Thursday, July 12, 2018

Klasifikasi Autis

Klasifikasi Autisme dapat dibagi berdasarkan berbagai pengelompokan kondisi (Tim YPAC, 2000) :

a. Klasifikasi berdasarkan saat munculnya kelainan
  1. Autisme infantil; istilah ini digunakan untuk menyebut anak autis yang kelainannya sudah nampak sejak lahir.
  2. Autisme fiksasi; adalah anak autis yang pada waktu lahir kondisinya normal, tanda-tanda autisnya muncul kemudian setelah berumur dua atau tiga tahun.
b. Klasifikasi berdasarkan intelektual
  1. Autis dengan keterbelakangan mental sedang dan berat (IQ dibawah 50). Prevalensi 60% dari anak autistic.
  2. Autis dengan keterbelakangan mental ringan (IQ 50-70). Prevalensi 20% dari anak autis.
  3. Autis yang tidak mengalami keterbelakangan mental (Intelegensi diatas 70) Prevalensi 20% dari anak autis.
c. Klasifikasi berdasarkan interaksi sosial:
  1. Kelompok yang menyendiri; banyak terlihat pada anak yang menarik diri, acuh tak acuh dan kesal bila diadakan pendekatan sosial serta menunjukkan perilaku dan perhatian yang tidak hangat.
  2. Kelompok yang pasif, dapat menerima pendekatan sosial dan bermain dengan anak lain jika pola permainannya disesuaikan dengan dirinya.
DSM-V juga memberikan klasifikasi autis yang didasarkan pada tingkat keparahannya. Berdasarkan tingkat keparahannya, individu autis diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan, yaitu (DSM V. 2000):

a. Tingkatan 1, individu yang memerlukan dukungan Gambaran komunikasi sosial untuk penyandang autis pada level ini adalah: kelemahan komunikasi sosial terlihat saat tidak ada dukungan, kesulitan memulai interaksi sosial dan penurunan ketertarikan dalam interaksi sosial. Contohnya adalah individu autis yang mampu berbicara dengan lancar namun gagal mempertahankan komunikasi dan gagal membentuk jalinan pertemanan. Gambaran perilaku berulang untuk penyandang autis pada level ini adalah: mengalami kesulitan dalam peralihan aktivitas, permasalahan dalam mengorganisasi dan membuat perencanaan sehingga menghambat kemandirian (DSM V. 2000).

b. Tingkatan 2, individu memerlukan dukungan yang kuat Gambaran komunikasi sosial untuk penyandang autis pada level iniadalah: terlihat kelemahan dalam ketrampilan komunikasi sosial verbal dan non-verbal, kelemahan sosial jelas terlihat bahkan saat disertai dukungan, inisiatif interaksi sosial yang terbatas dan respon abnormal pada stimulus sosial. Gambaran perilaku berulang untuk penyandang autis pada level ini adalah: perilaku yang tidak fleksibel, kesulitan menghadapi perubahan, perilaku berulang atau terbatas dengan frekuensi tinggi sehingga menganggu fungsi individu dalam banyak konteks, distress dan atau kesulitan saat mengganti fokus atau kegiatan (DSM V. 2000).

c. Tingkatan 3, individu sangat memerlukan dukungan kuat Gambaran komunikasi sosial untuk penyandang autis pada level ini adalah: kekurangan yang parah dalam ketrampilan komunikasi sosial verbal dan non-verbal mengakibatkan kelemahan yang parah dalam fungsi, inisiatif interaksi sosial sangat terbatas dan respon yang sangat minim pada rangsangan sosial. Contohnya adalah seseorang dengan sedikit berbicara yang jarang berinteraksi, hanya berinteraksi jika (DSM V. 2000).

Menurut Handojo klasifikasi anak dengan kebutuhan khususnya (Special Needs) adalah (Apriani, 2016):

a. Autisme infantile atau autisme masa kanak-kanak

Tata laksana dalam pengenalan ciri-ciri anak autis diatas 5 tahun usia ini. Perkembangan otak anak akan sangat melambat. Usia paling ideal adalah 2-3 tahun, karena pada usia ini perkembangan otak anak berada pada tahap paling cepat.

b. Sindroma Aspeger Sindroma Aspeger mirip dengan autisme infantile, dalam hal kurang interaksi sosial. Tetapi mereka masih mampu berkomunikasi cukup baik. Anak sering memperlihatkan perilakunya yang tidak wajar dan minat yang terbatas.

c. Attention Deficit Hiperactive Disorder atau (ADHD)
ADHD dapat diterjemahkan dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau GPPH. Hiperaktivitas adalah perilaku motorik yang berlebihan.

d. Anak “Giftred”
Anak Giftred adalah anak dengan intelegensi yang mirip dengan intelegensi yang super atau genius, namun memiliki gejala-gejala perilaku yang mirip dengan autisme. Dengan intelegensi yang jauh diatas normal, perilaku mereka seringkali terkesan aneh.

Definisi Autis

Definisi Autis : World Health Organization’s International Classification of Diseases (ICD-10) mendefinisikan autisme khususnya childhood autism sebagai adanya keabnormalan dan atau gangguan perkembangan yang muncul sebelum usia tiga tahun dengan tipe karakteristik tidak normalnya tiga bidang yaitu interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku yang diulang-ulang (Tim YPAC, 2000).

Anak autis termasuk salah satu jenis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengalami gangguan neurobiologis dengan adanya hambatan fungsi syaraf otak yang berhubungan dengan fungsi komunikasi, motorik sosial dan perhatian. Hambatan yang dialami anak autis merupakan kombinasi dari beberapa gangguan perkembangan syaraf otak dan perilaku siswa yang muncul pada tiga tahun pertama usia anak (Apriani, 2016).

Sutadi menjelaskan bahwa yang dimaksud autistik adalah gangguan perkembangan neurobiologis berat yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berelasi (berhubungan dengan orang lain). Penyandang autisme tidak dapat berhubungan dengan orang lain secara berarti, serta kemampuannya untuk membangun hubungan dengan orang lain terganggu karena ketidakmampuannya untuk berkomunikasi dan mengerti perasaan orang lain penyandang autis memiliki gangguan pada interaksi sosial, komunikasi (baik  verbal maupun non-verbal), imajinasi, pola perilaku repetitive dan resistensi terhadap perubahan pada rutinitas (Tim YPAC, 2000).

Ika Widyawati menjelaskan bahwa autism merupakan gangguan perkembangan pervasif/ Pervasive Developmental Disorder (PDD) atau disebut Autism Specrtum Disorder (ASD) yang ditandai dengan adanya abnormalitas dan/ atau hendaya perkembangan yang muncul sebelum usia 3 tahun, dan mempunyai fungsi yang abnormal dalam 3 bidang, yaitu interaksi : sosial, komunikasi, dan perilaku yang terbatas (restriktif) dan berulang (repetitif) (Tim YPAC, 2000).

Autisme atau autisme infantil (Early Infantile Autism) pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner, seorang psikiatris Amerika pada tahun 1943. Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut Sindrom Kanner. Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi wajah yang kosong seolah-olah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi (Sofia.2010).

Pada awalnya istilah “autisme” diambilnya dari gangguan schizophrenia, dimana Bleuer memakai autisme ini untuk menggambarkan perilaku pasien skizofrenia yang menarik diri dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri. Namun ada perbedaan yang jelas antara penyebab dari autisme pada penderita skizofrenia dengan penyandang autisme infantil. Pada skizofrenia, autism disebabkan dampak area gangguan jiwa yang didalamnya terkandung halusinasi dan delusi yang berlansung minimal selama 1 bulan, sedangkan pada anak-anak dengan autisme infantile terdapat kegagalan dalam perkembangan yang tergolong dalam kriteria gangguan pervasive dengan kehidupan autistik yang tidak disertai dengan halusinasi dan delusi (Tim YPAC, 2000).

Thursday, June 14, 2018

surat peminjaman gedung gereja

Medan, Oktober 2017


Hal : Permohonan Peminjaman Gedung Gereja

Kepada Yth,
Bapak Pendeta/ ParhaladoHKBP XXXXXXXXXX
di
      Tempat


Syaloom….


Salam Sejahtera, kami atas nama Persekutuan Kristen Karyawan/I PT. Maju Terus Tanpa Lelah Medan datang memohon kehadapan Bapak Pendeta/ Parhalado HKBP XXXXXXXXXX untuk sudi kiranya memberikan Gedung/Gereja ini untuk pelaksanaan perayaan Natal kami, yang akan diadakan pada :

Hari/ Tanggal : Minggu/ xx Desember 2018
Waktu : 16.00 Wib ( Jam 4 Sore)  s/d selesai

Demikianlah surat permohonan ini kami sampaikan, semoga Bapak dapat memakluminya, sebelum dan sesudahnya kami ucapkan banyak terima kasih.


Hormat kami,
Panitia Natal Persekutuan Kristen Karyawan/ti
PT. Maju Terus Tanpa Lelah Medan



XXXXXXXXXXXXX                                                             XXXXXXXXXXXXX
Ketua                                                                                      Sekretaris

Sunday, June 10, 2018

SURAT KETERANGAN MOBIL ANGKUTAN KELUAR DARI CV

KOP SURAT SURAT PERUSAHAAN
__________________________________________________________________________________

SURAT KETERANGAN
NO.SM/……../………/2018

Saya yang bertanda tangan dibawah ini : 

Nama   : Drs. xxxxxxxxxxxxxxxx
Jabatan : Direktur CV. xxxxxxxxx
Alamat  : Jl. xxxxxxxxxxxxxxxxxx Medan

Dengan ini menerangkan, bahwa kenderaan bermotor : 

Atas nama           : CV. xxxxxxxxx
BK                     :  xxxxx EHDD
Merk/Type          : MITSUBISHI L-300 DB
Jenis/Model         : Mobil Penumpang
Tahun Pembuatan : 2004
Warna                 : Putih Kombinasi
Nomor Rangka     : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Nomor Mesin       : xxxxxxxxxxxx

Terhitung sejak tanggal surat ini dikeluarkan kendaraan tersebut diatas benar telah keluar dari gabungan CV.xxxxxxxx, segala urusan yang menyangkut mobil ini tidak lagi menjadi tanggung jawab CV.xxxxxxxxx.

Demikian surat keterangan ini diberikan untuk dapat dipergunakan seperlunya.


Medan, xxxxxxxxx 2018



Drs.xxxxxxxxx
Direktur


"Demikian contoh Surat Keterangan Mobil Angkutan (Kendaraan) telah keluar dari gabungan CV (perusahaan angkutan), semoga bermanfaat. terima kasih telah mengunjungi blog ini"

Saturday, February 24, 2018

4 Jenis Energi dan Contohnya

1. ENERGI LISTRIK 
Lampu senter yang kita gunakan dapat menyala karena ada energi listrik yang mengalir pada lampu. Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik yang bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan arus listrik. Energi listrik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sebagai penerangan. Energi listrik juga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin. Energi listrik yang biasa kita gunakan dalam rumah tangga berasal dari pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut menggunakan berbagai sumber energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari. Energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber energi listrik yang lebih kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

Contoh energi listrik

Baterai Jam










Lampu











Kipas Angin












2. ENERGI BUNYI
Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Ketika kita mendengar bunyi guntur yang sangat keras, terkadang kaca jendela rumah kita akan ikut bergetar. Hal ini disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi merambatkan energinya melalui udara. Sebenarnya ketika terjadi guntur, energi yang dimiliki guntur tidak hanya mengenai kaca rumah tetapi mengenai seluruh bagian rumah. Akan tetapi, energi yang dimiliki Guntur tidak cukup besar untuk menggetarkan bagian rumah yang lainnya.

Contoh energi bunyi

Lonceng 









Radio











Terompet












3. ENERGI KALOR (PANAS)
Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan wujud zat. Energi kalor biasanya merupakan hasil sampingan dari perubahan bentuk energi lainnya. Energi kalor dapat diperoleh dari energi kimia, misalnya pembakaran bahan bakar. Energi kalor juga dapat dihasilkan dari energi kinetik benda-benda yang bergesekan. Sebagai contoh, ketika kamu menggosok-gosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasakan panas pada telapak tanganmu.


Contoh energi panas

Api unggun 









Matahari








Gunung Berapi


4. ENERGI KIMIA
Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi kimia adalah bahan makanan yang kita makan. Bahan makanan yang kita makan mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia. Energi kimia yang dilepaskan berguna bagi tubuh kita untuk membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu tubuh, dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api. Energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar jenis ini sangat besar sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat terbang, dan kereta api.

Contoh energi kimia

Kembang api 

Aki

Kue berbahan kimia