Sunday, June 26, 2016

Pengertian Mineral

Mineral adalah bagian dari tubuh yang memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Disamping itu,mineral berperan dalam berbagai tahap metabolisme, terutama sebagai kofaktor dalam aktifitas enzim-enzim (Almatsier, 2004).

Mineral digolongkan kedalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100 mg sehari. Jumlah mineral mikro dalam tubuh kurang dari 15 mg. Yang termasuk mineral makro adalah natrium, kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan sulfur. Adapun yang termasuk mineral mikro adalah besi, seng, mangan, dan tembaga (Almatsier, 2004).
Kalium
Kalium terutama terdapat di dalam sel, sebanyak 95% kalium berada di dalam cairan intraseluler. Kalium memegang peranan dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam basa serta isotonis sel, selain itu kalium juga mengaktivasi banyak reaksi enzim dan proses fisiologi, seperti transmisi impuls di saraf dan otot, kontraksi otot, dan metabolisme karbohidrat (Almatsier, 2004).

Kekurangan kalium dapat terjadi karena kebanyakan kehilangan melalui saluran cerna dan ginjal. Kekurangan kalium menyebabkan lemah, lesu, kehilangan nafsu makan, dan konstipasi. Kelebihan kalium akut dapat terjadi bila konsumsi tanpa diimbangi oleh kenaikan ekskresi (Almatsier, 2004).  

Kalium terdapat di dalam semua makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Sumber utama adalah makanan mentah/segar, terutama buah, sayuran dan kacang-kacangan. Kebutuhan minimum akan kalium ditaksir sebanyak 2000 mg sehari (Almatsier, 2004).

Fosfor
Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak di dalam tubuh, yaitu 1% dari berat badan. Kurang lebih 85% fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai kalsium fosfat, yaitu bagian dari kristal hidroksiapatit di dalam tulang dan gigi yang tidak dapat larut. Hidroksiapatit memberi kekuatan dan kekakuan pada tulang. Fosfor di dalam tulang berada dalam perbandingan 1:2 dengan kalsium. Fosfor selebihnya terdapat di dalam semua sel tubuh, separuhnya di dalam otot dan di dalam cairan ekstraselular (Almatsier, 2004).

Selain untuk pertumbuhan tulang dan gigi, fosfor mempunyai peranan dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai fosfolipid, fosfor merupakan komponen esensial bagi banyak sel dan merupakan alat transport asam lemak. Fosfor berperan pula dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa (Pudjiadi, 2000).

Pada umumnya bahan makanan yang mengandung banyak kalsium merupakan juga sumber fosfor, seperti susu, keju, daging, ikan, telur, dan saleria. Biasanya kira-kira 70% dari fosfor yang berada dalam makanan dapat diserap oleh tubuh. Penyerapan akan lebih baik bila fosfor dan kalsium dimakan dalam jumlah yang sama (Pudjiadi, 2000).  

Kecukupan fosfor rata-rata sehari untuk Indonesia ditetapkan sebagai berikut, untuk bayi sebesar 200-250 mg, anak-anak 250-400 mg, remaja dan dewasa 400-500 mg, ibu hamil dan menyusui >200->300 mg (Almatsier, 2004).

Kelebihan fosfor karena makanan jarang terjadi. Bila kadar fosfor darah terlalu tinggi, ion fosfat akan mengikat kalsium sehingga dapat menimbulkan kejang. Kekurangan fosfor karena makan juga jarang terjadi. Kekurangan fosfor bisa terjadi bila menggunakan obat antasida untuk menetralkan asam lambung seperti aluminium hidroksida. Aluminium hidroksida mengikat fosfor sehingga tidak dapat diabsorpsi. Kekurangan fosfor juga dapat terjadi pada penderita yang kehilangan banyak cairan melalui urin. Kekurangan fosfor menyebabkan rasa lelah, kurang nafsu makan dan kerusakan tulang (Almatsier, 2004).

Defenisi Delima

Delima atau Pomegranate (Punica granatum L.) berasal dari Timur Tengah, tersebar didaerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai dibawah 1000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam (Sasongkawati, 2013). Di Asia tenggara buah delima begitu sulit ditemukan selain sebagai tanaman rumah delima juga sangat jarang diperjualbelikan dipasar, kecuali di Thailand. Buah delima tidak hanya dikonsumsi sebagai buah-buahan tetapi delima juga digunakan didalam aneka kuliner dan juga pengobatan (Marhari dan Dewi, 2014).

Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama lain delima (Sunda), dhalima (Madura), dalimo (Batak), glima (Aceh), glimeu mekah (Gayo), gangsalan (Jawa), jeliman (Sasak), dilimene (Kisar), dan talima (Bima). Tanaman delima termasuk perdu atau pohon kecil yang memiliki tinggi 2-5 meter. Batangnya berkayu dengan ranting yang bersegi dan bercabang banyak, tetapi lemah dan memiliki duri pada ketiak daunnya. Batangnya berwarna cokelat ketika masih muda dan berwarna hijau kotor setelah tua. Buah delima memiliki bentuk buah yang bulat berdiameter 5-12 cm. Memiliki warna kulit yang beragam, tergantung jenisnya. Daging buah delima merupakan kulit biji yang menebal dan tersusun secara padat. Daging buah tersebut dikonsumsi langsung bersama biji-bijinya karena didalam biji banyak terkandung senyawa polifenol (Marhari dan Dewi, 2014).

Dikenal ada tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu. Buah delima dapat dimakan dalam keadaan segar, sebagai campuran rujak buah, salad buah, jus atau sari buah (Sasongkawati Retno, 2013). Buah delima merah memiliki rasa yang manis, dengan biji-biji buah yang merah menyala, daging buahnya berair (Marhari dan Dewi, 2014).


Adapun klasifikasi tanaman delima menurut United States Departement of Agriculture (USDA):
  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Subkelas : Rosidae
  • Ordo : Myrtales
  • Famili : Punicaceae
  • Genus : Punica L.
  • Spesies : Punica granatum L.

Delima kaya dengan mineral, seperti kalium, tembaga, magnesium, fosfor, seng dan selenium. Besi juga ada tapi dalam jumlah kecil. Buah ini merupakan sumber vitamin C, K, dan asam pantotenat dalam jumlah besar, tetapi vitamin E, thiamin dan riboflavin dalam jumlah kecil (Sasongkawati, 2013). Buah delima juga kaya akan kandungan serat. Kandungan serat pada buah delima adalah 4 gr per 100 g (kira-kira 12% kebutuhan harian). Kandungan serat tersebut bermanfaat bagi pencernaan karena dapat mempelancar pencernaan dan gerakan usus. Buah delima memiliki sifat anti oksidan karena mengandung vitamin C yang tinggi (Marhari dan Dewi, 2014).

Delima memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Buah delima digunakan untuk membantu menurunkan berat badan, tekanan darah tinggi (hipertensi), mengurangi resiko serangan jantung dan stroke, dapat mencegah anemia, mencegah dan mengobatin kanker, cacingan, perut kembung, menurunkan demam (Marhari dan Dewi, 2014). Buah delima juga dapat mencegah kerusakan tulang (Sasongkawati Retno, 2013). Adapun kandungan gizi dari delima dapat dilihat pada  

Tabel  Kandungan Gizi dalam Delima (USDA National Nutrient Data Base)

Monday, May 30, 2016

Nilai Agama sebagai Modal Sosial

Agama menurut Francis Fukuyama, merupakan salah satu unsur utama modal sosial. Ajaran agama merupakan salah satu sumber dari nilai dan norma yang menuntun perilaku masyarakat, agama menjadi sumber utama inspirasi, energi sosial serta memberikan ruang bagi terciptanya orientasi hidup penganutnya.Salah satu bentuk memperkuat modal sosial positif adalah melalui pendidikan agama sebagai sumber pengembangan nilai-nilai luhur untuk membangun sifat kebersamaan dan saling percaya sesame manusia. Namun demikian, pendekatannya tidak sebatas perkembangan kognitif namun seharusnya pada pengembangan sikap atau afektif.Nilai agama sebagai modal sosial dimana agama menjadi sumber utama inspirasi, energi sosial, serta memberikan ruang bagi terciptanya orientasi hidup. Nilai-nilai dapat diterapkan dalam kehidupan yang menjadi pedoman bagi manusia untuk bertindak, bersikap, dan member contoh yang baik bagi penganutnya.

Menurut Gidden (Damsar, 2009:188-190) dalam masyarakat pramodern ditemukan empat lingkungan yang menumbuh kembangkan kepercayaan sebuah nilai yaitu:

1. Hubungan kekerabatan menyediakan suatu mata rantai hubungan sosial yang dapat diandalkan suatu mata rantai hubungan sosial yang dapat diandalkan secara prinsip dan umum dilakukan, membentuk media pengorganisasian relasi kepercayaan, seperti sistem kekerabatan matrilineal yang bermula dari hubungan semade, seperut, senenek, seninik, sekaum dan sesuku telah menjadi perekat hubungan sesama satu kerabat dan sebagai jembatan yang menghubungi dengan kelompok, terutamakelompok luar. Hubungan kekerabatan Minangkabau yang menjadi perekat dan jembatan relasional tersebut, pada gilirannya, pada gilirannya, menerbitkan bibit kepercayaan, baik antara sesame kerabat maupun dengan kelompok luar.

2. Komunitas masyarakat local memberikan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembangnya kepercayaan di masyarakat pra-modern. Menurut Gidden komunitas lokal tidak dikaitkan dengan romantisme budaya, tetapi lebih kepada arti penting dari relasi local yang diatur dalam konteks tempat, dimana tempat belum ditransformasikan oleh relasi ruang waktu yang berjarak. Oleh karenanya komunitas lokal sebagai tempat yang menyediakan suatu milieu yang bersahabat. Kembali pada contoh masyarakat pada Minangkabau, selain jaringan kekerabatan matrilineal juga jaringan komunitas local yang dapat konteks bagi tumbuh kembang kepercayaan seperti jaringan sedusun, sekampung, sejorong, senagari, selunak dan Minangkabau merupakan jaringan komunitas masyarakat lokal yang ditarik dari komunitas terkecil sampai terbesar pada setting masyarakat Minangkabau.

3. Kosmologi religius merupakan bentuk kepercayaan dan praktik ritual yang menyediakan interpretasi provindential atas kehidupan dan alam.  
Kosmologi religious menyediakan interpretasi moral dan praktik bagi kehidupan sosial dan kehidupan pribadi dan bagi dunia alam. Yang menginterpretasikan lingkungan yang aman bagi pemeluknya.

4. Tradisi juga dapat menjadi lingkungan bagi perkembangan kepercayaan masyarakat. Tradisi merupakan sarana untuk mengaitkan masa kini dengan masa depan, berorientasi kepada masa lalu dan waktu yang dapat berulang. Tradisi adalah rutinitas, namun dia adalah rutinitas yang penuh makna secara intrinsik, ketimbang hanya sekedar perilaku kosong yang hanya berorientasi kepada kebiasaan semata. Makna aktivitas rutin berada di dalam penghormatan atau pemujaan yang melekat dalam tradisi dan dalam kaitan antara tradisi dan ritual.

Monday, May 23, 2016

Pengertian Retribusi Daerah

Pengertian Retribusi Daerah
Istilah retribusi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai pungutan uang oleh pemerintah sebagai balas jasa. Menurut Mardiasmo (2006 : 14) “Retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan”.

Berdasarkan (Pasal 1 angka 10 UU Nomor 28 Tahun 2009) retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.

Pada prinsipnya retribusi sama dengan pajak, dimana pungutannya dapat dipaksakan, diatur berdasarkan undang-undang dan pemungutannya dilakukan oleh negara. Namun yang membedakan retribusi dengan pajak adalah imbalan atau kontra – prestasi, yakni dalam retribusi dapat langsung dirasakan pembayar.

Melihat dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa yang disediakan oleh Pemerintah Daerah.

Golongan Retribusi
Menurut Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah, retribusi daerah terdiri atas 3 (tiga) golongan yaitu :

a. Retribusi Jasa Umum, yaitu retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.

b. Retribusi Jasa Usaha, yaitu retribusi atas jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta dan

c. Retribusi Perizinan Tertentu, yaitu retribusi atas kegiatan tertentu pemerintahan daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas pemanfaatan ruang penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. 

Secara lebih rinci dapat dilihat dalam tabel berikut :

 



Tuesday, April 5, 2016

Komunikasi

Istilah komunikasi berasal dari kata comunicare yang berarti menyampaikan pandangan. Menurut Everett Roggers, komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Kemudian Carl I. Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain. Sementara itu, Harold Lasswell dalam karyanya The Structure and Function Of Communication In Society memberikan definsi komunikasi dengan pernyataan “who says what, to whom, in with what channel, with what effect”. Artinya, komunikasi sebagai suatu proses penyampaian pesan dari komunikator yang ditujukan pada komunikan melalui media atau saluran yang menimbulkan efek tertentu (Mulyana, 2007: 68-69). Jadi, komunikasi pada dasarnya berkaitan dengan penyampaian sesuatu dalam rangka mendapatkan kesamaan makna dan menimbulkan efek.

Unsur-unsur dalam komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dan melengkapi satu sama lain dalam rangkaian aktivitas komunikasi. Menurut Effendy (2006: 18) dari berbagai pengertian komunikasi yang telah ada, tampak adanya sejumlah komponen atau unsur yang dicakup, yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Komponen atau unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut :
1. Komunikator : Orang yang menyampaikan pesan;
2. Pesan : Pernyataan yang didukung oleh lambang;
3. Komunikan : Orang yang menerima pesan;
4. Media : Sasaran atau saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya;
5. Efek : Dampak sebagai pengaruh pesan.

Prinsip-Prinsip Komunikasi
Menurut Deddy Mulyana (2007: 92-126), ada 12 prinsip komunikasi yaitu antara lain:
1. Komunikasi adalah proses simbolik
Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Misalnya, si Pulan sedang sedih kemudian ia menulis status di akun media sosial facebook atau twitter-nya dengan kata-kata sedih. Lambang memiliki sifat sewenang-wenang, tidak mempunyai makna sehingga kita yang memberi makna pada lambang tersebut.

2. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi baik yang tersirat secara verbal maupun non-verbal namun bukan berarti semua perilaku adalah komunikasi. Komunikasi terjadi apabila seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.

3. Komunikasi mencakup dimensi isi dan hubungan
Dimensi isi disandi secara verbal sementara dimensi hubungan disandi secara non-verbal. Dimensi isi menunjukkan muatan komunikasi yaitu apa yang dikatakan sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Misalnya, si Pulan menulis komentar di akun media sosialnya dengan menggunakan huruf kapital tau yang disebut dengan capslok kepada orang yang tidak dikenalnya. Tulisan tersebut bagi sebagian orang adalah tulisan yang menggambarkan bahwa seseorang menekankan sesuatu pada suatu kalimat dalam tulisan sehingga si Pulan dianggap sedang marah atau sedang memaki namun bisa berarti sebaliknya.

4. Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Kesengajaan bukan syarat untuk terjadinya komunikasi meskipun kita sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesankepada orang lain, perilaku kita potensial untuk ditafsirkan oleh orang lain. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain untuk menafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita.

5. Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik dan ruang, waktu, sosial dan psikologis

6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya. Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka. Orang-orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespon. Prediksi ini tidak selalu disadari dan sering berlangsung cepat.

7. Komunikasi bersifat sistematika
Ada 2 sistem yang beroperasi dalam transaksi komunikasi yaitu sistem internal dan sistem eksternal. Sistem Internal adalah seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi yang ia serap selama bersosialisasi dalam berbagai lingkungan sosialnya. Misalnya, kerangka rujukan (frame of reference), bidang pengalaman (filed of experience), struktur kognitif (cognitive structure), pola pikir (thinking pattern) atau sikap (attitude). Sementara itu sistem eksternal adalah unsur-unsur dalam lingkungan luar individu termasuk kata yang ia pilih, isyarat fisik dan sebagainya.

8. Semakin mirip latar belakang sosial budaya, semakin efektif komunikasi
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya. Makna suatu pesan, baik verbal ataupun non-verbal pada dasarnya terikat budaya. Kesamaan bahasa khususnya akan membuat orang-orang yang berkommunikasi lebih mudah mencapai pengertian bersama dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memahami bahasa yang sama.

9. Komunikasi bersifat non-sekuensial
Proses komunikasi tidak terikat oleh suatu tatanan tertentu.

10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
Komunikasi merupakan proses yang berkelanjutan dimana para peserta komunikasi saling mempengaruhi baik secara verbal ataupun non-verbal. Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah secara kumulatif. Pandangan dinamis dan transaksional memberi penekanan bahwa seseorang mengalami perubahan sebagai hasil terjadinya komunikasi.

11. Komunikasi bersifat Irreversible
Suatu perilaku adalah suatu peristiwa yang berlangsung dalam waktu dan tidak dapat “diambil kembali”. Sifat irreversible ini adalah implikasi dari komunikasi sebagai proses yang selalu berubah sehingga prinsip ini menyadarkan kita bahwa kita harus hati-hati untuk menyampaikan pesan kepada orang lain karena efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali.

12. Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah.
Banyak persoalan dan konflik antarmanusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi bukanlah “obat” untuk menyelesaikan masalah apalagi yang berkaitan dengan masalah struktural.

Tujuan Komunikasi Ada empat tujuan atau motif komunikasi menurut Devito (1997: 30) yaitu:
1. Menemukan Universitas Sumatera Utara
Penemuan diri (personal discovery) merupakan salah satu tujuan utama dari komunikasi. Melalui komunikasi dengan orang lain, kita tidak hanya belajar mengenai diri kita sendiri melainkan juga tentang orang lain. Persepsi-persepsi yang kita punya sebagian besar dihasilkan dari apa yang telah kita pelajari tentang diri sendiri dari orang lain selama komunikasi. Komunikasi juga memungkinkan kita untuk menemukan dunia luar, dunia yang dipenuhi objek, peristiwa dan manusia lain.

2. Untuk berhubungan
Salah satu alasan kita yang paling kuat untuk melakukan komunikasi adalah berhubungan dengan orang lain, membina dan memelihara hubungan dengan orang lain.

3. Untuk meyakinkan
Komunikasi bertujuan untuk meyakinkan kita agar mengubah sikap dan perilaku kita. Namun dalam komunikasi interpersonal sehari-hari kita berusaha mengubah sikap dan perilaku orang lain.

4. Untuk bermain
Kita menggunakan banyak perilaku komunikasi kita untuk bermain dan menghibur diri. Adakalanya hiburan ini merupakan tujuan akhir, tetapi adakalanya ini merupakan cara untuk mengikat perhatian orang lain sehingga kita dapat mencapai tujuan-tujuan lain.
Jadi, tujuan komunikasi pada dasarnya tidak terlepas dari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia saling berinteraksi satu sama lain dengan tujuan untuk aktualisasi diri, interaksi, eksistensi, ekspresi maupun menciptakan esensi dalam hidupnya.

New Media
Media baru adalah istilah yang digunakan untuk sejak kemunculan digital, komputer atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi diakhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai media baru yaitu bersifat jaringan, interaktif dan tidak memihak. Misalnya internet, website, aplikasi komputer, CD-ROOM dan DVD. Kemunculan media baru turut membawa perubahan pola komunikasi manusia. Media baru, dalam hal ini internet sedikit banyak mempengaruhi cara individu bekomunikasi dengan individu lainnya. Seperti yang dikatakan oleh McNamus (Nasrullah, 2014: 1) bahwa ada pergeseran dari ketersediaan media yang dahulu langka dengan akses yang juga terbatas menuju media yang melimpah.

Keberadaan media baru memberi ruang tersendiri bagi masyarakat karena media baru menawarkan banyak kelebihan. Kehadiran jenis-jenis media baru telah  memperluas dan merubah keseluruhan ketidakmungkinan hubungan sosio-teknologi terhadap komunikasi publik. Internet adalah salah satu bentuk dari media baru (new media) dimana internet merupakan bentuk konvergensi dari berbagai media seperti radio, televisi dan telepon. Penemuan komputer pada tahun 1960-an hingga 1990-an ternyata mampu menciptakan masyarakat dunia global. Sehingga tanpa disadari internet telah membentuk komunitas manusia menjadi dua dunia kehidupan, yakni kehidupan masyarakat nyata dan masyarakat maya (cybercomunity). Kebanyakan dari anggota masyarakat maya menjadi penduduk tetap dalam masyarakat tersebut dengan memiliki alamat rumah seperti email, website dan lain sebagainya (Bungin, 2006: 164).

Internet dapat menghubungkan komputer-komputer pribadi yang paling sederhana hingga komputer-komputer yang sudah canggih. Layanan yang diberikan oleh internet mencakup e-mail, File Transfer Protocol (FTP) dan world wide web (www.) dan yang paling banyak digunakan adalah e-mail dan www. Para pengguna dapat memasuki situs yang diinginkannya. Dennis McQuail (http://repository.unhas.ac.id) memberikan beberapa ciri mengenai internet, yaitu: teknologi berbasis komputer, potensi interaktif, fungsi publik dan privat, peraturan yang tidak ketat, saling terhubung, tidak tergantung lokasi. Selain itu dapat diakses individu sebagai komunikator, media komunikasi massa dan pribadi.

Internet juga menyediakan mesin pencari seperti browser dan search engine. Melalui mesin ini informasi atau teks dalam situs manapun dapat dilacak sehingga para pengguna dapat melakukan browsing acak secara cepat dan sistematis. Internet juga menyedikan banyak aplikasi yang memanjakan penggunanya agar dapat saling terkoneksi satu sama lain, seperti Surat Elektronik (e-mail), Surat Bersuara (voice note), Sistem Percakapan tertulis (chatt), Media Sosial dan lain-lain.