Friday, June 30, 2017

Tipe Budaya Organisasi

Cameron dan Quinn (dalam Kusdi, 2011:87) membagi budaya organisasi menjadi empat tipe budaya yaitu: 

1. Budaya Adhokrasi 
Adhokrasi adalah suatu budaya yang sangat dinamis, dijiwai semangat kewiraswastaan (entrepreneurship) dan kreativitas. Nilai yang diutamakan adalah inovasi dan keberanian mengambil risiko. Ikatan yang menyatukan organisasi adalah komitmen terhadap eksperimen dan inovasi. Tujuan jangka panjang organisasi adalah pertumbuhan dan meraih sumber daya baru. Sukses diukur dari penemuan produk atau jasa baru yang inovatif. 

2. Budaya Market 
Budaya pasar beroperasi dengan mekanisme ekonomi pasar, dengan melakukan transaksi-transaksi yang ditujukan untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Budaya ini berorientasi pada hasil atau (result oriented), dimana nilai-nilai yang dianggap penting adalah daya saing (competitiveness) dan produktifitas tujuan jangka panjang organisasi adalah melakukan aktifitas-aktifitas kompetitif dan mencapai sasaran target-target yang terukur. Sukses diukur dari pangsa pasar dan penguasaan pasar. 

3. Budaya Hierarki 
Merupakan suatu budaya yang sangat normal dan terstruktur dimana segala sesuatu yang dilakukan adalah berdasarkan prosedur-prosedur yang sudah ditentukan. Budaya ini melakukan kontrol internal terutama dengan peraturan, spesialisasi, fungi, dan sentralisasi keputusan. Nilai yang dianggap penting adalah efesiensi dan kelancaran jalannya organisasi. Kekuatan yang mengikat organisasi menjadi satu adalah aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan formal. Sukses diukur dari produk yang bisa diandalkan, kelancaran jadwal, dan penghematan biaya. 

4. Budaya Klan
Merupakan suatu budaya yang sangat menekankan keakraban dan ikatan emosi untuk saling berbagi, sehingga organisasi lebih seperti sebuah keluarga besar ketimbang entitas ekonomi. Budaya klan memiliki nilai yang diutamakan yaitu kerja tim atau (teamwork) partisipasi dan konsensus. Pemimpin organisasi diposisikan sebagai pembimbing (mentor) atau bahkan figur orangtua. Organisasi diikat oleh kekuatan loyalitas atau tradisi. Sukses di definisikan berdasarkan kepekaan terhadap konsumen dan perhatian terhadap aspek manusia.

Wednesday, March 22, 2017

Makalah Kinerja Komputer Generasi Ke 4

Pendahuluan : Evaluasi computer dari generasi ke generasi antara lain disebapkan adanya kemajuan dalam dunia teknologi pembuatan hardwere yang digunakan utuk membangan / membuat kompuer.Berdasarkan hardwere yang digunakan,computer dapat di kelompokkan menjadi genrasi I,II,III,IV.. masing masing memiliki ciri ciri tersendiri. Misalnya komputer generasi pertama ditandai dengan mengunakan vacuum tube, Computer generasi kedua di tandai dengan pengunaan  transistordan generasi berikutnya di tandai dengan pengunaan itegratet circuit (IC), selain itu tiap generasi mempunyai cara kerja yang berbeda beda pula.

PEMBAHASAN :
Komputer Generasi Keempat  Tahun 1975 - Sekarang
Komputer generasi ke empat adalah komputer yang kita jumpai atau kita lihat saat ini. Computer yang dalam komponennya elektiknya masih menggunakan microchip walau ukuran dan bahan yang digunakan berbeda. Ukurannya lebuh kecil membuat komputerpun lebih sederhana , dampak dari ide cemerlang KILBY yang mengembangkan teknologi IC dapat di rasakan dengan hadirnya komputer komputer yang lebih cerdas dan bekerja lebih cepat dan handal, mempunyai kapasitas memori yang sangat besar serta keungulan keunggulan lainnya.meskipun bentuk dan ukuran volumenya justru makin kecil. Xerox corporation pertamakali memperkenalkan komputer diatas meja (desk-top computer) yang dapat menampilkan beberapa bentuk layar dan sekaligus bentuk jendela (window) dan menggunakan alat mouse pertama yang di produksi oleh perusahaan appel pada tahun 1984.kemudahan dari computer ini adalah telah menggunakan konsep GUI.

Sejak tahun 1970 perkembangan komputer generasi ke empat memiliki 2 tahap pengunaan yaitu
  • Mengunakan LARGE SCALE INTEGRATION (LSI) atau di sebut juga dengan nama BIPOLAR LARGE SCALE INTEGRATION. Lsi merupakan pemadatan ribuan ribuan IV yang di jadikan dalam satu chip,istilah chip biasanya dingunakan untuk menandakan suatu lempengan persegi empat yang memuat rangkayan rangkayan terpadu (integrated circuits), kemudian Lsi di kembangkan menjadi VERY LARGE SCALE INTEGRATION atau (VLSI).
  • Dikembangkannya komputer mikkro yang menggunakan microprosesor dan semiconductor yang berbentuk chip yang berkapasitas besar (internal memori) sedangkan komputer sebelumnya masi mengunakan magnetic core storage.
Pertama kali ahli teknik mengembangkan sircuit dari chip dengan bantuan CAD (computer aided design) yang di hasilkan nya bentuk rancangan sercuit yang sangat tipis dan mudah pecah seperti Kristal kaca yang disebu kedok (mask).

Proses selanjutnya adalah mencairkan silicon murni yang di bentuk menjadi silinder Kristal memanjang dan mengasilkan irisan irisan silicon yang tipis yang disebut wafer.

Chip yang telah lolos seleksi akan di masukkan ke rumahnya yang di lapisi dengan plastic keras .rumah dari chip dapat di bentukkan dalam kemasan dua baris kaki ( dual inline carrier) atau kemasan bujur sangkar dengan 4 baris kali (sqare chip carrier).

Ciri-Ciri Komputer Generasi Keempat 
  • Komputer generasi ke empat memiliki mikroprocesor berbasis sistem
  • Komputer generasi ini adalah yang termurah dari generasi computer
  • Kecepatan,akurasi dan keandalan komputer di tingkatkan dalam komputer generasi ke empat
  • Banyak bahasa tingkat tinggi di kembangkan dalam komputer generasi ke empat seperti COBOL,FORTRAN,BASIC,PASCAL dan bahasa C
Jaringan antar sistem di kembangkan
Bukan hanya itu saja generasi ini juga di kembangkan trus meningkatnya jumlah komputer hingga lebih sederhana dan komputer komputer tersebut dapat berbagi pakai memori, piranti lunak, informasi bahkan dapat saling berkomunikasi satu dengan komputer yang lain dengan adanya jaringan ini maka komputer lebih muda di gunakan dengan menggunakan .pada generasi kempat ini juga ditemukan jaringan LAN (local area network) yang dimana komputer satu dengan komputer lain dapat berhubungan dengan mengunakankabel dalam satu ruangan dan LAN Kemudian dikembangkan hingga bisa membentuk jaringan WAN dan MAN 


Komputer IBM PC yang pertama
Pada tahun 1981 IBM memperkenalkan komputer mikro yang disebut 
Dengan komputer personal IBM (IBM personal computer atau IBM PC)

Komputer ini sangat laris di pasaran sehingga IBM meluncurkan komputer dengan seri XT sehingga di kenal dengan sebutan IBM PC/XT komputer ini telah menggunakan mikroprocesor buatan intel.intel yang di gunakan komputer ini ialah intel 8088 dengan kecepatan 5 sampai 8 Mhz bersama RAM(random access memori)yang di gunakan sebesar 128 KB(kili byte) sampai 640 KB dengan hard disk berkapasitas 10MB dan 5 ¼ disket berkapasitas 360 KB sistem yang di gunakan komputer ini adalah MS DOS dan PC DOS

IBM PC/AT
IBM ini dikenalksn ibm pada tahum 1984 merupakan seri lanjutan dari IBM PC/XT menggunakan mikroprocesor intel 80286 dngan kecepatan 8MHZ,RAM sebesar 256 KB sampai dengan 3MB,hard disk dengan kapasitas 20MB dengan ukuran disk 5 ¼ berkapasitas 1.2 MB dengan mengunakan sistem operasi PC DOS dan MS DOS.

IBM OS/2
Sistem Operasi IBM OS/2 ini dibuat secara bersama-sama oleh International Bussiness Machine Corporation dan Microsoft Corporation,untuk digunakan pada komputer IBM sebagai pengganti Sistem Operasi DOS. Kata OS/2 adalah singkatan dari Operating System/2, Sistem Operasi ini didesain agar dapat menggunakan kemampuan penuh dari Mikroprosessor Intel 80286 termasuk diantaranya adalah Modus terproteksi (Protected Mode), mampu menjalankan tugas secara Simultan, serta mendukung Memori Virtual,  dengan tetap mempertahankan kompatibilitas dengan banyak perangkat lunak MS-DOS yang beredar saat itu,

Bukan hanya disitu juga IBM juga meluncurkan IBM PS/2 pada tahun 1987 menggunakan mikroprocesor intel 8086 dengan kecepatan 10 MHZ, sebenarnya intel ini sudah lama di buat namun terlalu canggi untuk komputer IBM PC/XT tapi namun masih menggunakan ontel 80286.

IBM PC/386 Komputer 32 BIT Yang Pertama 
Seri selanjutnya setelah menggunakan IBM PS/2 maka muncul IBM/386 yang mengunakan mikroprocesor intel 80386 dengan kecepatan 16 sampai dengan 33 MHZ merupakan komputer 32 bit pertama.

Setelah IBM PC/386 di kembangkan maka muncul mikroprosesor intel 80486 yang kemudian di kenal dengan IBM PC/486 dengan kecepatan 25 sampai dengan 60 MHZ.

Pentium II
Mikroprocesor juga banyak di gunakan komputer IBM PC yang mulai dari intel 8088, 80286, 80386, 80486. Dan seri Pentium dengan intel P6 Perkenalan pada tahun 1997 Pentium II mempunyai seri intel Pentium 233 MHZ dan intel Pentium 300 MHZ, dan sering juga disebut codename Klamath.

Microsoft Windwos 
Mircorost Windows atau biasa kita sapa dengan sebutan Windows adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan antarmuka dengan berbasikan GUI (Graphical User Interface) atau tampilan antarmuka bergrafis.

Awalnya Windows bermula dari Ms-Dos (Microsoft Disk Operating System) yaitu sebuah Sistem Operasi yang berbasiskan teks dan Command-Line interpreter. Windows Versi pertama, Windows Graphic Environmnet 1.0 merupakan perangkat lunak yang bekerja atas arsitekstur 16-Bit dan bukan merupakan Sistem Operasi dan berjalan atas MS-DOS, sehingga untuk menjalankannya membutuhkan MS-DOS.

MS-DOS sendiri sebenarnya dibuat oleh perusahaan pembuat komputer Seattle Computer Products dan barulah kemudian direkrut oleh Microsoft yang selanjutnya dibeli lisensinya.

Kemudian berkembang menjadi Windows 1.0 versi pertama Sistem Operasi dalam dunia Sistem Operasi yang berbasiskan GUI (Graphical User Interface) dan mendukung Multi-Tasking atau dapat mengerjakan banyak pekerjaan secara simultan. Setelah itu Windows 1.0 berkembang menjadi Windows 2.0, Windows 2.0 ini berbasis GUI dan mendukung penggunaan VGA (Video GraphicsArray) dan juga mendukung Multi-Tasking. Windows 2.0 juga support terhadap penggunaan Processor Intel 80286 dimana Processor Intel 80286 adalah Processor pertama dengan kemampuan untuk memproteksi area memory.

Kemudian dilanjutkan dengan generasi Windows 3.0 dimana Windows 3.0 memiliki kemampuan yang sama dengan Windows sebelumnya dan ditambah dukungan kartu grafis SVGA atau XGA dan juga icon yang lebih baik. Dalam era tersebut, Microsoft juga menyediakan SDK (Software Development kit) sehingga para developer piranti lunak dapat mengembangkan aplikasi/programnya agar mampu berjalan di Windows 3.0 ini. Windows 3.0 juga memperkenalkan adanya Virtual Device Driver (VXD) dimana dapat berguna untuk meminimalisasi ketergantungan pada setiap driver pada perangkat keras tertentu. Windows 3.0 kemudian berevolusi menjadi Windows 3.1 yang sudah diperkenalkan dengan fitur Multimedia dan True Type Font. selain itu juga memudahkan End-User karena adanya fitur Drag and Drop dan akhirnya Windows versi 3 ini berkembang menjadi Sistem Operasi yang sudah mengenal NetWorking (Windows 3.11).

Setelah berkembang cukup lama akhirnya Microsoft memperkenalkan Sistem Operasi hibrida 16-Bit/32-Bit yang dikenal dengan nama Windows 95. Banyak perubahan dari Windows versi sebelumnya, yaitu : Windows 95 memiliki GUI yang lebih menarik dan atraktif, mendukung Plug and Play, mendukung penamaan yang panjang, memiliki beberapa fasilitas seperti : Browser yang terintegrasi dan Windows Explorer untuk menjelajah Windows. Selain itu juga Windows 95 memiliki fitur untuk memanajemen daya (APM) dan diperkenalkannya juga Client-Server.

Generasi penerus dari Windows 95 adalah Windows 98 dimana Windows 98 sudah mendukung VGA berbasis AGP, serta mendukung media penyimpanan ringkas seperti USB, diperkenalkannya NAT untuk berbagi koneksi Internet dan digantikannya Virtual Device Driver dengan Windows Driver Model. Ada juga beberapa fitur tambahan berupa aplikasi Microsoft Office dan Internet Explorer versi 5. Windows 98 juga sudah memiliki kemampuan-kemampuan untuk menjalankan aplikasi dan game

Perkembangan selanjutnya adalah Windows ME, tidak ada yang spesial dari Windows ME selain transisi dukungan grafis dari 16-Bit ke 32-Bit dan pada era Windows ME sudah banyak pengguna rumahan yang memakainya. Windows ME pun akhrinya digantikan dengan Windows NT yang sudah mendukung arsitekstur x86 (80×86) Intel IA64 dan AMD64 (x64) serta mendukung grafis 32-Bit. Windows NT sebenarnya dibangun dari pengembangan IBM OS/2 dan Windows NT juga banyak digunakan dalam jaringan komputer. Windows NT juga memperkenalkan File System NTFS yang lebih baik dari FAT maupun FAT-32.

Selanjutnya Windows NT berkembang menjadi Windows 2000 banyak fitur tambahan diantaranya.Active Directory, Image Preview, Browser Internet Explorer v6,DirectX dan Open GL, Plug and Play dan Windows Driver Model yang lebih baik performanya dibanding sebelumnya.Setelah Windows NT munculah Windows XP yang menawarkan banyak perubahan, mempunyai banyak fitur dan performa yang semakin mengingkat. Bisa dikatakan Windows XP merupakan Windows yang paling laris dan digandrungi oleh pengguna PC maupun perangkat PC bergerak (Mobile). Seiring dengan kebutuhan akan networking maka Microsoft 

Corporation mengeluarkan Sistem Operasi yang berkonsentrasi pada jaringan, yaitu : Windows Server 2003. Bisa dibilang Windows Server 2003 adalah reinkarnasi dari Windows NT.

Banyak sekali fitur yang ditawarkan pada Windows Server 2003 ini salah satunya adalah diperkenalkannya platform .Net. Diperkenalkan juga fitur Domain Controller Server, PKI (Public Key Infrastructure) Server, Domain Name System (DNS), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Windows Internet Name Service (WINS), Microsoft IIS, dan lain sebagainya. Microsoft pun melanjutkan perkembangan Sistem Operasi dengan Windows Vista (Longhorn), ini merupakan revolusi dari Windows XP.

Windows Vista lebih mengutamakan interface atau penampilan grafis antarmuka dibandingkan dengan performa, dibuktikan dengan adanya fitur : AERO, Sidebar, dan lain sebagainya.

Windows Vista juga menawarkan tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan Windows XP, karena pada Windows Vista diperkenalkan adanya Windows Firewall with Advanced Security, Windows Defender, Parental Control, User Account Control (UAC), BitLocker Drive Encryption, ASLR. Windows Vista juga sudah mengenal IPv6, DirectX versi terbaru, dan arsitekstur 64-Bit. Perkembangan selanjutnya adalah transisi dari Windows Server 2003 menjadi Windows Home Server yang ditujukan sebagai File Server untuk rumahan. Windows Server juga mengenalkan beberapa teknologi yaitu Headless Operation (Server tidak membutuhkan monitor atau keyboard untuk memanjemen perangkat), Kontrol jarak jauh, Pemantauan kesehatan komputer, Sharing dan Streaming.

Generasi berikutnya ditandai dengan munculnya penggabungan Sistem Operasi Windows Vista dengan Windows Server, yaitu Windows Server 2008. Fitur Windows Vista dan Windows Server digabung menjadi satu padu untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan End-User. Selanjutnya Windows Server 2008 berkembang menjadi Windows Server 2008 R2. Versi terakhir Sistem Operasi besutan Windows adalah Windows 7, Windows 7 dirilis untuk menggantikan kekurangan Windows XP dan kelebihan Windows Vista. Boleh dikatakan jikalau Windows 7 adalah fusi dari Windows XP dan Windows Vista, tidak seperti pada Windows Vista, Windows 7 memiliki performa yang lebih baik dari Windows Vista.

Referensi : pengenalan computer oleh Prof.Dr.Jogianto H.M,M.B.A.,Akt

Tuesday, March 7, 2017

Pengertian Saham

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006: 6) “saham (stock atau share) dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan hukum dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas”. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan. 

Jenis-Jenis Saham

Adapun jenis-jenis saham yang diperdagangkan di Bursa Efek adalah sebagai berikut:

1. Saham biasa (common stock), jenis saham yang tidak memiliki hak melebihi jenis-jenis saham lainnya. Pemegang saham biasa akan memperoleh keuntungan (dividen) apabila perusahaan memperoleh laba. Ada beberapa karakteristik dari saham biasa diantaranya :
  • Saham biasa tidak menjanjikan pendapatan yang bersifat tetap dan pendapatan saham biasa dapat berasal dari penerimaan dividen dan selisih antara harga jual dengan harga beli saham.
  • Pemilik atau pemegang saham akan memiliki hak untuk ikut serta dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan.
  • Saham biasa tidak memiliki jatuh tempo tertentu, dengan demikian emiten tidak mempunyai tanggung jawab untuk membayar kembali harga pembelian saham yang telah diterbitkan.
2. Saham preferen (preferen stock), adalah jenis saham yang memberikan hak istimewa kepada pemiliknya, saham preferen mempunyai sifat gabungan antara obligasi (bond) dan saham biasa. Dibanding saham biasa, saham preferen mempunyai beberapa hak yaitu hak atas dividen tetap dan hak pembayaran lebih dahulu jika terjadi likuidasi, oleh karena itu saham preferen dianggap mempunyai karakteristik. Beberapa karakteristik dari saham preferen adalah sebagai berikut:
  • Hak untuk menerima dividen terlebih dahulu.
  • Hak dividen kumulatif, artinya hak kepada pemegang saham preferen untuk menerima dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima dividennya.
  • Hak preferen pada waktu likuidasi, artinya hak saham preferen untuk mendapatkan terlebih dahulu aktiva perusahaan dibanding saham biasa pada saat terjadi likuidasi.
Keuntungan Pembelian Saham

Darmadji dan Fakhruddin (2001: 8) mengatakan bahwa “pada dasamya ada dua keuntungan yang diperoleh pemodal dengan membeli atau memiliki saham yaitu mendapatkan dividen dan capital gain”. Dividen merupakan bagian keuntungan yang akan dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham apabila bisnis yang dijalankan perusahaan baik dan menghasilkan keuntungan. Capital gain merupakan selisih lebih antara harga saham pada saat dijual dengan saat dibelinya. Umumnya pemodal dengan orientasi jangka pendek mengejar keuntungan melalui capital gain. Selain dividen dan capital gain, keuntungan lain dari pembelian saham adalah dalam hal keringanan perpajakan, hal ini hanya terjadi bila peraturan perpajakan memberikan kemudahan atau keringanan pajak (tax benefit) bagi penerimaan dividen yang diberikan oleh perusahaan tersebut.

Risiko Kepemilikan Saham

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001: 10), ada beberapa risiko yang dihadapi pemodal dengan kepemilikan sahamnya yaitu tidak mendapatkan dividen dan mengalami capital loss.

Perusahaan akan membagikan dividen jika operasi perusahaan menghasilkan keuntungan, dengan demikian perusahaan tidak dapat membagikan dividen jika perusahaan tersebut mengalami kerugian. Jadi, potensi keuntungan pemodal untuk mendapatkan dividen ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut.

Dalam aktivitas perdagangan saham, pemodal tidak selalu mendapatkan capital gain (keuntungan atas saham yang dijualnya). Adakalanya pemodal harus menjual saham dengan harga jual lebih rendah dari harga beli. Apabila pemodal menjual sahamnya dengan harga yang lebih rendah dari harga pada saat membeli maka pemodal tersebut mengalami capital loss.

Disamping risiko diatas, seorang pemegang saham juga masih dihadapkan dengan potensi risiko lainnya, yaitu:

1. Perusahaan bangkrut atau dilikuidasi.

Jika suatu perusahaan bangkrut, maka tentu saja akan berdampak secara langsung kepada saham perusahaan tersebut. Sesuai dengan peraturan pencatatan saham di bursa efek, jika suatu perusahaan bangkrut atau dilikuidasi maka secara otomatis saham perusahaan tersebut akan dikeluarkan dari bursa atau di-delist. Dalam kondisi perusahaan dilikuidasi maka pemegang saham akan menempati posisi lebih rendah dibanding kreditor atau pemegang obligasi dalam pelunasan kewajiban perusahaan. Artinya, setelah semua asset perusahaan tersebut dijual, terlebih dahulu akan dibagikan kepada para kreditor atau pemegang obligasi, dan jika masih terdapat sisa baru dibagikan kepada para pemegang saham.

2. Saham di-delist dari bursa.

Risiko lain yang dihadapi oleh para pemodal adalah jika saham perusahaan dikeluarkan dari pencatatan di bursa efek (di-delist). Suatu saham perusahaan di-delist dari bursa umumnya adalah karena kinerja yang buruk misalnya dalam kurun waktu tertentu tidak pernah diperdagangkan mengalami kerugian beberapa tahun, tidak membagikan dividen secara berturut-turut selama beberapa tahun, dan berbagai kondisi lainnya sesuai dengan peraturan pencatatan di bursa efek. 

3. Saham di-suspend

Disamping dua risiko diatas, risiko lain yang dihadapi pemodal adalah jika suatu saham di-suspend atau dihentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek. Dengan demikian, pemodal tidak dapat menjual saham hingga suspend dicabut. Suspend biasanya berlangsung dalam waktu singkat, misalnya satu sesi perdagangan, dua sesi perdagangan, namun dapat pula berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari perdagangan. 

Hal tersebut dilakukan otoritas bursa misalnya jika suatu saham mengalami lonjakan harga yang luar biasa, suatu perusahaan dipailitkan oleh kreditornya atau berbagai kondisi lain yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham tersebut, untuk kemudian dimintakan konfirmasi kepada perusahaan atau kejelasan informasi lainnya. Jika telah didapatkan suatu informasi yang jelas, maka suspend atas saham tersebut dapat dicabut oleh bursa dan saham dapat diperdagangkan lagi seperti semula.

Friday, March 3, 2017

Rantai Penularan Infeksi Nosokomial


Gambar Skema Rantai Penularan Infeksi Nosokomial

Bahwa awal rantai penularan infeksi nosokomial dimulai dari penyebab (di bagian tengah gambar) dimana penyebabnya seperti jamur, bakteri, virus atau parasit menuju ke sumber seperti manusia ataupun benda. Selanjutnya kuman keluar dari sumber menuju ke tempat tertentu, kemudian dengan cara penularan tertentu (baik itu kontak langsung maupun tidak langsung) melalui udara, benda ataupun vektor masuk ke tempat tertentu (pasien lain). Di karenakan di rumah sakit banyak pasien yang rentan terhadap infeksi maka dapat tertular. Selanjutnya kuman penyakit ini keluar dari pasien tersebut dan meneruskan rantai penularan lagi.

Kondisi-kondisi yang mempermudah terjadinya Infeksi nosokomial 

Infeksi nosokomial mudah terjadi karena adanya beberapa keadaan tertentu, yaitu sebagai berikut: 

1) Rumah sakit merupakan tempat berkumpulnya orang sakit atau pasien, sehingga jumlah dan jenis kuman penyakit yang ada lebih banyak dari pada ditempat lain. 

2) Pasien mempunyai daya tahan tubuh rendah, sehingga mudah tertular. 

3) Rumah sakit sering kali melakukan tindakan invasif mulai dari sederhana misalnya suntikan sampai tindakan yang lebih besar, operasi. Dalam melakukan tindakan sering kali petugas kurang memperhatikan tindakan aseptik dan antiseptik. 

4) Mikroorganisme yang ada cenderung lebih resisten terhadap antibiotik, akibat penggunaan berbagai macam antibiotik yang sering tidak rasional. 

5) Adanya kontak langsung antara pasien atau petugas dengan pasien, yang dapat menularkan kuman patogen. 

6) Penggunaan alat-alat kedokteran yang terkontaminasi dengan kuman 

Sumber infeksi nosokomial dapat berasal dari pasien, petugas rumah sakit, pengunjung ataupun lingkungan rumah sakit. Selain itu setiap tindakan baik tindakan invasif maupun non invasif yang akan dilakukan pada pasien mempunyai resiko terhadap infeksi nosocomial. Sumber infeksi tindakan invasif (operasi) adalah : 

1. Petugas : 
a) Tidak/kurang memahami cara-cara penularan 
b) Tidak/kurang memperhatikan kebersihan perorangan 
c) Tidak menguasai cara mengerjakan tindakan 
d) Tidak memperhatikan/melaksanakan aseptik dan antiseptik 
e) Tidak mematuhi SOP (standar operating procedure) 
f) Menderita penyakit tertentu/infeksi/carier 

2. Alat : 
a) Kotor 
b) Tidak steril 
c) Rusak/karatan 
d) Penyimpanan kurang baik 

3. Pasien: 
a) Persiapan diruang rawat kurang baik 
b) Higiene pasien kurang baik 
c) Keadaan gizi kurang baik (malnutrisi) 
d) Sedang mendapat pengobatan imunosupresif 

4. Lingkungan 
a) Penerangan/sinar matahari kurang cukup 
b) Sirkulasi udara kurang baik 
c) Kebersihan kurang (banyak serangga, kotor, air tergenang) 
d) Terlalu banyak peralatan diruangan 
e) Banyak petugas diruangan 

Penyebab Infeksi Nosokomial 

Mikroorganisme penyebab infeksi dapat berupa : bakteri, virus, fungi dan parasit, penyebab utamanya adalah bakteri dan virus, kadang-kadang jamur dan jarang disebabkan oleh parasit. Peranannya dalam menyebabkan infeksi nosokomial tergantung dari patogenesis atau virulensi dan jumlahnya.

Patogenesis Infeksi Nosokomial 

Patogenesis adalah kemampuan mikroba menyebabkan penyakit, patogenitas lebih jauh dapat dinyatakan dalam virulensi dan daya invasinya. Virulensi adalah pengukuran dari beratnya suatu penyakit dan dapat diketahui dengan melihat morbiditas dan derajat penularan. 

Daya invasi adalah kemampuan mikroba menyerang tubuh. Jumlah mikroba yang masuk sangat menentukan timbul atau tidaknya infeksi dan bervariasi antara satu mikroba dengan mikroba lain dan antara satu host dengan host yang lain.

Mencegah Terjadinya Infeksi Nosokomial

Menurut Depkes 2010 upaya pencegahan terhadap terjadinya infeksi nosokomial dirumah sakit yaitu untuk menghindarkan terjadinya infeksi selama pasien di rawat di rumah sakit. Adapun bentuk upaya pencegahan yang dilakukan antara lain : 

a. Cuci Tangan 
Cuci tangan adalah cara pencegahan infeksi yang paling penting. Cuci tangan harus selalu dilakukan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Walaupun memakai sarung tangan atau alat pelindung lainnya. Untuk mengetahui kapan sebaiknya perawat melakukan cuci tangan dan bagaimana cara mencuci tangan yang benar, berikut ini akan dijelaskan mengenai tujuan mencuci tangan, dan prosedur standar dari mencuci tangan. 

1. Tujuan 
a) Menekan pertumbuhan bakteri pada tangan 

b) Menurunkan jumlah kuman yang tumbuh dibawah sarung tangan 

2. Indikasi 
a) Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien, seperti mengganti, membalut, kontak dengan pasien selama pemeriksaan harian atau mengerjakan pekerjaan rutin seperti membenahi tempat tidur 

b) Sebelum dan sesudah membuang wadah sputum, secret ataupun darah 

c) Sebelum dan sesudah menangani peralatan pada pasien seperti infus set, kateter, kantung drain urin, tindakan operatif kecil dan peralatan pernafasan. 

d) Sebelum dan sesudah ke kamar mandi 
e) Sebelum dan sesudah makan 
f) Sebelum dan sesudah membuang ingus/membersihkan hidung 
g) Pada saat tangan tampak kotor 
h) Sebelum dan sesudah bertugas di sarana kesehatan 

3. Prosedur Standar 
a) Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir 
b) Taruh sabun dibagian tengah tangan yang telah basah 
c) Buat busa secukupnya 
d) Gosok kedua tangan termasuk kuku dan sela jari selama 10-15 detik 
e) Bilas kembali dengan air sampai bersih 
f) Keringkan tangan dengan handuk atau kertas bersih atau tisu atau handuk katun sekali pakai 
g) Matikan keran dengan kertas atau tissue 
h) Pada cuci tangan aseptic diikuti larangan menyentuh permukaan tidak steril dan penggunaan sarung tangan dan waktu untuk mencuci tangan antara 5-10 menit 


b. Dekontaminasi 
Menurut Depkes 2010 dekontaminasi adalah menghilangkan mikroorganisme patogen dan kotoran dari suatu benda sehingga aman untuk pengelolaan selanjutnya. Agar seorang perawat dapat melakukan proses dekontaminasi dengan benar, maka perawat tersebut haruslah mengetahui tujuan dari dekontaminasi, indikasi dari proses dekontaminasi, dan prosedur standar dari dekontaminasi. 

1. Tujuan Dekontaminasi 

a) Mencegah penyebaran infeksi melalui alat kesehatan atau suatu permukaan benda 

b) Mematikan mikroorganisme, misalnya HIV, HBV, dan kotoran lain yang tidak tampak 

c) Mempersiapkan permukaan alat untuk kontak langsung dengan desinfektan atau bahan sterilisasi 

d) Melindungi petugas dan pasien 

2. Indikasi 
a) Langkah pertama bagi alat kesehatan bekas pakai sebelum dicuci dan proses lebih lanjut 

b) Langkah pertama pada penanganan tumpahan darah/cairan tubuh 

c) Langkah pertama pada dekontaminasi meja/permukaan lain yang mungkin tercemar darah/cairan tubuh lain 

d) Langkah pertama pada sarana kesehatan yang tidak memiliki insenerator yaitu sebelum alat tersebut dikubur dengan cara kapurisasi 

3. Prosedur Standar 
a) Cuci tangan 
b) Pakai sarung tangan, masker, kaca mata/pelindung wajah 
c) Rendam alat kesehatan segera setelah dipakai dalam larutan desinfektan selama 10 menit 
d) Segera bilas dengan air sampai bersih 
e) Lanjutkan dengan pembersihan 
f) Buka sarung tangan, masukkan dalam wadah sementara menunggu dekontaminasi sarung tangan dan proses selanjutnya 
g) Cuci tangan