Thursday, June 4, 2015

CARA MENGHINDARI BEGAL MALAM HARI


Cara Menghindari Begal pada Malam Hari :
Baru-baru ini kita masyarakat sudah pasti tau dan merasa resah tentang adanya Begal (Perampokan dan Perampasan Sepeda Motor yang tak segan segan melukai korbannya) sebagaimana yang kita lihat baik berita dari Media Televisi ataupun Media Sosial Online Internet, Begal sebenarnya bukanlah hal yang harus ditakuti selama Anda dapat menghindari tempat yang menjadi sarangnya. Biasakan Selalu waspada dan hati-hati menjadi kunci utama keselamatan.Bila perlu apabila memang karena kerja atau urusan penting setiap harinya pulang malam, ada baiknya untuk mengajak teman2 kerja biar serentak pulang, supaya menipiskan terjadinya keberanian begal pada malam hari.


Kini, perampasan kendaraan dan barang berharga, atau yang biasa disebut dengan "Begal", semakin marak. Tentu saja hal ini membuat kita lebih khawatir, terutama ketika orang-orang yang kita cintai mengabarkan mereka akan pulang malam akibat lembur. Lebih parah lagi, kriminalitas ini telah menelan sejumlah korban jiwa dan cacat fisik permanen akibat melawan para penjahat tersebut. Untuk itu, sampaikan 13 tips ini kepada orang-orang terdekat agar selalu waspada dan berhati-hati demi keselamatan mereka:

1. Tingkatkan kewaspadaan saat berkendara
Berwaspadalah saat berkendara, terutama saat melintasi jalan yang sepi dan terbilang rawan begal, agar selalu sigap terhadap segala kejadian di luar perkiraan.

2. Jangan berhenti di tempat yang sunyi
Tempat yang sepi dan sunyi adalah tempat operasinya si tukang begal. Cobalah untuk mencari tempat yang lebih ramai dan banyak lampu penerangan.

3. Selalu memberi kabar
Mintalah mereka untuk selalu mengirim pesan atau telepon agar Anda tahu di mana mereka berada.

4. Kendaraan selalu dalam keadaan prima
Usahakan kondisi kendaraan masih bagus antara lain klakson yang berguna memberi peringatan terhadap pengendara yang membahayakan keselamatan dan mencurigakan atau memberikan kode darurat kepada pengendara yang lewat.

5. Hindari pergi pada malam hari sendirian
Berkendara tunggal adalah sasaran bagi penindak kejahatan, karena begal pastinya berkelompok dan tidak sendirian.

6. Hindari kecepatan rata-rata rendah
Tambah sedikit kecepatan terutama pada jalan yang sedikit rawan. Akan tetapi tetaplah berhati-hati jangan sampai membahayakan pengendara lain.

7. Jangan berdandan berlebihan
Berpakaianlah yang sederhana dan tidak mencolok demi keselamatan.

8. Hindari mengendarai motor mewah pada malam hari
Begal dapat memperkirakan nilai atau harga kendaraan yang akan menjadi korban, jadi jangan terlalu sering melintasi jalan rawan dengan kendaraan yang mewah.

9. Kuasai jalan
Dengan menguasai jalan, Anda dapat memilih jalan alternatif yang lebih aman.

10. Kelengkapan kendaraan
Hal ini dapat membantu Anda untuk lebih berwaspada, seperti kelengkapan kaca spion yang dapat melihat pengendara di belakang.

11. Pasang GPS bila perlu
Kelengkapan ini akan terbilang super lengkap, karena dapat membantu penyelidikan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

12. Bersikap tenang tapi waspada terhadap gerak-gerik mencurigakan
Sigap itu penting agar begal merampungkan niat jahatnya karena begal mencari korban yang terlihat lemah.

13. Berdoa dan berserah terhadap Tuhan
Kita harus pastikan kemana pun kita melangkah jangan lupa untuk Berdoa dan memohon pertolongan dan keselamatan agar selalu dilindungi Yang Maha Kuasa perjalanan yang akan ditempuh hingga selamat sampai tujuan. Tuhan akan selalu menyelamatkan orang yang selalu memohon pertolongan terhadap-Nya. Amin

Saturday, May 9, 2015

GEOPOLITIK DAN WAWASAN NUSANTARA

Setelah beberapa lama istrahat posting artikel materi tentang tugas-tugas para teman mahasiswa,  Saat ini saya akan share lagi tentang pengertian Geopolitik, semoga bermanfaat untuk teman-teman mahasiswa dan adik-adik pelajar. 

Pengertian Geopolitik Kata geopolitik berasal dari kata geo dan politik. “Geo” berarti bumidan “Politik” berasal dari bahasa Yunani politeia, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri (negara) dan yang berarti urusan. Sementara dalam bahasa Inggris, politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip), keadaan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita atau tujuan tertentu. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki.

Secara umum geopolitik adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri, lingkungan, yang berwujud Negara kepulauan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Pentingnya geopolitik bagi Indonesia adalah untuk dapat mempertahankan Negara dan berperan penting dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik antar negara yang mungkin muncul dalam proses pencapaian tujuan.

Timbulnya pengetahuan geopolitik berpangkal pada tinjauan para ahli pikir dan sarjana tentang peranan faktor geografis terhadap kehidupan makhluk dan kebudayaan. Bahwa keadaan alam di sekitarnya adalah penting untuk tiap makhluk hidup. Kehidupan harus menyesuaikan diri dengan keadaan alamiah. Manusia sebagai makhluk sosial budaya tidak hanya dikelilingi oleh situasi sosial kultural semata tetapi pada hakikatnya tergantung pula serta diliputi oleh situasi alamiah.Frederich Ratzel (1844-1904). Perintis aliran geopolitik ialah Frederich Ratzel, yang menyatakan dalam bukunya “Political Geography” (1897) bahwa negara merupakan organism yang hidup dan supaya dapat hidup subur dan kuat maka memerlukan ruangan untuk hidup, dalam bahasa Jerman disebut Lebensraum. Negara-negara besar, kata Ratzel mempunyai semangat ekspansi, militerisme, danoptimisme.Rudolp Kjellen (1864-1922). Geopolitik sebagai suatu istilah adalah singkatan dari Geographical Politic,yang dicetuskan oleh seorang sarjana ilmu politik Swedia bernama Rudolp Kjellen pada 1900, dalam rangka mengemukakan suatu system politik yang menyeluruh, meliputi demo politik, ekonomi politik, sosiologi politik, kratopolitik, termasuk juga geopolitik. Kjellen melanjutkan ajaran Ratzel tentang teori organisme. Kjellen menegaskan bahwa negara adalah suatu organism yang dianggap sebagai “prinsip dasar”.

Karl Haushofer (1869-1946). Geopolitik kemudian berubah artinya setelah dipopulerkan oleh Karl Haushofer seorang perwira tentara di kota Munchen, dengan mengarah ke ekspansionisme dan resialisme. Hal ini dapat dilihat dari rumusan Karl Haushofer : “Geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan demi kelangsungan hidup suatu organisasi negara untuk memperoleh ruang hidupnya (lebensraum)”. Konsep geopolitik yang dikembangkan oleh Karl Haushofer mencakup seluruh system politik pandangan Kjellen.
 
Ajaran Pancasila. Konsep Karl Haushofer tidak dapat diterima oleh bangsa Indonesia, karena sangat bertentangan dengan filsafat hidup bangsa Indonesia. Sesuai dengan ajaran Pancasila, bangsa Indonesia merumuskan geopolitik sebagai berikut : Geopolitik adalah pengetahuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi geografis suatu negara dengan memanfaatkan keuntungan letak geografis tersebut untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan nasional dan penentuan-penentuan kebijaksanaan secara ilmiah berdasarkan realita yang ada dengan cita-cita bangsa

Pengertian Wawasan Nusantara 

Apakah wawasan Nusantara itu? Secara konsepsional wawasan nusantara (Wasantara) merupakan wawasan nasionalnya bangsa Indonesia. Perumusan wawasan nasional bangsa Indonesia yang selanjutnya disebut Wawasan Nusantara itu merupakan salah satu konsepsi politik dalam ketatanegaraan Republik Indonesia.

Sebagai Wawasan nasional dari bangsa Indonesia maka wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan, laut dan udara diatasnya dipandang sebagai ruang hidup (lebensraum) yang satu atau utuh. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasionalnya bangsa Indonesia di bangun atas pandangan geopolitik bangsa.

Pandangan bangsaIndonesia didasarkan kepada konstelasi (keadaan) lingkungan tempat tinggalnya yangmenghasilakan konsepsi wawasan Nusantara. Jadi wawasan nusantara merupakan penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia. Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuankepulauan dan Antara artinya menunjukkan letak anatara dua unsur.

Nusantara berarti kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia danAustralia dan dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata “Nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia.

Friday, March 6, 2015

Metode SERVQUAL


Metode SERVQUAL
Metode pengukuran kualitas layanan yang banyak digunakan secara luas adalah metode SERVQUAL. SERVQUAL berasal dari kata Service Quality yang artinya kualitas layanan. Metode SERVQUAL didasarkan pada Gap Model yang dikembangkan oleh Parasuraman, et al. (1988, 1991, 1993, 1994) dikutip dari Muluk (2008 : 23). Kualitas layanan merupakan selisih antara layanan yang dirasakan atau dipersepsikan oleh konsumen (persepsi) dengan layanan ideal yang diinginkan atau diminta oleh konsumen (harapan).

Metode SERVQUAL dibangun atas adanya perbandingan dua faktor utama yaitu persepsi pelanggan atas layanan yang nyata mereka terima (perceived service) dengan layanan yang sesungguhnya diharapkan oleh pelanggan (expected service). Selisih antara persepsi dengan harapan disebut dengan “gap” atau kesenjangan kualitas layanan, yang dirumuskan sebagai berikut :

Gap = Persepsi – Harapan ...................................................................(1)
Index Potential Gain Customer Value (PGCV)
Analisis pelanggan melalui angka indeks merupakan konsep dan peralatan yang mudah untuk menganalisis pelanggan. Kemudahan tersebut memberikan jalan bagi diagram Importance-Performance untuk dapat dibandingkan dalam bentuk kualitatif yang lebih terperinci.
Langkah pertama dalam menghitung indeks PGCV adalah mencari nilai ACV atau Achieved Customer Value, yaitu dengan mengalikan antara variabel importance dengan variabel performance, yaitu:
ACV = I x P  ............................................................................................ (2)
Keterangan:    
ACV   = nilai pencapaian konsumen
I           = (Importance) nilai rata – rata untuk harapan ( Y )
P          = (Performance) nilai rata – rata untuk kinerja ( X )
Setelah mendapat nilai ACV, maka selanjutnya adalah mencari UDCV atau Ultimately Desired Customer Value, yang mana nilai ini didapatkan dengan rumus:
UDCV = I x Ps  ....................................................................................... (3)
Keterangan :
UDCV            = Nilai Akhir Keinginan Konsumen
I                       = Nilai Rata-rata untuk Harapan
Ps                    = Nilai Kerja Maksimum dalam Skala Likert yang Dipilih

Dan terakhir nilai indeks PGCV adalah nilai Ultimately Desired Customer Value dikurangi dengan Achieved Customer Value, yaitu:
PGCV = ACV – UCV  ............................................................................ (4)
Kesimpulan yang didapat bila suatu item mendapatkan nilai indeks PGCV terbesar, maka berarti item tersebut mendapatkan prioritas utama untuk diperbaiki kinerjanya baru menyusul item kedua dan seterusnya.

Tuesday, February 24, 2015

Penentuan harga perolehan dalam transaksi pengalihan harta

Penentuan harga perolehan dalam transaksi pengalihan harta

Di dalam Pasal 10 UU PPh diatur beberapa ketentuan yang terkait dengan penentuan harga perolehan atau harga penjualan yang mengakibatkan adanya pengalihan harta. Berikut uraiannya.

1. Jual beli
a. Tidak ada hubungan istimewa
Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima.

b. Terdapat hubungan istimewa
Harga perolehan atau harga penjualan, dalam hal terjadi jual beli harta yang di dalamnya terdapat hubungan istimewa antara pihak yang melakukan transaksi jual beli, adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima.

2. Tukar menukar
Nilai perolehan atau nilai penjualan dalam hal terjadi tukar-menukar harta adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar.

3. Likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, atau pengambilalihan usaha
Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam rangka likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar, kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan.

4. Hibah, bantuan, sumbangan, warisan
Merujuk pada Pasal 4 ayat 3 huruf a dan Pasal 10 UU PPh, apabila terjadi pengalihan harta dalam bentuk hibah, bantuan, sumbangan, berlaku ketentuan sebagai berikut :

Merujuk pada Pasal 4 ayat 3 huruf a dan Pasal 10 UU PPh, apabila terjadi pengalihan harta dalam bentuk hibah, bantuan, sumbangan, berlaku ketentuan sebagai berikut :

Tabel Penentuan Harga Perolehan
Kondisi
Keterangan
Dasar penilaian
memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a UU PPh
tidak ada hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pemberi dan penerima
dasar penilaian bagi yang menerima pengalihan sama dengan nilai sisa buku dari pihak yang melakukan pengalihan atau nilai yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak
tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a UU PPh
ada hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pemberi dan penerima
dasar penilaian bagi yang menerima pengalihan sama dengan nilai pasar dari harta tersebut

Sumber: Pasal 4 ayat (3) dan Pasal 10 UU PPh

Friday, February 6, 2015

PENDEKATAN DAN ORIENTASI AGRIBISNIS

Disini akan dijelaskan sedikit tentang Pendekatan dan Orientasi Agribisnis, semoga bermanfaat bagi yang sedang membutuhkan.
 
PENDEKATAN DAN ORIENTASI AGRIBISNIS Sistem usaha pertanian yang mengintegrasikan faktor pro­duksi lahan, tenagakerja, modal dan teknologi/manajemen sangat dipengaruhi oleh kondisi spesifik wilayah, yang mencakup bio- fisik, ekonomi, dan sosial. Sektor pertanian hingga saat ini masih diartikan sebagai "sistem usaha pertanian" yang sangat berkaitan erat dengan sistem lainnya seperti industri hulu, industri hilir, pemasraan/perdagangan dan permintaan datri konsumen. Keseluruhan aspek-aspek ini SALING terintegrasi dan dalam pengertian makna yang luas lazim disebut "Sistem Agribis­nis" . Keseluruhan sistem yang berkaitan dengan sektor pertani­an tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi sumberdaya, kelemba­gaan, dan kebijaksanaan pembangunan pertanian.

Dari keseluruhan sistem agribisnis seperti yang diabstrak­sikan di atas, dapat diambil beberapa aspek atau bidang kajian epenting, yaitu:
(a). Sistem Agribisnis dan Perdagangan/pemasaran
(b). Sumberdaya manusia dan kelembagaan
(c). Pengelolaan sumberdaya alam
(d). Sistem usaha pertanian (atau usahatani)
(e). Pengembangan agroindustri
(f). Rintisan dan pengembangan produk.

Istilah "agribisnis" telah menjadi semakin populer, berbagai macam pengertian dan pemahaman tentang istilah ini telah berkembang. Dari asal katanya, "agribisnis" terdiri dari dua suku kata, yaitu "agri" (agriculture = pertanian) dan "bisnis" (business = usaha komersial). Oleh karena itu, agribis­nis adalah kegiatan bisnis yang berbasis pertanian. Sebagai konsep, agribisnis dapat diartikan sebagai jumlah semua kegia­tan-kegiatan yang berkecipung dalam industri dan distribusi alat-alat maupun bahan-bahan untuk pertanian, kegiatan produksi komoditas pertanian, pengolahan, penyimpanan dan distribusi komoditas pertanian atau barang-barang yang dihasilkannya (Davis dan Golberg, 1957).

Menurut Snodgrass dan Wallace (1974), kegiatan agribisnis tersebut merupakan kegiatan pertanian yang kompleks sebagai akibat dari pertanian yang semakin modern. Pertanian meliputi perkebunan, pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Agribisnis dapat memfokuskan kegiatannya pada satu segmen dari keseluruhan industri atau keseluruhan kegiatan secara terintegrasi. Agribisnis dapat berupa perusahaan besar seperti perkebunan besar, pabrik pupuk, pabrik pestisida, pabrik minyak, pabrik susu, perusahaan perikanan, dan lainnya. Selain itu juga dapat berupa perusahaan kecil, seperti perkebunan rakyat, nelayan, petani, pedagang (bakul), peternak, dan lain­nya. Menurut Balbin dan Clemente (1986), pengertian agribisnis dapat diperluas mencakup pemerintah, pasar, asosiasi perdagan­gan, koperasi, lembaga keuangan, sekelompok pendidik dan lembaga lain yang mempengaruhi dan mengarahkan bermacam-macam tingkatan arus komoditas. Halcrow (1981) mengartikan agribisnis hanya meliputi kegiatan industri jasa dan material untuk usahatani (produksi pertanian) dan industri pengolahan dan pemasaran hasil-hasil pertanian. William dan Karen (1985) mengartikan agribisnis sebagai perusahaan besar (profit company) yang berbe­da dengan petani kecil.

Ciri-ciri agribisnis adalah merupakan suatu industri yang kompleks dan berstruktur vertikal, setiap komponen secara terpi­sah independen tetapi dalam arti yang luas saling tergantung membentuk sebuah sistem komoditas. Oleh karena itu pengambilan keputusan yang baik memerlukan pengertian tentang keseluruhan struktur industri dan harus mampu memahami titik sentral dari berbagai bagian yang relevan dari berbagai bagian sistem struk­tural.

Berdasarkan keterangan di atas, "agribisnis" secara luas dapat dipandang sebagai "bisnis" yang berbasis pertanian. Secara struktural usaha bisnis ini terdiri atas tiga sektor yang saling bergantung, yaitu (i) sektor masukan, yang ditangani oleh berba­gai industri hulu yang memasok bahan masukan kepada sektor pertanian , (ii) sektor produksi (farm), yang ditangani oleh berbagai jenis usahatani yang menghasilkan produk-produk bio- ekonomik, dan (iii) sektor keluaran, yang ditangani oleh berba­gai industri hilir yang mengubah hasil usahatani menjadi produk konsumsi awetan/olahan dan yang menyalurkan produk ini melalui sistem pemasaran kepada konsumen (Downey dan Erickson, 1989).

Dengan demikian "agribisnis" meliputi seluruh sektor yang terlibat dalam pengadaan bahan masukan /input usahatani; terli­bat dalam proses produksi bio-ekonomik; menangani pemrosesan hasil-hasil usahatani; penyebaran, dan penjualan produk-produk pemrosesan tersebut kepada konsumen. Dalam kaitannya dengan komoditas di suatu wilayah , sebagian besar aktivitas ekonomi dapat dilakukan oleh petani dan penduduk pedesaan dengan skala ekonomi yang berbeda-beda.