Monday, July 20, 2015

Pemrosesan dan Bagan Arus (Flowchart) Siklus Pendapatan

Pemrosesan dan Bagan Arus (Flowchart) Siklus Pendapatan : adalah Pemrosesan dari peristiwa ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan ekuitas suatu perusahaan, yaitu direfleksikan dalam perkiraan-perkiraannya dan diukur dalam suatu moneter. pemrosesan tranksasi dapat dibedakan atas pemrosesan traksaksi secara manual adan pemrosesan transaksi dengan menggunakan sistem komputerisasi yaitu dengan menggunakan peralatan elektronik.

Pemrosesan transaksi secara elektronik terbagi dua yaitu :
1. Pemrosesan Real Time (On-Line)
Pemrosesan real time (on line) memproses data pada saat terjadinya transaksi, sehingga proses ini akan menghasilkan data yang selalu up-to-date. Sistem pemrosesan ini memiliki manfaat potensial, termasuk meningkatkan perputaran persediaan, menguranti jeda waktu dalam penagihan ke pelanggan, pemrosesan pesanan penjualan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. 

Keunggulan dari pemrosesan real time (on-line) adalah
a. Pemrosesan real time (on line) akan sangat menyederhanakan siklus kas perusahaan. sistem real time (on-line) dengan terminal komputer yang terhubung dengan komputer pusat memungkinkan pesanan diterima pag ihari dan barang bisa langsung dikirmkan pada siang hari, sehingga penagihan kepada pelanggan dalam hari yang sama memungkinkan untuk dilakukan.

b. Pemrosesal real time (on-line) akan memberikan perusahaan keuntungan dalam persaingan pasar. Informasi mutakhir yang disediakan melalui proses real time (on-line) akan meningakatkan kemampuan perusahaan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan, yang menyebabkan peningkatan penjualan.

c. Program perbaikan yang dilakukan secara real time memperbolehkan untuk memperbaiki banyak tipe kesalahan sehingga dapat meningkatkan efektivitas serta efisiensi operasional. Prosedur manual mempunyai kecenderungan untuk menghasilkan kesalahan yang kritis, seperti nomor rekening salah, nomor persediaan yang tidak valid, dan salah dalam melakukan perhitungan harga.

d. Pemrosesan batch
Arus pemrosesan transaksi dalam sistem komputer pemrosesan batch pada hakekatnya sama dengan sistem manual. traksaksi tidak diproses pada sat terjadinya tetapi dikumpulkan dan digabung untuk kemudian diproses secar abersamaan. sebuah batch adalah kelompok transaksi yang serupa (seperti misalnya pesanan penjualan) yang diakumulasi selama beberapa wkatu dan kemudian diproses secara bersama-sama.

Keunggulan dari pemrosesan batch, yaitu :
a. Perusahaan meningkatkan efisiensi dengan bersama-sama mengelompokkan sejumlah besar transaksi ke dalam kelompok dari pada memproses setiap peristiwa secara terpisah. Pemrosesan batch merupakan suatu metode yang ekonomis untuk pemrosesan transaksi yang bervolume tinggi.

b. Pemrosesan batch memberikan sarana kontrol atas pemrosesan transaksi. Apabila ada kesalahan yang muncul selama pemrosesan (misalnya pesanan penjualan hilang), maka perhitungan kembali total transaksi tidak akan sama dengan kelompok transaksi awal, da ndengan pemrosesan batch hal ini akan terdeteksi.

Daftar Bacaan : 

Bodnar, George H., William S. Hopwood. Accounting Information System, Seventh Edition, Prentice - Hall Iternational. Inc. Upper Saddle River, New Jersey, 1998.

Hadibroto.S., Studi Perbandingan Antaran Akuntansi Amerika dan Belanda Dan Pengaruhnya Terhadap Profesi Di Indonesia, PT.Ichtiar Baru-Van Hoeve.1983.

Demikianlah penjelasan tentang Sisitem Informasi Akuntansi "Defenisi dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi" semoga bermanfaat khusususnya pada teman-teman mahasiswa. terimakasih

Saturday, July 18, 2015

Faktor-Faktor Terjadinya Infeksi Nosokomial

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Infeksi Nosokomial : Sejumlah faktor mempermudah kemungkinan terjadinya infeksi nosokomial pada penderita yakni bila penderita masuk rumah sakit, maka ketahanan dapat menurun hal ini di sebabkan system imun (ketahanan tubuh) penderita/pasien sangat  mudah di masuki oleh mikroorganisme penyebab infeksi ini. Dalam proses penyebaranya biasanya melalui alat-alat kesehatan yang dipakai pada saat penanganan terhadap pasien seperti : pembedahan, radiasi, injeksi, dan cara penanganan atau pengobatan yang lain. Faktor lain yang memungkinkan terjadinya infeksi nosokomial tergantung pada :

1. Karakteristik Mikroorganisme
2. Resistensi terhadap zat-zat antibiotika
3. Dan banyaknya infeksius

Semua mikroorganisme termasuk bakteri,virus,jamur dan parasit dapat menyebabkan infeksi nosokomial. Infeksi ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang didapat dari orang lain (cross infection) atau disebabkan oleh flora normal dari pasien itu sendiri (endogenous infection).Kebanyakan infeksi yang terjadi di rumah sakit ini lebih di sebabkan karena faktor external,yaitu penyakit yang penyebaranya melalui makanan,udara,benda atau bahan yang tidak steril serta dari kebersihan lingkungan dan sanitasinya.

Prosedur Pelaksaan Penanggulangan Infeksi Nosokomial
Cuci Tangan : Tehnik mencuci tangan yang baik merupakan satu-satunya cara yang paling penting untuk mengurangi penyebaran infeksi. Dengan cara menggosok tangan dengan sabun atau deterjen dan air kuat kuat selama 15 detik dan dibilas baik baik sebelum dan sesudah memeriksa penderita, sudah cukup. Namun bila selama merawat penderita, tangan terkena darah, sekresi luka, bahan bernanah, atau bahan yang lain yang di curigai maka harus di cuci selama 2 sampai 3 menit dengan menggunakan bahan  cuci antiseptic.

Asepsis : penghinderaan atau pencegahan penularan dengan cara meniadakan mikroorganisme yang secara potensial berbahaya.Tujuan asepsis ialah mencegah atau membatasi infeksi.di rumah sakit digunakan 2 konsep asepsis yaitu asepsis medis dan bedah.Asepsis Medis meliputi segala praktek yang di gunakan untuk menjaga agar para petugas medis,penderita dan lingkungan terhindar dari penyebab infeksi,seperti cuci tangan,sanitasi dn kebersihan lingkungan rumah sakit itu hanyalah beberapa contok asepsis medis.Asepsis Bedah meliputi cara kerja yang mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam luka dan jaringan penderita.Maka dari itu dalam asepsis bedah semua alat kesehatan harus berprinsip steril,lingkungan harus bersanitasi, dan juga flora mikroba di udara harus di saring lewat filter berefisiensi tinggi.

Disinfeksi dan Sterilisasi di Rumah Sakit : Banyak rumah sakit mempunyai pusat penyediaan yaitu tempat kebanyakan peralatan dan suplai dibersihkan serta di sterilkan. Hasil proses ini di monitor oleh laboratorium. mikrobiologi secara teratur. Kecenderungan rumah sakit untuk menggunakan alat alat serta bahan yang di jual dalam  keadaan steril dan sekali pakai. karena dapat mempersingkat waktu tanpa harus mensterilkan alat, tetapi juga dapat mengurangi pemindah sebaran patogen melalui infeksi silang.  

Sanitasi Lingkungan Rumah Sakit : Tujuan sanitasi lingkungan adalah membunuh atau menyingkirkan pencemaran atau mikroba dari permukaan. Untuk mengevaluasi prosedur dan cara-cara untuk mengurangi pencemaran, dilakukan pengambilan contoh mikroorganisme sewaktu-waktu dari permukaan lantai.

Pengawasan Infeksi : pengamatan dan pengawasan serta pencatatan secara sistematik terjadinya penyakit menular, ini merupakan dasar bagi usaha pengendalian aktif.Identisifikasi dan evaluasi masalah-masalah infeksi nosokomial dan pengembangan serta penilaian pengendalian efektif hanya dapat dicapai dengan adanya pengawasan teratur terhadap infeksi-infeksi semacam itu pada penderita.

Pengawasan Penderita atau Pasien : Pengawasan infeksi penderita di mulai ketika masuk rumah sakit dengan menyertakan kartu data infeksi di dalam catatan medis penderita.Data yang di kumpulkan setiap hari mengenai biakan dari laboratorium mikrobiologi serta dari hasil inspeksi laboratoris dan klinis di catat pada setiap kartu data infeksi setiap penderita.

Pengawasan Pekerja Rumah Sakit : Pemeriksaan fisik harus merupakan persyaratan bagi  semua petugas rumah sakit,dan catatan imunisasi harus diperiksa.Bila tidak tercatat,maka imunisasi terhadap penyakit polio,tetanus,difteri,dan campak harus di isyaratkan.Petugas yang menunjukkan hasil positif pada uji tuberculin harus diperiksa dengan sinar x di bagian dada untuk menentukan kemungkinan adanya tuberculosis aktif.

Pengawasan Lingkungan Rumah Sakit : Bila perawat pengendalian infeksi menemukan satu atau lebih kasus infeksi baru,maka mungkin diperlukan banyak biakan dari penderita,petugas dan lingkungan untuk menemukan sumber patogen dan lalu meniadakanya.

Pengertin Infeksi

Infeksi adalah proses invasif oleh mikroorganisme dan berproliferasi didalam tubuh yang menyebabkan sakit (potter &Perry 2005) sedangkan menurut Smeltzer & Brenda (2002), infeksi adalah beberapa penyakit yang disebabkan olehn pertumbuhan organisme patogenik dalam tubuh.

b. Penyebab infeksi
Tipe mikroorganisme penyebab infeksi dibagi menjadi empatkategori, yaitu :
1)      Bakteri : Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. Ratusanspesies bakteri dapat menyebabkan penyakit pada manusia dandapat hidup didalam tubuhnya. Bakteri bisa masuk antara lainmelalui udara, tanah, air, makanan, cairan dan jaringan tubuh danbenda mati lainnya.
2)      Virus : Virus terutama berisi asam nukleat (nukleat acid) karenanyaharus masuk dalam sel hidup untuk di produksi.
3)      Parasit : Parasit hidup dalam organisme hidup lain, termasukkelompok parasit adalah protozoa, cacing dan arthropoda.
4)      Fungi : Fungi terdiri dari ragi dan jamur

c. Tipe Infeksi
1) Kolonisasi Merupakan suatu proses dimana benih mikro organism menjadi flora yang menetap/residen. Mikroorganisme bisa tumbuh dan berkembang biak tetapi tidak bisa menimbulkan penyakit. Infeksi terjadi ketika mikro organisme yang menetap tadi sukses menginvasi/ menyerang bagian tubuh/host manusia yang system pertahanannya tidak efektif dan pathogen menyebabkan kerusakan jaringan.
2) Infeksi localSpesifik dan terbatas pada bagian tubuh dimanamikroorganisme tinggal.
3) Infeksi SistemikTerjadi bila microorganisme menyebar kebagian tubuh yanglain dan menimbulkan kerusakan.
4) BakterimiaTerjadi ketika didalam darah ditemukan adanya bakteri.
5) SeptikimiaMultiplikasi bakteri dalam darah sebagai hasil dari infeksisistemik.
6) Infeksi akutInfeksi yang muncul dalam waktu singkat.
7) Infeksi kronikInfeksi yang terjadi secara lambat dalam periode yang lama(dalam hitungan bulan/tahun).

d. Rantai Infeksi
Proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkaitantar berbagai faktor yang saling mempengaruhi, yaitu ageninfeksi, reservoir, portal of exit, cara penularan, portal of entry danhost atau penjamu yang rentan.Skema 2.1 Agen infeksiHost/pejamu ReservoirPortal de exit Portal de entryCara penularan(Perry & Potter 2005)1) Agen InfeksiMikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi antaralain bakteri, virus, jamur dan protozoa. Mikroorganisme dikulit bias kuman yaitu usia, keturunan, stress (fisik dan emosional), statusnutrisi, terafi medis, pemberian obat dan penyakit penyerta.

e. Proses Infeksi
Infeksi terjadi secara progresif dan beratnya infeksi padaklien tergantung dari tingkat infeksi, patogenisitas mikroorganismedan kerentanan penjamu. Dengan proses perawatan yang tepat,maka akan meminimalisir penyebaran dan meminimalkanpenyakit. Perkembangan infeksi mempengaruhi tingkat asuhankeperawatan yang diberikan.Berbagai komponen dari system imun memberikan jaringankompleks mekanisme yang sangat baik yang jika utuh, berfungsimempertahankan tubuh terhadap mikroorganisme asing dan sel-sel ganas. Pada beberapa keadaan, komponen-komponen baikrespon spesifik maupun non spesifik bisa gagal dan hal tersebutbisa mengakibatkan kerusakan pertahanan hospes. Orang-orangyang mendapat infeksi yang disebabkan oleh defisiensi dalampertahanan dari segi hospesnya disebut hospes yang melemah.Sedangkan orang-orang dengan kerusakan mayor yangberhubungan dengan respon imun spesifik disebut hospes yangterimunosupres.Ciri-ciri umum yang berkaitan dengan hospesyang melemah adalah : infeksi berulang, infeksi kronik, ruam kulit,diare, kerusakan pertumbuhan dan meningkatnya kerentananterhadap kanker tertentu.Secara umum proses infeksi adalah sebagai berikut :
1) Periode inkubasiInterval antara masuknya pathogen kedalam tubuh danmunculnya gejala pertama.
2) Tahap prodromal Interval dari awitan tanda dan gejala non spesifik (malaise,demam ringan, keletihan) sampai gejala yang spesifik. Selamamasa ini, mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak dan klienlebih mampu menyebarkan penyakit ke orang lain.
3) Tahap sakitKlien memanifestasikan tanda dan gejala yang spesifikterhadap jenis infeksi.
4) PemulihanInterval saat munculnya gejala akut infeksi.

f. Pertahanan terhadap infeksi
Tubuh memiliki pertahanan normal terhadap infeksi. Floranormal tubuh yang tinggal didalam dan luar tubuh melindungiseseorang dari beberapa pathogen. Setiap system organ memilikimekanisme pertahanan terhadap agen infeksius. Flora normal,system pertahanan tubuh dan inflamasi adalah pertahanan nonspesifik yang melindungi terhadap mikroorganisme.

1) Flora normalSecara normal tubuh memiliki mikroorganisme yang adapada lapisan permukaan dan didalam kulit, saliva, mukosa oraldan saluran gastrointestinal. Manusia secara normalmengekskresi setiap hari triliyunan mikroba melalui usus. Floranormal biasanya tidak menyebabkan sakit tetapi biasanya justruturut berperan dalam memelihara kesehatan. Flora ini bersaingdengan mikroorganisme penyebab penyakit untuk mendapatkanmakanan. Flora normal juga mengekskresi substansi antibakteridalam usus. Flora normal kulit menggunakan tindakan protektifdengan menghambat multiplikasi organisme yang menempeldikulit. Flora normal dalam jumlah banyak mempertahankan keseimbangan yang sensitive dengan mikroorganisme lain untukmencegah infeksi. Setiap faktor yang mengganggu keseimbanganini mengakibatkan individu semakin beresiko mendapatkanpenyakit infeksi.

2) Pertahanan system tubuhSejumlah system organ tubuh memiliki pertahanan unikterhadap mikroorganisme. Kulit, saluran pernafasan dan salurangastrointestinal sangat mudah dimasuki oleh mikroorganisme.Organisme pathogen dengan mudah menempel pada permukaankulit, di inhalasi melalui pernafasan atau dicerna melalui makanan.Setiap system organ memiliki mekanisme pertahanan yang secarafisiologis disesuaikan dengan struktur dan fungsinya. Berikut iniadalah mekanisme pertahanan normal terhadap infeksi :

3) InflamasiInflamasi merupakan reaksi protektif vaskular denganmenghantarkan cairan, produk darah dan nutrien ke jaringaninterstisial ke daerah cidera. Proses ini menetralisasi danmengeliminasi patogen atau jaringan mati (nekrotik) dan memulaicara-cara perbaikan jaringan tubuh. Tanda inflamasi termasukbengkak, kemerahan, panas, nyeri/nyeri tekan, dan hilangnyafungsi bagian tubuh yang terinflamasi. Bila inflamasi menjadisistemik akan muncul tanda dan gejala demam, leukositas,malaise, anoreksia, mual, muntah dan pembesaran kelenjar limfe.Respon inflamasi dapat dicetuskan oleh agen fisik, kimiawiatau mikroorganisme.

Respon inflamasi termasuk hal berikut ini:a) Respon seluler dan vaskuler Arteriol yang menyuplai darah yang terinfeksi atau yangcidera berdilatasi, memungkinkan lebih banyak darah masuk dalam sirkulasi. Peningkatan darah tersebut menyebabkan kemerahan pada inflamasi. Gejala hangat lokal dihasilkan dari volume darah yang meningkat pada area yanginflamasi. Cidera menyebabkannekrosis jaringan dan akibatnya tubuh mengeluarkan histamin,bradikinin, prostaglandin dan serotonin. Mediator kimiawi tersebutmeningkatkan permeabilitas pembuluh darah kecil. Cairan, proteindan sel memasuki ruang interstisial, akibatnya muncul edemalokal. Tanda lain inflamasi adalah nyeri. Pembengkakan jaringanyang terinflamasi meningkatkan tekanan pada ujung syaraf yangmengakibatkan nyeri.b) Pembentukan eksudat inflamasiakumulasi cairan dan jaringan mati serta SDP membentukeksudat pada daerah inflamasi. Eksudat dapat berupa serosa(jernih seperti plasma), sanguinosa (mengandung sel darahmerah) atau purulen (mengandung SDP dan bakteri). Akhirnyaeksudat disapu melalui drainase limfatik. Trombosit dan proteinplasma seperti fibrinogen membentuk matriks yang berbentuk jalapada tempat inflamasi untuk mencegah penyebaran.c) Perbaikan jaringanSel yang rusak akhirnya digantikan oleh sel baru yang sehat.Sel baru mengalami maturasi bertahap sampai sel tersebutmencapai karakteristik struktur dan bentuk yang sama dengan selsebelumnya.

g. Respon Imun
Saat mikroorganisme masuk dalam tubuh, pertama kali akandiserang oleh monosit. Sisa mikroorganisme tersebut yang akanmemicu respon imun. Materi asing yang tertinggal (antigen)menyebabkan rentetan respon yang mengubah susunan biologistubuh. Setelah antigen masuk dala tubuh, antigen tersebut bergerak ke darah atau limfe dan memulai imunitas seluler atauhumural.
1) Imunitas selular Ada kelas limfosit, limfosit T (CD4T) dan limfosit B (sel B).Limfosit T memainkan peran utama dalam imunitas seluler. Adareseptor antigen pada membran permukaan limfosit CD4T. Bilaantigen bertemu dengan sel yang reseptor permukaannya sesuaidengan antigen, maka akan terjadi ikatan. Ikatan ini mengaktifkanlimfosit CD4T untuk membagi diri dengan cepat untuk membentuksel yang peka. Limfosit yang peka bergerak ke daerah inflamasi,berikatan dengan antigen dan melepaskan limfokin. Limfokinmenarik & menstimulasi makrofag untuk menyerang antigen.
2) Imunitas humoralStimulasi sel B akan memicu respon imun humoral,menyebabkan sintesa imunoglobulin/antibodi yang akanmembunuh antigen. Sel B plasma dan sel B memori akanterbentuk apabila sel B berikatan dengan satu antigen. Sel Bmensintesis antibodi dalam jumlah besar untuk mempertahankanimunitas, sedangkan sel B memori untuk mempersiapkan tubuhmenghadapi invasi antigen.
3) AntibodiMerupakan protein bermolekul besar, terbagi menjadiimunoglobulin A, M, D, E, G. Imunoglobulin M dibentuk pada saatkontak awal dengan antigen, sedangkan IgG menandakan infeksiyang terakhir. Pembentukan antibodi merupakan dasar melakukanimunisasi.
4) KomplemenMerupakan senyawa protein yang ditemukan dalam serumdarah. Komplemen diaktifkan saat antigen dan antibodi terikat.Komplemen diaktifkan, maka akan terjadi serangkaian proseskatalitik.5) InterferonPada saat tertentu diinvasi oleh virus. Interferon akanmengganggu kemampuan virus dalam bermultiplikasi.

h. Tanda-tanda infeksi
Tanda-tanda infeksi menurut Abrams, 1995; Rukmono, 1973;Mitchell & Cotran, 2003 antara lain :
1) Ruborrubor atau kemerahan merupakan hal pertama yang terlihatdi daerah yang mengalami peradangan. Saat reaksi peradangantimbul, terjadi pelebaran arteriola yang mensuplai darah ke daerahperadangan. Sehingga lebih banyak darah mengalir kemikrosirkulasi lokal dan kapiler meregang dengan cepat terisipenuh dengan darah. Keadaan ini disebut hiperemia ataukongesti, menyebabkan warna merah lokal karena peradanganakut.
2) KalorKalor terjadi bersamaan dengan kemerahan dari reaksiperadangan akut. Kalor disebabkan pula oleh sirkulasi darah yangmeningkat. Sebab darah yang memiliki suhu 37oC disalurkan kepermukaan tubuh yang mengalami radang lebih banyak daripadake daerah normal.
3) DolorPerubahan pH lokal atau konsentrasi lokal ion-ion tertentudapat merangsang ujung-ujung saraf. Pengeluaran zat sepertihistamin atau zat bioaktif lainnya dapat merangsang saraf. Rasasakit disebabkan pula oleh tekanan yang meninggi akibatpembengkakan jaringan yang meradang.4) TumorPembengkakan sebagian disebabkan hiperemi dan sebagianbesar ditimbulkan oleh pengiriman cairan dan sel-sel dari sirkulasidarah ke jaringan-jaringan interstitial.5) Functio laesaBerdasarkan asal katanya, functio laesa adalah fungsi yanghilang (Dorland, 2002). Functio laesa merupakan reaksiperadangan yang telah dikenal. Akan tetapi belum diketahuisecara mendalam mekanisme terganggunya fungsi jaringan yangmeradang.

Friday, July 17, 2015

Cara Membersihkan Telinga yang sehat

Cara Membersihkan Telinga yang sehat : Membersihkan telinga menggunakan kapas bersih (korek kuping) sebenarnya tidak dianjurkan para pakar Kesehatan. walau rasanya enak, membersihkan telinga dengan kapas bersih sebenarnya berbahaya dan tidak efektif karena kotoran telinga juga memiliki manfaat, untuk melumasi dan menjadi antibakteri dalam telinga sehingga telinga tak gampang terasa kering. Walau anda merasa membersihkan telinga termasuk bagian dari gaya hidup bersih, para ahli pakar kesehatan justru tidak sepakat.

Dokter THT dan neurologi dari New York Head & Neck Institute di Lenox Hill Hospital, Sujana Chandrasekhar, melihat bahwa pasiennya membersihkan kotoran telinga dengan kapas karena terasa menyenangkan. Hal itu kemudian menjadi kebiasaan.

"Sekali memulai, Anda tak merasa lengkap jika belum melakukannya," terang Chandrasekhar.
Walau Anda merasa kapas adalah sesuatu yang lembut, nyatanya Anda membersihkan kotoran telinga dengan batang cotton bud (korek kuping). Hal itu dapat merobek kulit di lubang telinga hingga menyebabkan infeksi. Skenario terburuk yang bisa menimpa Anda adalah, gendang telinga tertusuk karena gesekan yang agresif.

Chandrasekhar menceritakan, ada pasiennya yang membersihkan telinga sambil menyetir mobil lalu menginjak rem. Pasien tersebut menusuk gendang telinganya dan nyaris mengalami kerusakan permanen.

"Membersihkan dengan korek kuping sebenarnya mendorong kotoran itu semakin dalam, bukannya membersihkannya," lanjutnya.

Pada dasarnya, kita tak perlu membersihkan lubang telinga karena tubuh memiliki mekanisme membersihkan dirinya sendiri. Kulit yang melapisi saluran telinga juga berbeda dari kulit bagian tubuh lain. Ada gerakan aktif pada kotoran telinga dari luar serta ke dalam dan ke luar untuk menghilangkan kotoran atau debu. 

Jika Anda telah kecanduan, cara terbaik untuk mengembalikan telinga Anda ke keadaan semula adalah berhenti menggunakan kapas. Namun, hal itu bisa sulit bagi Anda, apalagi ketika bagian dalam telinga terasa gatal. 

"Jika gendang telinga tak tertusuk, Anda bisa meneteskan satu atau dua tetes minyak mineral atau baby oil untuk menyingkirkan rasa gatal," ujarnya.

Cara efektif yang bisa dilakukan di rumah untuk membersihkan kotoran telinga adalah memasukkan minyak kedalam telinga selama 15-30 menit, lalu gunakan at-home irrigation kit (alat penyedot) untuk membersihkannya. Cara ini direkomendasikan oleh American Academy of Otolaryngology bagian Head & Neck Surgery.

Kalau pendengaran Anda terganggu atau terasa gatal terus-menerus, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bisa juga Anda melakukan pembersihan kotoran jika itu menyumbat saluran telinga. 


Jangan tergoda mencoba pembersihan kotoran telinga dengan lilin seperti di spa karena belum ada bukti ilmiah yang bisa mendukung keamanan dan hasilnya. Hal itu sangat tidak efektif dan berbahaya, dengan hasil terburuk, yaitu luka bakar hingga pelubangan pada membran, bagian yang memisahkan saluran telinga dan telinga bagian tengah.

Tuesday, July 7, 2015

PENYEBAB DEMAM BERDARAH - DBD

Disini akan coba saya jelaskan secara detail penyebab serangan demam berdarah pada tubuh manusia
semoga bermanfaat.....

Penyebab Demam Berdarah
Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue, itulah sebabnya penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue yang disingkat menjadi DBD. Ada 4 jenis virus Demam Berdarah, itulah sebabnya pada beberapa kasus penderita demam berdarah yang satu menunjukkan gejala yang berbeda dengan penderita Demam berdarah lainnya. Penyakit ini menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus yang ada berpindah ke orang yang sehat dan akan menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.

Tifus
Tifus disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini ada pada berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebaran bakteri ini dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri seperti lalat atau serangga lainnya. Bakteri ini bisa ada pada makanan atau minuman dan akan masuk ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Itulah penyebab seseorang bisa terkena tifus.

Bagian yang Diserang
Demam Berdarah
Virus demam berdarah menyebabkan terjadinya pendarahan pada organ tubuh penderitanya. Bintik merah yang biasa muncul pada penderita menunjukkan adanya pendarahan dalam tubuhnya. Jika sudah parah, pendarahan dapat terjadi pada organ-organ penting yang dapat menyebabkan kematian.

Tifus
Bakteri tifus menyerang usus sehingga menyebabkan luka pada usus. Selanjutnya akan menyerang hati, limpa dan kantung empedu.

Gejala
Demam Berdarah
Pada penderita demam berdarah, gejala-gejala yang biasa ditemui adalah:
Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.

Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.

Tifus
Pada penderita tifus, gejalanya adalah sebagai berikut:
Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
Nyeri perut dan diare.
Batuk dan sakit tenggorokan.
Pemeriksaan
Cara paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita demam berdarah atau tifus adalah dengan melakukan pemeriksaan. Berkonsultasi dengan dokter dan biasanya untuk memastikan, dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan darah. Dengan mengambil darah penderita bisa diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita.

Demam Berdarah
Pada pasien demam berdarah, pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit. Jika trombosit menurun, biasanya < 100.000/ul, seseorang akan didiagnosis mengalami demam berdarah. Tetapi, jika demam baru satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit yang masih normal. Pada kasus seperti ini, Anda dapat berkunjung kembali ke dokter untuk memeriksa jumlah trombosit jika masih mengalami demam. Pada pemeriksaan yang lebih canggih, dapat diketahui apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Jadi, jika jumlah trombosit masih normal tetapi pada darah positif mengandung virus dengue berarti Anda mengalami demam berdarah.

Tifus
Untuk mengetahui apakah Anda mengalami tifus atau tidak, maka akan dilakukan tes Widal. Yang diperiksa pada tes ini adalah apakah pada darah mengandung antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi. Jika hasil menunjukkan > 1/160 berarti Anda menderita tifus. Pemeriksaan lain dapat dilakukan dengan memeriksa tinja penderita karena pada tinja penderita tifus mengandung bakteriSalmonella typhi.

Pengobatan
Demam Berdarah
Tidak ada obat khusus untuk mengobati penderita demam berdarah karena tidak ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi. Jika penderita tidak dapat makan dengan baik, mengalami diare atau muntah, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar dapat dibantu dengan infus sehingga daya tahan penderita lebih kuat. Pada penderita demam berdarah tidak ada pantangan makanan.

Tifus
Untuk pengobatan tifus, biasanya akan diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Untuk menyembuhkan usus yang luka, makanan yang dimakan tidak boleh keras agar tidak memaksa kerja usus yang sedang sakit. Nasi tim atau bubur menjadi makanan yang dikonsumsi penderita. Hindari juga makanan yang asam dan pedas.

Cara Pencegahan
Demam Berdarah
Seperti yang sering didengungkan, untuk mencegah, khususnya mecegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang merupakan sarana penularan demam berdarah adalah dengan melakukan gerakan 3 M. Yang dimaksud gerakan 3 M adalah Menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat genangan air hujan.

Tifus
Sedangkan untuk mencegah tifus adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih sehingga bakteri tifus tidak dapat berkembang biak. Pilihlah makanan dan minuman yang bersih untuk dikonsumsi.
Selain itu, penting menjaga kondisi tubuh tetap fit. Dengan daya tahan tubuh yang kuat mencegah penyakit demam berdarah atau DBD dan tifus menimpa kita.