menghapus sumber stres yang dirasakan atau menghilangkan sumber stres. Ketika individu menggunakan cara removing stress, maka diperlukan analisis yang mendalam mengenai apa yang menjadi sumber stress sesungguhnya. Apabila individu tidak melakukan analisis, maka pengambilan keputusan hanya menyelesaikan masalah terbesar saja dan akan menimbulkan masalah baru. 

2. Cognitive Coping 
Kognisi sangat erat kaitannya dengan reaksi seseorang terhadap peristiwa stres. Salah satu metode yang efektif untuk mengatasi stres adalah reappraisal atau melakukan penilaian kembali. Hal ini mengubah atau menafsirkan cara berfikir tentang peristiwa stres yang mendorong kehidupan seseorang atau dapat juga dikatakan dengan selalu berfikir positif. 

3. Managing stress reaction 
Ketika sumber stres tidak dapat dihapus atau diubah, pilihan lain yang efektif adalah mengelola psikologis atau reaksi psikologis terhadap stres. 

b. Ineffective Coping 
Banyak upaya individu untuk mengatasi stres tidak efektif, mungkin akan memberikan solusi sementara dari ketidaknyamanan yang dihasilkan oleh stres, tidak memberikan solusi jangka panjang dan bahkan dapat membuat masalah lebih buruk. Tiga yang umum tetapi tidak efektif, strategi untuk mengatasinya adalah sebagai berikut 

1. Withdrawal 
Ketika dihadapkan pada situasi stres sering sekali individu menghindari atau lari dari kenyataan atau menarik diri. Hal ini hanya akan menghilangkan stres dalam jangka pendek atau bersifat sementara. 

2. Aggression 
Ketika individu dihadapkan dengan situasi frustasi atau situasi stress maka cenderung melakukan tindakan agresif. Yang dimaksud dengan tindakan aggression adalah tindakan agresif yang merupakan reaksi terhadap situasi stres. 

3. Self medication 
Ketika individu dihadapkan dalam situasi stres dan merasakan coping stres tidak efektif, maka mereka berfokus kepada penggunaan tembakau, alkohol dan obat-obatan untuk meredam reaksi emosi terhadap situasi stres. Bagi sebagian orang mengkonsumsi alkohol dapat mengurangi kecemasan, namun sama sekali tidak menghilangkan penyebab dari stres atau bahkan sering sekali menciptakan masalah-masalah baru. 

4. Defence mechanism 
Coping stress defence mechanism diartikan sebagai ego pembentukan pertahanan seseorang terhadap situasi atau tekanan yang membuat individu merasa tidak nyaman. Ketika situasi yang membuat stres datang, maka secara lahiriah individu akan membuat suatu pertahanan agar kondisi dirinya tetap nyaman. Dalam hal ini penggunaan pertahanan lebih kepada yag bersifat negatif atau hanya bersifat sementara. 

Ada beberapa faktor sumber daya yang mempengaruhi coping stress, baik sumber daya dari dalam diri individu (internal) maupun sumber daya dari luar diri individu (eksternal ). Menurut Taylor (2014) beberapa faktor tersebut adalah: 

1. Sumber daya internal 
a. Personality (Kepribadian) 
Karateristik kepribadian yang dibawa oleh setiap orang akan mempengaruhi bagaimana cara atau upaya mereka dalam mengatasi situasi yang menekan atau peristiwa stres. Hal ini dapat berupa self esteem, self efficacy, optimism, self regulation dan psychological control 

2. Sumber daya eksternal 
a. Dukungan Sosial 
Dukungan sosial adalah dorongan materi atau sosial yang diterima oleh individu yang berasa dari orang lain. Dukungan dapat diberikan oleh kerabat seperti orangtua, pasangam atau teman. 

b. Materi 
Materi berupa uang, pekerjaan, rumah, transportasi yang dimiliki individu akan mempengaruhi coping stres yang dilakukan dalam menghadapi situasi stres. 

c. Tingkat Pendidikan 
Perkembangan kognitif sangat berhubungan dengan tingkat pendidikan. Apabila tingkat pendidikan seseorang tinggi maka perkembangan kognitifnya akan menjadi semakin baik. Hal ini akan mempengaruhi bagaimana cara dalam mengatasi situasi yang menekan. 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa coping stress merupakan upaya individu untuk mengolah sumberdaya yang dimiliki dengan tuntutan lingkungan agar dapat mengatasi situasi atau peristiwa yang menyebabkan stres atau tekanan baik fisik maupun psikologis. Coping yang dilakukan individu ketika menghadapi situasi stres dibagi menjadi dua yaitu : (1) effective coping merupakan suatu metode yang efektif untuk mengatasi, menghapus dan mengontrol sumber stres. Effective coping dibagi menjadi tiga yaitu : (a) removing stress merupakan cara individu mengatasi stres dengan menghapus sumber stres,(b) cognitive coping merupakan cara individu mengatasi stres dengan melakukan penilaian kembali, (c) managing stres reaction merupakan cara individu mengatasi stres dengan mengolah reaksi psikologis. (2) ineffective coping merupakan solusi sementara ketika individu mengatasi stres tidak efektif, ineffective coping tidak memberikan solusi jangka panjang atau bahkan membuat masalah menjadi lebih buruk. Ineffective coping dibagi menjadi empat cara yaitu:

(a) withdrawal merupakan cara individu menghilangkan stres dengan bersenang-senang, 
(b) aggression merupakan individu melakukan tindakan agresif ketika dihadapkan dengan situasi frustasi, 
(c) self medication merupakan indivdu lebih menggunakan tembakau, alkohol ketika menghadapi situasi stres, 
(d) defence mechanism merupakan individu membentuk pertahanan diri ketika dihadapkan dengan situasi stres. Adapun faktor yang mempengaruhi coping stress adalah sebagai berikut: (1) kepribadian, (2) dukungan sosial, (3) materi dan (4) tingkat pendidikan.

terimakasih telah membaca Pengertian Coping Stress semoga bermanfaat.

Pengertian Stres

Stres adalah respon individu terhadap situasi yang melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya dengan mengolah sumber dayanya yaitu biologis, psikologis dan sistem sosial.

Stres sudah menjadi bagian konsep teoritis yang sanget penting. Konsep stress telah diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan (Gifford, 1987). Stres dalam bentuk apapun adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap orang mengalami stres secara berbeda dan mungkin tidak menyadari dari mana asalnya atau bagaimana pengaruhnya terhadap diri atau kehidupan sehari-hari (Manktelow, 2007). 

Menurut Manktelow (2007) stres adalah kumpulan hasil respon, jalan, dan pengalaman yang berkaitan yang disebabkan oleh berbagai stressor atau keadaan yang menyebabkan stres. Stres dapat dianggap sebagai suatu peristiwa adanya keterbatasan dan melebihi kemampuan individu untuk mengatasi suatu masalah (Lazarus dalam Lahey 2012). Stres bergantung kepada kognisi yang berhubungan dengan orang lain dan lingkungannya (Lazarus dalam Pervin & Cervone, 2004). Stres dipandang sebagai hal yang terjadi ketika individu memandang situasi sebagai membebani atau melampaui sumber dayanya yang membahayakan kesejahtraan dan kebahagiaan (Pervin & Cervone, 2004). 

Menurut Santrock (2002) Stres (stress) ialah respon individu terhadap keadaan-keadaan dan peristiwa-peristiwa (disebut stressor) yang mengancam individu dan mengurangi kemampuan individu dalam mengatasi segala bentuk stressor. Menurut tokoh lain stres diartikan sebagai pengalaman negatif yang disertai dengan emosi, fisiologis, biokimia dan perilaku yang dapat diprediksi (Baum, 1999). 

Setiap kali kita dihadapkan dengan stres, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis, yang sangat jelas dari ini adalah “fight or flight” melawan atau menghidari terhadap situasi stres. Stres akut mengakibatkan individu merasa bahwa jantung akan berdetak lebih cepat dan tangan yang berkeringat. Hasil dari stres jangka panjang adalah perubahan kronis pada fisiologis (Gibbons & Tim, 1998). Stres terbentuk dari berbagai hal (Manktelow, 2007). Ada dua model dasar stres yang mendominasi. Salah satu menekankan respon fisiologis yang lain menekankan respon psikologis (Gifford, 1987). Stres yang mempengaruhi psikologis telah lama dipelajari oleh Lazarus (1966) yang menekankan peran penilaian kognitif, upaya individu untuk menilai situasi yang serius dan mengatasi stressor (Gifford. 1987). 

Kita dapat mendefinisikan stres sebagai keadaan dimana transaksi mengarahkan seseorang untuk memahami perbedaan antara tuntutan fisik situasi psikologi dan sumber dayanya yaitu biologis, psikologis dan sistem sosialnya. Stres bukan hanya sebuah stimulus atau respon melainkan sebuah proses ketika seseorang merupakan agen aktif yang dapat mempengaruhi dampak dari stressor melalui perilaku, kognitif maupun emosional (Lazarus dalam Sarafino, 2011). Kondisi stres memiliki dua komponen yaitu fisik yang melibatkan jasmaniah atau tantangan fisik dan psikologis yang melibatkan bagaimana individu memandang keadaan hidup mereka (Lovallo, dalam Sarafino, 2011).

terimakasih telah membaca Pengertian Stres semoga bermanfaat.