Showing posts sorted by relevance for query skripsi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query skripsi. Sort by date Show all posts

Wednesday, June 12, 2013

PROPOSAL Program Magang (Internship)

PROPOSAL  Program Magang (Internship) 
Mahasiswa Program Studi Manajemen 
Fakultas Ekonomi UNPAD 

Persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif, mendorong perusahaan untuk menjadikan sumber daya manusia sebagai aset utama dan mitra strategis dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan seringkali bersaing untuk mendapatkan SDM yang kompeten dan berkualitas sedini mungkin. Untuk mendapatkan calon karyawan yang berkualitas unggul dengan lebih cepat dibanding pesaing, perusahaan biasanya memanfaatkan program magang (internship) bagi mahasiswa tingkat akhir dari suatu Universitas. 

Program Studi Manajemen FE UNPAD telah lama bermitra dengan perusahaan-perusahaan nasional untuk memagangkan mahasiswanya. Keunggulan mahasiswa Program Studi Manajemen FE UNPAD adalah mahasiswa pilihan yang masuk universitas melalui jalur SPMB/UMPTN yang sangat ketat dan kompetitif, memiliki daya saing unggul dengan kekhususan pengetahuan-pengetahuan di bidang keuangan, pemasaran, produksi, sumber daya manusia, kewirausahaan, dan manajemen syariah. 

Program Studi Manajemen FE UNPAD ter-Akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Diknas. Menurut survey Majalah Tempo 2009, lulusan Program Studi Manajemen FE UNPAD merupakan pilihan favorit ke-2 industri untuk ditempatkan lulusannya sebagai karyawan di perusahaan / instansinya. Prestasi yang ditorehkan oleh dosen maupun mahasiswanya juga sangat beragam, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Prestasi Internasional yang diraih mahasiswa, yaitu meraih 1st Winner of 2008 World Grand Finale Global TIC Talentpreneur Award & Forum yang dilaksanakan oleh Global TIC Association di Taiwan serta sebagai Candidate of Finalist Teams for TIC Americas Young Enterpreneur Talent & Innovation Competition, Columbia, Amerika Serikat. 

Prestasi tingkat nasional adalah: (i) Best Paper of TQM 2007 yang diselenggarakan Jamsostek, (ii) sebagai peraih beasiswa Fullbright untuk mengikuti kuliah setahun 2008/2009 di Montana State University, Bozemen, Montana Amerika Serikat, (iii) Juara Karya Tulis Nasional, (iv) Juara ke-3 Prasetya Mulya 2008 Marketing Plan Competition, (v) Miss Indonesia 2007, (vi) Juara ke-1 Brand Activation Plan Competition 2009 dari Prasetya Mulya Business School. 

Perusahaan mitra magang diharapkan dapat memberikan kompensasi dalam bentuk makan siang, bantuan transportasi, bantuan akomodasi, dan atau honorarium. 

Bagi Perusahaan : 
1. Medapatkan SDM unggulan yang langsung dapat direkrut dan diseleksi. 
2. Mendapatkan akses langsung informasi SDM yang siap pakai dan kompeten. 
3. Mendapatkan ide segar, inovatif, dan kreatif dari mahasiswa peserta program magang. 
4. Mendukung pelaksanaan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibilities) perusahaan. 

Bagi Mahasiswa: 
  1. Memperkuat keterampilan kerja mahasiswa sekaligus mempraktekkan langsung ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah ke dunia kerja. 
  2. Mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja lebih cepat dan profesional. 
  3. Menjadikan perusahaan tempat magang sebagai objek penelitian untuk skripsi mahasiswa, sehingga skripsi yang dibuat benar-benar mencerminkan masalah riil yang terjadi di perusahaan. 
Bagi Institusi Program Studi Manajemen: 
1. Membangun hubungan kemitraan dengan perusahaan mitra maganng. 
2. Mendukung kurikulum pendidikan. 
3. Mendukung Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi Manajemen FE UNPAD. 
4. Mempersingkat waktu tunggu lulusan dan memperbesar penyerapan lulusan ke dunia kerja. 

Bagi Perusahaan 
Program magang ini dapat menjadi salah satu sumber rekrutasi, sehingga perusahaan dapat lebih cepat untuk memperoleh kandidat-kandidat terbaik. Selain itu, program magang ini juga dapat menjadi sarana bagi perusahaan untuk memanfaatkan ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa untuk melakukan riset-riset terkait dengan mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. 

Bagi Institusi Program Studi Manajemen 
Program magang ini diharapkan dapat mempercepat waktu penyesuaian bagi lulusan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNPAD dalam memasuki dunia kerja. 

Bagi Mahasiswa 
Sebagai sarana untuk mengembangkan kompetensi dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh sehingga mampu mengatasi masalah-masalh riil yang terjadi di dunia kerja dan dapat mendukung kapasitas kompetitif yang hendak mereka bangun. 
  • Program ini diikuti oleh mahasiswa S1 Program Studi Manajemen FE UNPAD semua konsentrasi (Pemasaran, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Operasi, Kewirausahaan, dan Manajemen Syariah). Mahasiswa diseleksi melalui persyaratan administrasi. 
  • Program internship ini dilaksanakan dalam jangka waktu 3-6 bulan, dan dapat diperpanjang namun tidak melebihi 12 bulan, tergantung pada kebijakan perusahaan yang menjadi mitra program magang. 
  • Mahasiswa peserta program magang diwajibkan bekerja secara fulltime, sehingga mahasiswa yang dapat mengikuti program magang ini adalah mahasiswa yang telah tutup teori dan sedang dalam proses penyusunan skripsi. 
  • Program ini dapat diambil pada saat kegiatan SAT untuk masa magang 2-3 bulan atau pada saat perkuliahan semester Ganjil/Genap untuk masa magang lebih dari 3 bulan. 
  • Penelitian skripsi yang dilakukan oleh para peserta program magang ini diharapkan dapat berupa masalah riil yang dihadapi oleh perusahaan yang menjadi tempat magang. 
  • Program magang ini dapat berbentuk penelitian yang dilakukan oleh Tim Mahasiswa sebagai upaya untuk mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan mitra magang. 
  • Peserta program magang diwajibkan untuk membuat laporan ilmiah terkait dengan hal-hal yang dilaksanakan dan dihadapi selama proses magang. 
Persyaratan Akademis: 
  1. Mahasiswa minimal duduk di Semester 7 dan telah selesai teori (Tidak ada perkuliahan di kelas) serta belum lulus ujian komprehensif dan skripsi. 
  2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Minimal 3,00. 
  3. Skor TOEFL minimal 500. 
  4. Memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan program-program komputer dengan baik. 
  5. Aktif dalam organisasi dan pernah terlibat dalam suatu kepanitian, baik di tingkat universitas, fakultas, maupun Program Studi. 
Persyaratan Administrasi 
Pada saat akan mengikuti proses seleksi untuk program magang, mahasiswa harus menyerahkan dokumen-dokumen sebagai berikut: 
  1. Surat permohonan mengikuti program magang yang ditujukan kepada perusahaan mitra magang yang dikehendaki. 
  2. Fotokopi transkrip yang dilegalisir oleh pejabat berwenang, masing-masing rangkap 2 (dua). 
  3. Pasfoto (berwarna) terbaru ukuran 3x4 sebanyak 2 (dua) lembar. 
  4. Curriculum Vitae (CV)/Daftar riwayat hidup rangkap 2 (dua). 
  5. Fotokopi sertifikat skor TOEFL. 
  6. Surat keterangan bebas teori dari ketua Program Studi. 
  7. Fotokopi sertifikat pelatihan komputer. 
  8. Surat keterangan aktif dalam kegiatan organisasi baik di tingkat fakultas maupun universitas. 
  9. Surat keterangan sehat dari dokter. 
  10. Surat keterangan kelakuan baik dari POLRES setempat. 
  11. Surat izin dari orang tua untuk mengikuti program magang. 
  12. Surat pernyataan bersedia bekerja secara full time dan mentaati peraturan yang berlaku di perusahaan tempat magang.

Friday, July 12, 2013

BAB I - Pendahuluan Skripsi

BAB I - Pendahuluan  1. Latar belakang 
Hak Kekayaan Intelektual (Intelectual Property Rights) merupakan topik hangat yang akhir-akhir ini dibicarakan di dalam masyarakat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pemberitaan mengenai pelanggaran-pelanggaran terhadap Hak Kekayaan Intelektual baik di media televisi maupun di media cetak, pemberitaan tersebut misalnya mengenai operasi polisi terhadap penjual compact disc bajakan, penjual barang-barang bermerek yang aspal (asli tapi palsu), hingga adanya penggunaan budaya-budaya daerah oleh pihak asing. Hak Kekayaan Intelektual menjadi suatu hal yang penting untuk dilindungi dikarenakan Hak Kekayaan Intelektual ini memiliki peranan yang “sangat penting untuk menggairahkan laju perekonomian dunia yang pada akhirnya membawa kesejahteraan umat manusia”.[1]

Hak Kekayaan intelektual yang dahulu disebut dengan Hak Milik 
Intelektual , memiliki pengertian sebagai berikut : 
Pada Hakekatnya merupakan suatu hak dengan karakteristik khusus dan istimewa, karena hak tersebut diberikan oleh negara. Negara berdasarkan ketentuan Undang-Undang, memberikan hak khusus tersebut kepada yang berhak, sesuai dengan prosedur dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Jadi hakikat HKI adalah adanya suatu kreasi(creation).Kreasi ini mungkin dalam bidang kesenian atau dalam bidang industri ataupun dalam bidang ilmu pengetahuan atau kombinasi antara ketiganya.2 

Hak Kekayaan Intelektual terbagi dalam 2 bagian besar,yaitu: 
1. Hak Cipta (Undang-Undang no. 19 tahun 2002) 
2. Hak Milik Perindustrian, yang terdiri dari: 
a. Paten ( Undang-Undang no.14 tahun 2001) 
b. Merek ( Undang-Undang no.15 tahun 2001) 
c. Desain Produk Industri ( Undang-Undang no. 31 tahun 2000 ) 
d. Desain tata letak sirkuit tepadu( Undang-Undang no.32 tahun 2000 ) 
e. Rahasia Dagang ( Undang-Undang no.30 tahun 2000 ). 

Pengaturan Hak Kekayaan Intelektual khususnya untuk folklor tercantum di dalam undang-Undang nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta pada pasal 10 ayat (2) dimana tertulis: 

Negara memegang Hak Cipta atas folklor dan hasil kebudayaan rakyat yang menjadi milik bersama, seperti cerita, hikayat , dongeng, legenda, babad , lagu, kerajinan tangan, koreografi , tarian, kaligrafi, dan karya seni lainnya. 

Pengertian Hak Cipta sendiri menurut ketentuan Undang-Undang nomor 19 tahun 2002 pasal 1 angka 1 adalah hak ekslusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangu pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Folklor merupakan bagian dari pengetahuan tradisional. Pengetahuan tradisional diartikan sebagai: 

Pengetahuan yang merujuk pada pengetahuan, inovasi, dan praktik dari masyarakat asli dan lokal dari seluruh dunia. Dikembangkan dari pengalaman melalui negara-negara dan diadaptasi ke budaya lokal dan lingkungan, pengetahuan tradisional ditransmisikan secara lisan dari generasi ke generasi. Hal itu menjadi kepemilikan secara kolektif dan mengambil bentuk folklor, peribahasa, nilai-nilai budaya, keyakinan, ritual, hukum masyarakat, bahasa daerah dan praktik pertanian, mencakup pengembangan spesies tumbuhan dan keturunan binatang”3

Menurut Arif Syamsuddin, Pengetahuan Tradisional dalam bentuk folklor mencakup : 
musik tradisional, narasi dan literatur tradisional, seni tradisional, kerajinan tradisional, simbol/nama/istilah tradisional, pertunjukkan tradisional, seni arsitektur tradisional, danlain-lain. Contoh EBT dikelompokkan menjadi ekspresi verbal: berpantun, berpuisi, kata/tanda/simbol, ekspresi musik: instrumen musik, pelantunan lagu, ekspresi gerakan: tari-tarian, bentuk permainan, upacara ritual, sesaji, ekspresi bentuk nyata: produksi seni tradisional (menggambar,memahat patung, kerajinan kayu, kerajinan logam, perhiasan, karpet tradisional, alat-alat musik tradisional, bangunan arsitektur tradisional).4 

Kata folklor merupakan pengIndonesiaan dari bahasa Inggris yaitu “folklore”, kata tersebut merupakan kata majemuk yang berasal dari dua kata dasar yakni Folk dan Lore. 

Menurut Alan Dundes kata Folk artinya adalah sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri fisik ,sosial, dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya.Ciri pengenal itu diantaranya baik berupa warna kulit, bentuk rambut, mata pencaharian , bahasa, taraf pendidikan, dan agama yang sama. Kata Lore artinya adat (kebiasaan/tradisi) dan pengetahuan atau gambaran tradisi yang dimiliki oleh folk.5

Jadi arti folklore menurut Alan Dundes adalah adat atau kebiasaan maupun tradisi dan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tertentu yang tinggal secara bersama-sama secara tutun temurun. Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, balai Pustaka, tahun 1990), “Folklor adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun tetapi tidak dibukukan” 6, jadi dapat disimpulkan dari kedua definisi tersebut folklor berarti adat (kebiasaan/tradisi) yang dimiliki oleh sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri fisik,sosial,dan kebudayaan, sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya. Ciri pengenal itu diantaranya baik berupa warna kulit, bentuk rambut, mata pencaharian ,bahasa, taraf pendidikan,dan agama yang sama yang diwariskan secara turun temurun tetapi tidak dibukukan.Folklor merupakan sesuatu yang berwujud menurut Agus Chandra seorang konsultan Hak Kekayaan Intelektual, mengatakan “salah satu hukum dalam hak cipta adalah harus berwujud”7

Folklor pada belakangan ini menjadi suatu masalah hukum hal ini dapat dilihat dari kasus yang muncul belakangan ini salah satunya adalah kasus antara Indonesia dengan Malaysia yang dikarenakan adanya pengakuan lagu-lagu daerah Indonesia yang diakui sebagai lagu daerah Malaysia contohnya adalah lagu Rasa Sayange yang selama ini di kenal sebagai lagu daerah Maluku dan tari Pendet yang berasal dari Bali tiba-tiba saja Malaysia mengakuinya. 

Folklor menjadi masalah hukum baru yang disebabkan karena belum adanya instrument hukum domestik yang mampu memberikan perlindungan hukum secara optimal terhadap pengetahuan tradisional yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Di samping itu , di tingkat internasional pengetahuan tradisional ini belum menjadi suatu kesepakatan internasional yang memberikan perlindungan hukum , pengaturan Hak kekayaan Intelektual yang terdapat dalam Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights(TRIPs) saat ini juga masih belum bisa optimal mengakomodasi kekayaaan masyarakat tradisional atau masyarakat asli. 

Pemberian Perlindungan bagi folklor menjadi penting ketika dihadapkan pada karakteristik dan keunikan yang dimilikinya. Adanya beberapa alasan perlunya dikembangkannya perlindungan bagi folklor adalah : 

“ adanya pertimbangan keadilan, konservasi, pemeliharaan budaya dan praktek tradisi, pencegahan perampasan oleh pihak-pihak yang tidak berhak terhadadap komponen-komponen folklor dan pengembangan penggunaan kepentingan pengetahuan tradisional”8. Perlindungan terhadap folklor berperan positif memberikan dukungan kepada komunitas masyarakat tersebut untuk melestarikan tradisinya. 

“Indonesia adalah Negara yang memilik kekayaan sumber daya hayati (biodiversity) terbesar kedua setelah Brasil dan memiliki kekayaan tradisional di bidang obat-obatan yang sangat beragam”9

Dari segi ekosistem Indonesia memiliki 42 ekosistem dengan kelimpahan keanekaragaman hayati yang luar biasa dari mulai padang es dan padang rumput pegunungan di irian jaya hingga di berbagai hutan hujan daratan di Kalimantan. Pengetahuan tradisional Indonesia khususnya folklor apabila dikembangkan terus menerus dan dijamin perlindungan hukumnya maka akan mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi yang tentunya akan mendorong peningkatan perekonomian di Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi Indonesia untuk memanfaatkan nilai potensial dari folklor seperti yang telah ditunjukkan melalui berbagai proses misappropriation (penjarahan) oleh perusahaan asing. 

2. Rumusan Masalah 
Pokok permasalahan yang dikemukakan dalam proposal ini adalah “Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap folklor khususnya lagu Rasa Sayange dan tari Pendet ditinjau dari Undang-Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta?” 

3. Alasan pemilihan judul 
Alasan saya memilih judul “Perlindungan hukum terhadap folklor khususnya lagu Rasa Sayange dan tari Pendet ditinjau dari Undang-Undang nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta”, dikarenakan banyaknya kasus-kasus pelanggaran hak cipta yang berkaitan dengan folklor ini yang merugikan masyarakat Indonesia yang mengakibatkan berkurangnya potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia sehingga Indonesia khususnya para masyarakat tradisional mengalami kerugian dan dengan mudahnya folklor bangsa ini dimisspropriation (dijarah) oleh bangsa lain sehingga lambat laun tapi pasti Indonesia selain akan kehilangan potensi ekonomi ,Indonesia akan kehilangan jati diri dan keunikannya karena banyaknya kesenian-kesenian dan baju tradisional Indonesia diakui sebagai milik bangsa lain. Hal ini disebabkan tidak adanya suatu instrument hukum yang mengatur mengenai folklor yang memberikan jaminan perlindungan hukum terhadap folklor ini dan juga tidak adanya data base untuk pengetahuan tradisional ini semakin menambah kemudahan bagi bangsa lain untuk mengklaim folklor milik Indonesia, selain alasan tersebut alasan lainnya mengapa saya memilih judul ini adalah keinginan saya untuk dapat mengetahui secara mendalam mengenai pengetahuan tradisional atau traditional knowledge khususnya folklor yang selama ini sering dianggap sebagai suatu hal yang tidak bernilai apa-apa tetapi ternyata bisa mempunyai nilai potensi ekonomi yang sangat besar yang sayangnya sudah disadari oleh perusahaan-perusahaan Negara maju tetapi belum disadari oleh masyarakat kita. 

4. Tujuan penelitian 
Tujuan penulisan proposal ini meliputi tujuan akademis dan tujuanpraktis 

a. Tujuan Akademis 
Tujuan akademisnya adalah untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. 

b. Tujuan Praktis 
Tujuan praktis yang hendak dicapai adalah untuk memecahkan masalah hukum baru yang dikarenakan adanya pemahaman mengenai folklor yang ternyata memiliki potensi ekonomi yang tinggi yang tidak mempunyai perlindungan hukum secara optimal. 

5. Metode penelitian 
a. Tipe penelitian 
Tipe penelitian yang digunakan untuk penyusunan proposal ini adalah tipe penelitian yuriis normatif yang bersifat deskriptif analistis, yaitu penelitian yng didasarkan pada penulisan bahan pustaka 

b. Pendekatan Masalah 
Pendekatan dalam pembahasan proposal ini menggunakan statute approach dan conceptual approach. Statue approach adalah “pendekatan yang dilakukan dengan mengidentifikasikan serta membahas peraturan perundang-undangan yang berlaku”.10 Sedangkan conceptual approach ialah “suatu pendekatan dengan cara membahas pendapat para sarjana sebagai landasan pendukung”. Kedua pendekatan ini baik statute approach maupun conceptual approach digunakan Karena penulisan skripsi ini mengkaji sebuah fakta yang terjadi di tengah masyarakat dengan menggunakan hukum positif (peraturan perundang-undangan yang berlaku) serta konsep dan pemikiran para penulis dalam buku-buku literarur, doktrin-doktrin dan asas-asas yang terkait. 

c. Bahan hukum atau sumber hukum 
Bahan hukum dalam penulisan ini adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.Bahan hukum primer adalah bahan hukum yang bersifat mengikat berupa peraturan perundang-undangan . Dalam penulisan ini adalah perundang-undangan HKI khususnya Undang-Undang nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta sedangkan bahan hukum sekunder adalah bahan hukum yang sifatnya menjelaskan bahan hukum primer yang berupa literature-literatur,karya ilmiah yang ada kaitannya dengan permasalahan dibahas. 

d. Langkah Penelitian 
Langkah yang digunakan dalam penulisan ini ada dua langkah ,yaitu langkah pengumpulan bahan hukum dan langkah analisa, sebagai berikut: 

Langkah pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara studi pustaka, dimana diawali dengan menginventaris bahan hukum yang terkait, dilanjutkan dengan memilah-milah atau mengklasifikasi bahan bacaan tersebut dan akhirnya disusun secara sistematis untuk mempermudah dalam membaca dan memahami. 

Langkah analisis, dalam menjawab permasalahan-permasalahan digunakkan penalaran yang bersifat deduksi yaitu benalaran yang diperoleh secara umum dari peraturan perundang-undangan dalam hal ini adalah perUndang-Undangan HKI dan juga literature kemudian hasil penalaran tersebut diterapkan pada permasalahan yang diajukan secara khusus. 

6. Pertanggungjawaban sistematika 
Sistematika skripsi ini sengaja disusun dengan sitematis dengan harapan untuk mempermudah pemahaman dan mengetahui maksud dan isi dari skripsi ini.Skripsi ini disusun dalam bentuk bab yang kesemuanya terdiri dari 4 bab , yaitu: 

Bab I , Pendahuluan, merupakan titik awal dari penulisan yang berisi penjelasan secara garis besar dari keseluruhan skripsi, yang meliputi: Latar belakang dan permasalahan , alasan pemilihan judul, tujuan penulisan, metodologi dan pertanggungjawaban sistematika. 

Bab II, Landasan teori yang mengatur kajian teoritik yang tertuang dalam literatur-literatur, buku, maupun undang-undang yang terkait dengan permasalahan yang dibahas.sub bab 1 akan membahas pengertian mengenai ruang lingkup Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan dengan peraturan perundang-undangan HKI dan pendapat para sarjana , sub bab 2 akan membahas pengertian mengenai ruang lingkup Hak Cipta berdasarkan dengan peraturan perundang-undangan HKI dan pendapat para sarjana, sub bab 3 akan membahas mengenai folklor dalam beberapa kajian Hak Kekayaan Intelektual, Bab II akan menjadi landasan teoritik yang dipergunakan sebagai dasar dalam menganalisis permasalahan pada Bab III. 

Bab III, Pembahasan. Dalam Bab ini akan memberikan pembahasan dengan menguraikan permasalahan secara mendetail yang kemudian dikaji secara lebih lanjut dengan menggunakan landasan teoritik pada Bab II. 

Bab IV, Penutup. Bab ini mengakhiri seluruh rangkaian uraian dan keseluruhan materi yang tertuang dalam bab-bab sebelumnya dan pembahasan.Sub babnya terdiri dari Simpulan dan Saran .Sub bab Simpulan memberikan konklusi terhadap seluruh uraian dan pembahasan yang telah dibahas di dalam bab III. Konklusi merupakan perumusan kembali secara singkat jawaban atas pokok permasalahan sebagaimana yang telah dikemukakan. Sub bab Saran sebagai alternatif pemecahan masalah. 

Daftar Bacaan
[1] Adrian Sutedi,Hak Atas Kekayaan intelektual,Sinar Grafika,Jakarta,2009,hlm.5

2 Sentosa Sembiring,Prosedur Dan Tata Cara Memperoleh Hak Kekayaan Intelektual di bidang Hak Cipta Paten Merek, Yrama Widya, Bandung, 2002,hlm.14 

3 Budi Agus Riswandi, Hak Kekayaan intelektual dan Budaya Hukum, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004, hlm.27-28. 

4 Arif Syamsuddin, Antara pelestarian dan perlindungan ekspresi budaya tradisional/pengetahuan tradisional dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, Media Agustus Vol V/No.04/Agustus 2008, hlm.17. 

5 Arif Lutviansori,Hak Cipta dan Perlindungan Folklor di Indonesia, Graha Ilmu, Yogyakarta,2010, hlm.95 
6 Kamus besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, Balai Pustaka, Jakarta, 2002, hlm.319. 

Thursday, November 7, 2013

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA OPERATOR KOMPUTER

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA OPERATOR KOMPUTER DI KANTOR SAMSAT PALEMBANG : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kelelahan mata. Tidak sejalan dengan penelitian Wahyudi (2006) yang menyatakan dengan meningkatnya usia maka kelelahan mata akan mudah terjadi. Grandjean (1988) mengatakan bahwa kondisi umur berpengaruh terhadap kemampuan kerja fisik atau kekuatan otot seseorang. Kemampuan fisik maksimal seseorang dicapai pada umur antara 25 – 39 tahun dan akan terus menurun seiring dengan bertambahnya umur. Atas dasar uraian tersebut maka umur responden yang menjadi subyek penelitian lebih banyak berusia kurang dari 40 tahun dapat dikatakan memiliki kapasitas kerja yang optimal sehingga pengaruh umur terhadap kelelahan mata dapat diabaikan. 

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan komputer dengan kelelahan mata. Sejalan dengan penelitian Aprisupiati (2007). Layar monitor yang digunakan pengguna komputer di Kantor Samsat Palembang adalah jenis CRT. Layar monitor jenis CRT menghasilkan tingkat radiasi yang tinggi. Jumlah radiasi yang diserap mata berbanding lurus dengan lamanya interaksi dengan layar monitor. Semakin lama berinteraksi dengan layar monitor, kemampuan fisiologis otot-otot di sekitar mata akan mengalami penurunan. Akibatnya mata akan mengalami kelelahan. 

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara frekuensi istirahat dengan kelelahan mata. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) VDT Studies and Information untuk melakukan istirahat selama 15 menit terhadap pemakaian komputer selama dua jam. Frekuensi istirahat yang teratur berguna untuk memotong rantai kelelahan sehingga akan menambah kenyamanan bagi pengguna komputer (Murtopo dan Sarimurni, 2005).Isrtirahat secara teratur dapat memotong rantai kelelahan tetapi karena pekerjaan yang sibuk banyak responden yang tidak beristirahat secara teratur setelah penggunaan komputer selama 2 jam secara berturut- turut. 

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara intensitas penerangan dengan kelelahan mata. Menurut penelitian Hambali (2004) ada hubungan yang negatif tingkat pencahayaan dengan kelelahan mata. Berdasarkan Penelitian Aprisupiati (2007)1 tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas penerangan dengan kelelahan mata. Ada 20 titik yang diukur tidak memenuhi standar karena pencahyaan hanya berasal dari cahaya buatan yang berasal dari lampu, pencahayaan alami tidak ada karena letak ruang kerja yang berada di tengah maka tidak ada jendela yang dapat menyerap sinar matahari secara langsung. Pemilihan jenis lampu sudah tepat. Lampu flouroscent memiliki beberapa kelebihan antara lain efisiensi tinggi, tingkat kesilauan rendah, tidak banyak bayangan dan suhu yang dihasilkan rendah. Distribusi penyebaran cahaya dalam ruangan kerja umumnya sudah baik, karena pemasangan sumber cahaya sudah dilakukan dengan baik. 

Kesimpulan 
1. Gambaran distribusi frekuensi umur, lama penggunaan komputer, frekeuensi istirahat dan kelelahan mata. 
  • Ada 20 (66,7%) responden berusia kurang dari 40 tahun dan ada 10 (33,3%) responden yang berusia lebih dari 40 tahun. 
  • Lebih banyak responden menggunakan komputer tidak sesuai dengan rekomendasi yaitu lebih dari 4 jam sebanyak 22 (73,3%) dan yang menggunakan komputer sesuai dengan rekomendasi yaitu kurang dari 4 jam ada 8 (26,7%). 
  • Ada 22 (73,3%) responden beristirahat kurang dari 15 menit setelah penggunaan komputer selama 2 jam berturut-turut dan ada 8 (26,7%) responden beristirahat lebih dari 15 menit setelah penggunaan komputer selama 2 jam berturut-turut. 
  • Intensitas penerangan yang diukur lokal di meja kerja responden tidak sesuai standar yaitu kurang dari 300 lux sebanyak 20 titik (66,7%) dan ada 10 titik (33,3%) intensitas penerangan yang diukur lokal di meja responden sesuai standar yaitu lebih dari 300 lux. 
  • Ada 19 (63,3%) responden mengalami kelelahan mata dengan pengukuran melalui reaction timer lebih dari 240 mili detik dan ada 11(36,7%) responden yang tidak mengalami kelelahan mata. 
2. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kelelahan mata pada operator komputer pelayanan pajak di Kantor Samsat Palembang tahun 2009 dengan P value > α yaitu 0,246 > 0,05 . 

3. Ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan komputer dengan kelelahan mata pada operator komputer pelayanan pajak di Kantor Samsat Palembang tahun 2009 dengan P value < α yaitu 0,028 < 0,05. 

4. Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi istirahat dengan kelelahan mata pada operator komputer pelayanan pajak di Kantor Samsat Palembang tahun 2009 dengan P value α yaitu 0,042 < 0,05. 

5. Tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas penerangan dengan kelelahan mata pada operator komputer pelayanan pajak di Kantor Samsat Palembang tahun 2009 dengan P value > α yaitu 0,108 > 0,05. 

Saran 
1. Bagi Kantor Samsat 
a. Peningkatan kualitas layar monitor. 
b. Penggunaan filter screen secara tepat. 
c. Peningkatan intensitas penerangan. 
d. Pengaturan tata letak monitor. 
e. Penyediaan pemeriksaan kesehatan mata pekerja. 

2. Bagi Peneliti lain 
a. Melakukan penelitian mengenai variabel lain yang berhubungan dengan kelelahan komputer. 
b. Melakukan penelitian mengenai gangguan fungsi penglihatan. 

Daftar Pustaka 
1. Aprisupriati. 2007, Hubungan Penggunaan Visual Display Terminal dan Intensitas Penerangan Terhadap Kelelahan Mata Pengguna Komputer di PT.Sriwijaya Perdana Palembang [Skripsi]. Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya. 

2. Budiono, A.M.S., Jusuf, R.M.S. & Andriana, P. 2008, Bunga Rampai Hiperkes & KK. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. 

3. Cahyono, Herry p. 2005, Hubungan Penerangan Dan Jarak Pandang Ke Layar Monitor Komputer Dengan Tingkat Kelelahan Mata Petugas Operator Komputer Sistem Innformasi RSO Prof. Dr. R Soeharso Surakarta [Skripsi] . Dari: http://digilib.unnes.ac.id/ [15 Mei 2009] 

4. Roestijawati , Nendyah. 2007, ‘Sindrom Dry Eye Pada Pengguna Visual Display Terminal (VDT)’ Jurnal Kedokteran Yarsi, Vol. 13, No.2, 2007:205-217.


















































































































































































Monday, November 25, 2013

Cara Menyusun Laporan Kegiatan Ilmiah

Cara Menyusun Laporan Kegiatan Ilmiah : Menulis sebuah laporan kegian ilmiah merupakan sebuah pekerjaan dengan tantangan yang khas, sebagian dikarenakan harapan kita ketika membaca sebuah laporan kegiatan ilmiah sangat berbeda dengan ketika kita membaca jenis naskah lainnya. Normalnya, kamu tidak membaca sebuah laporan kegiatan ilmiah secara linier "dari awal sampai akhir". Pada saat membaca sebuah laporan kegiatan ilmiah orang biasanya memusatkan perhatian untuk mendapatkan poin-poin penting dengan membaca abstrak/ringkasan, gambar, atau paragraf awal dalam bab pembahasan. Perhatian terhadap teks selebihnya baru diberikan ketika seseorang akan mengulang percobaan, mengumpulkan informasi untuk tinjauan pustaka, atau mengevaluasi kekurangan dalam metoda yang digunakan atau interpretasi hasilnya. Sebuah laporan kegiatan ilmiah hendaknya ditulis dengan sejelas dan setepat mungkin. Selain itu laporan kegiatan ilmiah harus mengacu pada sejumlah informasi penting tentang pelaksanaan penelitian. Data harus diringkas dalam beberapa cara: dengan menggunakan tabel, gambar, dan teks hasil (yang mungkin juga memuat analisis statistik). 

Sebaiknya kamu menghindari kalimat-kalimat berbunga, lebih baik langsung ke pokok pikiran/masalah yang dimaksud. Gunakan gaya bahasa yang datar dan sebisa mungkin hindari penggunaan jargon yang spesifik untuk disiplin ilmu tertentu. Kamu dapat mengunakan kalimat pasif untuk menjelaskan gagasan-gagasan mu. Ketika menguraikan hasil, lakukan seolah-olah sedang menjelaskan gambar atau tabel kepada seorang teman. Sebaiknya dihindari penggunaan terminologi statistik dalam tubuh kalimat. Terakhir, organisasikan naskah menurut format yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara. 

Sebelum kamu memulai menulis, carilah suatu cara untuk mengorganisasikan bahan-bahan yang dimiliki sehingga diketahui apa yang akan kamu tulis, bagaimana urutannya, dan apa yang ingin disampaikan. Usahakan menulis sebuah outline. Kamu dapat menulis gagasan pada secarik kertas. Tulisan tersebut tidak harus rapi, karena dimaksudkan sebagai alat bantu ketika memikirkan apa yang akan diungkapkan. Gunakan cara apapun yang cocok untukmu bagaimanapun anehnya cara tersebut! 

Ketika merencanakan penulisan, jangan mengkhawatirkan bahasa. Pusatkan perhatian mu pada apa yang akan diungkapkan. Jangan membuang waktu dengan terlalu memusatkan perhatian pada ejaan. Hal-hal tersebut dapat dipikirkan belakangan setelah diputuskan tentang apa yang akan diungkapkan. Jika terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memperbaiki tata-bahasa dalam menyusun naskah awal, harus diingat, mungkin belakangan nanti akan banyak paragarf yang harus dihilangkan karena ternyata tidak diperlukan; atau setidaknya harus dilakukan perubahan yang mendasar. Dengan demikian, berikan perhatian pada tata-bahasa setelah yakin benar dengan apa yang akan diungkapkan. 

Para penulis yang lebih berpengalaman umumnya menulis ulang dan melakukan perubahan teks lebih mendalam daripada mereka yang kurang berpengalaman. Setiap orang memerlukan waktu yang cukup untuk dapat menyusun karya yang baik. Semakin baik seorang penulis akan semakin dapat melihat bahwa gagasan/tulisan/ pemikiran awal yang dapat diperbaiki. Karena itu, kamu harus memberi waktu cukup pada diri mu sendiri untuk menulis ulang gagasan/pemikiran agar nantinya pembaca mencapai pemahaman terbaik tentang apa yang ingin kamu ungkapkan, bukannya apa yang terbaik yang dapat dicapai pada menit-menit terakhir. 

Mintalah beberapa orang membaca apa yang telah ditulis. Minta tolonglah pada teman, atau guru pembimbing anda. Lakukan hal tersebut tanpa menunggu naskah anda "sempurna" karena jika orang yang kamu mintai tolong memberi saran perubahan mungkin kamu akan merasa keberatan melakukannya. Berikan kepada temanmu naskah sementara (draft) dan beritahukan umpan balik apa yang anda perlukan: komentar atas organisasi naskah? gagasan? bahasa? Atau aspek teknis dari apa yang sudah kamu tulis. 

Karya yang bagus memerlukan latihan. Orang yang dapat menjadikan diri kita sebagai penulis yang handal hanyalah diri kita sendiri. Jadi lakukan pekerjaan tersebut, tunjukkan hasilnya pada orang lain, lalu tulis ulang, tulis ulang, dan tulis ulang naskah anda. 

Tersedia banyak buku teks maupun panduan menulis yang dapat dijadikan acuan. Buku-buku tersebut memberikan banyak metode yang dapat diterapkan, namun jika metode-metode tersebut tidak cocok untuk anda maka gunakan cara anda sendiri. 

Judul
Pemilihan judul harus diperhatikan. Judul bisa memuat tema kegiatan tetapi tidak harus sama dengan pertanyaan permasalahan. Penempatan judul halaman bervariasi tergantung format dari panitia penyelenggara. 

Abstrak
Abstrak memberikan gambaran umum secara singkat tapi jelas mengenai isi suatu laporan hasil penelitian. Dari abstrak sudah tergambar apa saja yang menjadi gagasan pokok suatu penelitian. 

Biasanya abstrak terdiri dari empat alinea. 
  • Alinea yang pertama menjelaskan latar belakang penelitian itu. 
  • Kemudian pada alinea kedua diterangkan masalah-masalah yang timbul yang akan dicari proses pemecahan masalahannya 
  • Dilanjutkan dengan alinea ketiga yang mengungkapkan kegiatan penelitian yang kamu lakukan 
  • Dan alinea kempat menjelaskan hasil dan pembahasan 
Daftar Isi
Daftar isi merupakan daftar yang memuat isi dari laporan yang kamu buat. Daftar isi juga menginformasikan halaman dari Bab-bab dari laporan penelitian. 

Kata Pengantar
Kata pengantar merupakan pernyataan dari kamu mengenai laporan yang kamu buat. Kata pengantar menginformasikan proses, latar belakang atau tujuan kamu di dalam melakukan penelitian sampai pada pembuatan laporan . Dalam kata pengantar kamu dapat mengucapkan rasa terima kasih kamu kepada kerabat yang membantu kamu menyelesaikan penelitian. 

Pendahuluan
Jelas bahwa pendahuluan terletak pada bagian awal dari sebuah naskah. kamu harus mengenalkan penelitian dengan memberikan latar belakang, menampilkan masalah penelitian,dan menyatakan bagaimana serta mengapa masalah tersebut akan dipecahkan. Tanpa informasi penting tersebut, orang yang akan membaca naskahmu tidak akan dapat dengan mudah memahami lebih rinci tentang penelitian yang akan dilakukan. Kamu juga harus menerangkan mengapa penelitian dilakukan. 

Berikut adalah yang dapat kamu terangkan dalam pendahuluan 
  • Apa yang menjadi konteks dari permasalahan? Dalam situasi atau lingkungan seperti apa kamu mengamati masalah tersebut? (Latar Belakang) 
  • Mengapa penelitian tersebut penting menurut kamu? Siapa saja yang akan mendapatkan manfaat? Mengapa kamu perlu mengetahuinya? Mengapa situasi, metoda, model atau perangkat perlu diperbaiki? (Rasionalisasi) 
  • Apa yang tidak kamu ketahui? Kesenjangan apa dalam pengetahuamu yang akan terisi oleh hasil penelitian ini? Apa yang perlu diperbaiki? (Permasalahan). 
  • Langkah-langkah apa yang akan dicoba ditempuh kamu untuk mengisi kesenjangan atau memperbaiki situasi? (Tujuan) 
  • Aspek-aspek apa yang tidak kamu teliti? Apakah kajian terbatas pada suatu kawasan geografis tertentu atau aspek tertentu dari situasi yang akan kamu teliti? (Ruang lingkup). 
  • Faktor, kondisi, atau kondisi sekitar yang dapat menghalangi kamu untuk mendapatkan hasil penelitian (Batasan Masalah) Metode, model, formulasi, atau pendekatan kamu dalam mensyaratkan mensyaratkan suatu kondisi tertentu. Adakah kondisi dasar atau pernyataan peneliti yang harus benar? (Asumsi) 
  • Jangan terlalu rinci sehingga terlalu panjang. Harap diingat bahwa yang ditulis adalah pendahuluan, semacam gambaran umum. Walaupun yang dicakup adalah poin yang penting, uraian terinci tentang metode, lokasi, dan hasil akan dibahas pada bagian lain di belakang. 
  • Definisi masalah yang jelas. Tanpa definisi yang jelas tentang masalah penelitian, pembaca makalah kamu akan kesulitan untuk memiliki gambaran tentang apa yang diteliti. Hal ini berarti bahwa mereka tidak dapat memberikan penilaian tentang manfaat, kualitasnya, dan lain sebagainya. Sebagai latihan, kamu harus mampu menyusun kalimat lengkap yang dimulai dengan "Tujuan dari penelitian ini adalah …" yang mampu mencakup masalah yang diselidiki. Tentu saja, tidak selalu harus menuliskan hal tersebut dalam satu kalimat pada makalah. Namun hal tersebut dapat berfungsi sebagai suatu cara yang mudah untuk memastikan bahwa masalah penelitian telah ditulis dengan jelas. Dalam pernyataan masalah penelitian seharusnya dapat disusun dalam satu kalimat - rincian masalah dapat ditulis dalam kalimat yang lain yang mengikuti pernyataan tersebut. Selain itu, haruslah selalu diperhatikan bahwa masalah penelitian sesuai dengan judul skripsi, metodologi, dan tujuan. 
  • Jangan melakukan pengulangan kata, frase, atau ide. Kamu akan memiliki kata kunci yang penting dalam penelitian. Walaupun demikian, pembaca tidak menginginkan membaca kata-kata tersebut berulang kali. Pengulangan yang berlebihan akan membuat naskah terlihat disusun dengan tidak cermat. Untuk menguranginya, beri tanda pada frase atau kata yang sering terpakai - lalu ganti dengan padanan kata yang sesuai. 
  • Tulislah pendahuluan dengan urutan yang logis sehingga pembaca dapat mengikuti alur pemikir kamu dengan mudah. 
Tinjauan Pustaka
Meskipun mungkin orang akan membayangkan novel atau puisi ketika mendengar kata "pustaka", dalam konteks penelitian kata tersebut arti yang lebih khusus. Dalam istilah tinjauan pustaka (literature review), "pustaka" berarti karya-karya yang menjadi rujukan untuk memahami dan menyelidiki masalah penelitian. Karya-karya tersebut dapat berupa publikasi sebagai berikut: 

· Artikel Jurnal: Karya dalam kelompok ini sangat bagus terutama karena informasinya yang mutakhir. Walaupun demikian, harap diingat bahwa diperlukan waktu hingga dua tahun untuk mempublikasikan suatu artikel di sebuah jurnal yang bagus. Karya dalam kategori ini sangat sering digunakan dalam tinjauan pustaka karena ringkas, formatnya up-to-date untuk penelitian, dan karena semua jurnal yang memiliki reputasi hanya mempublikasikan karya penelitian yang paling relevan dan reliabel). 

· Buku: Buku cenderung kurang mutakhir karena waktu yang diperlukan lebih lama untuk menyusunnya bila dibandingkan dengan artikel jurnal. Buku teks agaknya kurang bermanfaat untuk dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka karena buku umumnya ditujukan untuk keperluan pengajaran, bukan penelitian. Walaupun demikian, buku dapat menjadi titik awal yang baik untuk menelusuri sumber-sumber yang lebih rinci 

· Proseding Konferensi: Proseding konferensi sangat berguna karena menginformasikan penelitian paling mutakhir atau penelitian yang belum dipublikasikan. Prosiding juga akan sangat membantu untuk menyediakan informasi bagi orang-orang yang sedang melakukan penelitian pada bidang-bidang yang sama, dan untuk menelusuri karya-karya lain dari para peneliti yang sama. 

· Laporan Pemerintah dan Perusahaan: Banyak departemen pemerintah dan komisi perusahaan yang melakukan penelitian. Publikasikan hasil penelitian mereka dapat menjadi sumber informasi, tergantung bidang kajian penelitian kita. 

· Koran: Karena koran umumnya ditujukan untuk pembaca yang umum (tidak khusus), informasi yang disediakan sangat terbatas untuk keperluan penyusunan tinjauan pustaka. Seringkali koran bermanfaat sebagai sumber informasi tentang kecenderungaan saat ini, perubahan atau penemuan (misalnya pengumuman perubahan kebijakan pemerintah), namun kita harus melengkapinya dengan informasi yang lebih rinci dari sumber-sumber lainnya. 

· Skripsi, Tesis, dan Disertasi: Kelompok karya tulis ini dapat menjadi sumber pustaka yang berguna. Walaupun demikian, karya tulis kelompok ini memiliki beberapa kelemahan: 1) sulit untuk mendapatkannya karena tidak dipublikasikan dan hanya tersedia terbatas di perpustakaan universitas; 2) mahasiswa yang melakukan penelitian mungkin tidak cukup berpengalaman sehingga kita harus memperlakukan temuan dalam karya tersebut dengan lebih hati-hati bila dibandingkan dengan penelitian yang dipublikasikan. 

· Internet (jurnal elektronik) Sumber informasi yang tumbuh paling cepat adalah di Internet. Tidaklah mungkin untuk mengkarakterisasikan informasi yang tersedia di internet, namun beberapa hal penting tentang penggunaan sumber elektronik: 1) harap diingat bahwa setiap orang dapat menerbitkan informasi di Internet sehingga kualitasnya mungkin tidak reliabel; 2) informasi yang dapat kita temukan mungkin dimaksudkan untuk audiens yang umum sehingga tidak sesuai untuk dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka (informasi yang ditujukan untuk audiens umum biasanya kurang rinci); dan 3) saat ini semakin banyak jurnal yang memiliki reputasi mempublikasikan jurnalnya secara elektronik sehingga kualitasnya lebih dapat dipercaya (tergantung reputasi dari jurnal tersebut). 

· CD-ROM: Saat ini, hanya sedikit produsen CD-ROM yang menyediakan sejenis informasi yang khusus dan rinci tentang penelitian akademik. Walaupun demikian semakin banyak CD-ROM yang digunakan di perpustakaan akademik sehingga menjadi piranti untuk menelusuri informasi. 

· Majalah: Kebanyakan majalah ditujukan untuk pembaca umum sehingga kurang berguna untuk pencarian informasi yang diperlukan dalam melaksanakan penelitian. Beberapa majalah khusus mungkin lebih berguna (misalnya majalah bisnis untuk mahasiswa agribisnis) tetapi biasanya majalah tidak memadai untuk rujukan penelitian kecuali sebagai titik awal (misalnya informasi tentang berita atau informasi umum tentang penemuan-penemuan baru, kebijakan, dan lain-lain) yang memerlukan rujukan ke sumber-sumber yang lebih khusus. 

Tinjauan pustaka adalah pandangan kritis terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan yang signifikan dengan penelitian yang sedang (akan) kita lakukan. Anggapan beberapa orang bahwa tinjauan pustaka merupakan ringkasan adalah tidak benar. Walaupun kita harus meringkas penelitian yang relevan, adalah sangat penting bahwa kita juga melakukan evaluasi terhadap karya tersebut, memperlihatkan hubungannya dengan karya-karya lain, dan memperlihatkan bagaiamana karya tersebut terkait dengan penelitian kita. Dengan kata lain, kita tidak dapat hanya memberikan deskripsi sederhana, misalnya: suatu artikel: kita perlu memilih bagian mana dari penelitian untuk dibahas (misalnya metodologi), memperlihatkan bahaimana hal tersebut berhubungan dengan karya lain (misalnya: Metodologi lain mana yang telah digunakan? Apa kesamaannya? Apa perbedaannya?) dan memperlihatkan bagaimana hal tersebut terkait dengan karya kita (bagaimana hubungannya dengan metodologi penelitian kita?). Harus diingat bahwa tinjauan pustaka sebaiknya menyediakan konteks bagi penelitian kita dengan melihat pada karya apa yang telah dikerjakan dalam bidang penelitian kita. Tidak dianjurkan untuk hanya meringkas karya orang lain!!! 

Menulis Tinjauan Pustaka 

Tinjauan pustaka harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dikemukakan berikut ini : Pertanyaan mana yang dijawab oleh tinjauan pustaka tersebut? Pertanyaan mana yang tidak terjawab? Sistem apa yang digunakan penulis tinjauan pustaka tersebut? Bagus/jelekkan tinjauan pustaka tersebut? Mengapa/mengapa tidak? 

Perhatikan bagaimana penulis-penulis yang naskahnya diterbitkan (jurnal terkemuka) menyusun tinjauan pustakanya. Dengan mudah dapat kita lihat bahwa kita harus menggunakan pustaka untuk menjelaskan penelitian kita - jika tidak, yang kita tulis bukanlah tinjauan pustaka tetapi hanyalah memberitahu pembaca apa yang telah dilakukan peneliti lain. 

Tujuan penyusunan tinjauan pustaka yaitu untuk memperlihatkan mengapa penelitian kita perlu dilakukan, bagaimana kita sampai pada keputusan memilih metodologi atau teori tertentu yang kita gunakan, bagaimana karya kita menambah informasi terhadap penelitian-penelitian yang telah ada, dan lain-lain. Kamu perlu untuk meringkas karya yang kita baca tetapi kita juga harus memutuskan gagasan atau informasi yang mana yang penting bagi penelitian mu, dan mana yang kurang penting sehingga bisa diabaikan dalam tinjauan. Kamu juga harus melihat konsep utama, kesimpulan, teori, argumen, dan lain-lain yang mendasari karya tersebut, serta melihat kesamaan dan perbedaannya dengan karya terkait lainnya. Hal tersebut mungkin agak sulit dilakukan pada saat pertama kalinya, tetapi akan menjadi semakin muda dengan semakin banyaknya karya dalam bidan kajian yang sama yang kita baca. 

Penelitian
Dalam bab tentang metodologi Penelitian kamu diharapkan untuk menerangkan mengenai : 1. Bagaimana data dikumpulkan atau dihasilkan? 2. Bagaimana data tersebut dianalisis? 

Dengan kata lain, bab tentang metodologi memperlihatkan kepada pembaca bagaimana kamu memperoleh hasil.Kamu perlu mengetahui bagaimana data diperoleh karena metode berpengaruh terhadap hasil. Sebagai contoh, jika kamu menyelidiki listrik statis maka metode analisa bahan yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda. Mengetahui bagaimana data dikumpulkan akan membantu pembaca untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas hasil dan kesimpulan dalam penelitian kamu. 

Sering kali terdapat metode yang berbeda yang dapat digunakan untuk menyelidiki suatu masalah penelitian yang sama. Karena itu, metodologi harus memberikan alasan yang jelas mengapa kamu menggunakan suatu metode atau prosedur tertentu. 

Pembaca ingin mengetahui bahwa data yang dikumpulkan atau dihasilkan menggunakan suatu cara bersifat konsisten dengan praktek yang telah disepakati dalam bidang yang sama.Metode penelitian harus sesuai dengan tujuan dari penelitian. Misalnya, bila tujuan penelitian dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh suatu aplikasi terhadap kecepatan tumbuh tanaman maka variabel dan cara pengukurannya harus merujuk pada metode/ pendekatan yang sesuai. Pengukuran tinggi tanaman, dalam hal ini, tidak cukup untuk menggambarkan kecepatan tumbuh tanaman. Selisih tinggi tanaman per satuan waktu akan lebih sesuai untuk tujuan penelitian tersebut. 

Metodologi harus membahas masalah-masalah yang telah diantisipasi dan menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk mencegah masalahyang mungkin akan terjadi, masalah yang telah terjadi, dan cara-cara meminimalkan pengaruhnya. 

Dalam beberapa kasus, akan sangat berguna bagi peneliti lain untuk mengadaptasi atau mereplikasi metodologi kita. Dengan demikian informasi yang lengkap akan memungkinkan peneliti lain mamanfaatkan karya kita. Hal tersebut terutama berlaku untuk penelitian yang menggunakan metode-metode baru, atau adaptasi yang inovatif dari metode-metode yang sudah ada. 

Ingatlah selalu tujuan penyusunan metodologi 
Catatlah apa yang sudah kamu kerjakan, mengapa kamu mengerjakannya, dan apa yang terjadi. Beberapa peneliti membuat catatan harian penelitian sehingga mereka memiliki catatan tentang metode yang digunakannya. Usahakan memiliki cara untuk mencatat pekerjaan penelitian dengan efektif dan secara hati-hati memiliki bahan-bahan mana saja yang akan diikutkan dalam bab tentang metodologi. Perhatikan siapa yang akan menjadi audiens kita, dan berhati-hati untuk tidak memasukkan ditail yang tidak perlu. Hindari penggunaan "Saya" untuk menulis apa yang telah dikerjakan. Jangan gunakan "kami" bila kita tidak benar-benar bekerja secara tim. 

Sunday, October 18, 2009

PROPOSAL PENELITIAN BARU


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah- Perubahan zaman yang begitu cepat dan berkembang ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin pesat pada era globalisasi ini, menghadapkan dunia Pendidikan Nasional mendapat tantangan - tantangan yang amat besar khususnya dalam upaya menyiapkan kwalitas sumber daya manusia yang berkompeten dibidangnya masing - masing dan mampu beradaptasi di era Informasi maupun dibidang Teknologi saat ini.
Derasnya arus informasi dan teknologi akan menuntut masyarakat menjadi lebih kritis pada satu sisi dan pada sisi yang lain, kehidupan dan perekonomian menjadi lebih komplek, persaingan akan bertambah keras disebabkan globalisasi serta perdagangan bebas akan berlaku yang berdampak pada tipisnya batas-batas kewenangan Negara, dan terjadi mobilitas dan intraksi yang tinggi antara Negara dan Bangsa disertai dengan melimpahnya konsepsi, fisik dan produk dari luar. Banyak pekerjaan yang diganti dengan menggunakan alat peralatan yang canggih, sehingga banyak pula pekerjaan berubah secara radikal yang tentunya membutuhkan tingkat kecakapan berpikir disertai dengan ketrampilan berkarya dan berusaha meningkatkan pengetahuan untuk bekal hidupnya nantinya.


Salah satu masalah pendidikan nasional yang dilematis adalah rendahnya tingkat relefansi pendidikan disamping masalah mutu, pemerataan, efektifitas, dan efisiensi pendidikan. Berbagai masalah tersebut harus selalu di tanggulangi, baik melalui jalur pendidikan formal, infomal maupun nonformal.


Sekolah Menengah Kejuruan adalah sebagai suatu lembaga pendidikan formal merupakan satu kesatuan sistim dengan lingkungan alam, sosial, budaya, masyarakat dan dunia usaha atau dunia industri serta masyarakat atau lapangan kerja di mana sekolah itu berada.Oleh karena itu dalam perencanaan, pengelolaan, dan pelaksanaan pendidikan harus berorientasi pada lingkungan hidup yang selalu berubah.

Peningkatan mutu Pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kwalitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global yang semakin meningkat.
Peningkatan relevansi pendidikan dimasukkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efesiensi manejemen pendidikan dilakukan melalui perencanaan manejemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengolahan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.
Dari penjelasan diatas sekolah atau lembaga Pendidikan Menengah Kejuruan yang dapat diharapkan memenuhi kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam, serta menghadapi tantangan global yang semakin meningkat.
Dalam penyelenggaraan pendidikan pada sekolah Kejuruan harus selalu ditingkatkan pemyesuaian mengenai isi pendidikan atau mengembangkan standart isi.
Standart isi adalah salah satu dari delapan standart nasional pendidikan sebagai mana tertuang dalam Bab II pasal (2) (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan, meliputi standart isi, standart proses, standart kompetensi lulusan, standart pendidik dan tenaga kependidikan, standart sarana dan parasarana, standart pengelolaan, standart pembiayaan dan standart penilaian pendidikan (dikutip dari Prakata BSNP 2006).
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menguasai teknologi, ketrampilan dan etos kerja serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang merupakan lembaga pendidikan formal memberikan bekal teknologi, ketrampilan, sikap dan etos kerja yang bertujuan mempersiapkan lulusan menjadi tenaga kerja tingkat menengah seperti yang dikemukakan Sujana (1998 - 40) di kutip dari skripsi (2001)
“ Bahwa Pendidikan Kejuruan Merupakan Salah Satu Infestasi Untuk Meningkatkan Kwalitas Manusianya Yang Merupakan Syarat Utama Mempertinggi Pertumbuhan Ekonomi, Merupakan Kesepakatan dan Untuk Perubahan Sosial Sesuai Dengan Apa Yang Diharapkan ” dalam era globalisasi saat ini.
Sejalan dengan usaha pencapaian hal tersebut diatas, maka prosedur pengembangan sistim pengajaran di sekolah itu perlu perencanaan dan pelaksanaan yang baik agar lulusan mampu memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat di masa kini dan yang akan datang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Namun kenyataan pada akhir-akhir ini banyak lulusan yang tidak mampu memenuhi pihak pemakai, baik itu di dunia industri dan dunia usaha. Salah satu hal yang menjadi penyebab adalah hasil belajar yang di peroleh siswa setelah kegiatan belajar belum tercapai seperti apa yang di harapkan. Sering di temui sejumlah siswa yang memperoleh hasil belajar yang jauh di bawah ukuran rata-rata bila di bandingkan dengan hasil belajar yang di peroleh siswa lainnya. Keadaan ini merupakan pertanda atau indikasi bahwa dengan segera mungkin alternatif pemecahan masalah ini hanya akan berhasil dan akan dapat dilaksanakan secara efektif bila kita memahami kesulitan anak didik yang mereka alami dan menemukan faktor pennyebabnya.
Untuk itu Sekolah Menengah Kejuruan membekali siswa siswinya dengan materi pelajaran yang di arahkan pada frofesionalisme di dunia industri dan dunia usaha sehingga kelak mereka di harapkan dapat mengisi lapangan kerja sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang berkwalifikasi kemampuan lulusan dan mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.
Salah satu jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan adalah Program Teknik Pemesinan yang membekali siswanya dengan materi yang berkaitan dengan bidang Pemesinan atau mata pelajaran elemen mesin serta mata pelajaran yang mendukung untuk pekerjaan mesin produksi. Salah satu Program Pendidikan dan latihan yang mendukung jurusan tersebut adalah Program Keahlian Teknik Mesin Bubut sebagai salah satu Pengetahuan yang mendukung ilmu teknologi, maka siswa - siswi mampu menguasai konsep - konsep dasar dan aplikasi pengembangan mesin bubut, sebab Mesin Bubut adalah salah satu macam alat perkakas dalam pengerjaan logam dan yang paling banyak digunakan untuk mengerjakan pekerjaan seperti : Membubut slinder bertingkat, Membubut bidang silinder, baik silinder luar maupun silinder dalam, Membubut bentuk tirus, baik tirus luar maupun dalam, Membuat ulir atau memotong ulir, Membentuk bidang datar dan Mereamer.
Pekerjaan pekerjaan tarsebut diatas adalah yang paling banyak di gunakan di Industri untuk membuat / mengatasi benda kerja yang rusak atau merencanakan beberapa bentuk mesin yang digunakan masyarakat luas. Dalam menyampaikan maksud dan inspirasinya seseorang biasanya di dorong dan di pengaruhi oleh banyak faktor salah satu di antaranya adalah Minat. Apabila seseorang mempunnyai minat terhadap sesuatu ,maka seseorang itu akan melakukan maksud tersebut dengan segala kemampuan dan akan berusaha untuk menyelesaikanya dengan baik. Demikian juga dengan belajar, minat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar dalam hal ini proses belajar mempergunakan mesin bubut, ada metode yang dipergunakan yaitu metode Pemberian tugas bagi siswa yang dikenal dengan Pekerjaan rumah tidak pernah dilupakan.
Pekerjaan rumah harus di periksa untuk mengetahui apakah dipahami oleh siswa atau tidak, selain itu Pekerjaan rumah di Review (diulang) di depan kelas untuk memperkuat pemahaman siswa dalam proses belajar mengajar yang di inginkan .Pekerjaan rumah adalah portofolio yang harus diperiksa oleh guru setiap diberikannya tugas kepada siswanya.
Review yang sistimatis dan latihan yang berjarak ,waktu yang teratur diperlukan untuk mencapai tujuan berjangka panjang ,seperti yang dikemukukakan oleh ; Dr. Wina Sanjaya, M.Pd. dalam bukunya.
“ Setiap aktifitas termasuk berbagai karya yang dihasilkan siswa dari suatu proses pembelajaran,perlu dimonitor ,diberi komentar,dikritik dan diberi catatan perbaikan oleh setiap guru secara terus menerus,melalui proses monitoring yang terus menerus itulah pengalaman belajar siswa”.
Untuk teknik melakukan monitoring terhadap hasil kerja dan pengalaman siswa inilah yang dimaksud penulis Review atau dengan penilaian portofolio.Portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan karya siswa yaang disusun secara sistematis dan terorganisir sebagai hasil dari usaha pembelajaran di luar sekolah atau pekerjaan rumah.
Review yang dimaksud disini adalah tinjauan kembali Pekerjaan rumah (PR siswa) dalam kegiatan belajar di sekolah setelah pekerjaan rumah ( portofolio) diberikan. Dari uraian di atas penulis tertarik untuk meneliti, Apakah ada :
“ PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR ANTARA MEREVIEW DENGAN TIDAK MEREVIEW TUGAS PEKERJAAN RUMAH PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MESIN BUBUT SISWA KELAS II SMK NEGERI 5 MEDAN TAHUN AJARAN 2008 / 2009 ”
  1. Indentifikasi Masalah
Salah satu peranan dan tanggung jawab guru dalam proses belajar mengajar adalah menciptakan kondisi yang dapat membangkitkan minat belajar siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Upaya tenaga pengajar untuk membangkitkan motifasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar diantaranya direalisasikan dalam bentuk (review) yaitu berupa penghargaan, pemberian perhatian, dan pemberian untuk berprestasi.
Pemberian review tersebut sebenarnya bertujuan untuk:
1. Meningkatkan perhatian siswa.
2. Memperlancar proses belajar mengajar.
3. Membangkitkan dan mempertahankan motivasi.
4. Mengontrol atau mengubah sikap siswa yang suka mengganggu.
5. Menumbuhkan tingkah laku belajar yang produktif.
6. Mengembangkan dan mengatur diri sendiri dalam belajar, dan
7. Mengarahkan dengan cara berpikir yang baik.
Semua tujuan di atas pada dasarnya adalah kemajuan belajar siswa atau prestasi belajar siswa dalam proses pembelaajaran di sekolah.
  1. Batasan Masalah.
1. Ruang Lingkup.
Dalam kegiatan belajar mengajar, metode mengajar juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi siswa untuk mencapai prestasi belajar yang baik. Metode pengajaran ini meliputi metode ceramah, metode diskusi, metode demonstrasi, metode tanya jawab, metode latihan dan metode pemberian tugas dari industri yang behubungan dengan mesin bubut. Dari banyak metode mengajar di atas penulis hanya meneliti mengenai metode pemberian tugas yang di kaitkan dengan review tugas dimana tugas itu mencakup:
1. Pekerjaan rumah (Porto folio)
2. Menjawab soal-soal latihan di sekolah.
3. Tes ulangan harian.
4. Ulangan umum.
2. Batasan Masalah.
Agar permasalahan dalam penelitian ini lebih ter arah dan luas, penulis hanya membatasi masalah penelitian review tugas pekerjaan rumah (PR siswa) Program Keahlian Teknik Mesin bubut Kelas II SMK Negeri 5 Medan Tahun ajaran 2009.
  1. Rumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas ,maka rumusan masalah adalah sebagai berikut;
1. Apakah ada perbedaan hasil belajar Program Keahlian Teknik Mesin Bubut antara siswa yang mendapat review pada tugas pekerjaan rumah dengan siswa yang tidak mendapat review tugas pekerjaan rumah Program Keahlian Mesin Bubut ?
2. Prestasi belajar manakah yang lebih baik dalam pengajaran Program Keahlian Teknik Mesin Bubut antara siswa yang mendapat review tugas pekerjaan rumah dengan siswa yang tidak mendapat review tugas pekejaan rumah Program Keahlian Teknik Mesin Bubut ?.
  1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar Teknik Mesin Bubut antara yang mendapat review dengan siswa yang tidak mendapat review tugas pekerjaan rumah Teknik Mesin Bubut.
b. Untuk mengetahui hasil belajar dalam pengajaran Teknik Mesin Bubut antara siswa yang mendapat review dengan siswa yang tidak mendapat review tugas pekerjaan Teknik Mesin Bubut.
  1. Manfaat Penelitian.
Penilaian portofolio aatu mereview tugas pekerjaan rumah (PR siswa) memiliki beberapa manfaat seperti yang dikemukakan oleh; Dr. Wina Sanjaya,M.Pd. (2009: 364) dalam bukunya.
“ Penilaian portofolio dapat memberikan gambaran yang utuh tentang perkembangan kemampuan siswa .Artinya melalui penilaian portofolio informasi yang didapatkan bukan hanya sekedar pengetahuan saja,akan tetapi juga sikap dan ketrampilan”.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dan dorongan bagi guru untuk melaksanakan Proses belajar mengajar teori Program Keahlian Teknik mesin Bubut dengan menekankan pentingnya mereview tugas pekerjaan rumah(PR siswa) atau porto foliountuk meningkatkan prestasi belajar Program Keahlian Mesin Bubut.
BAB II
LANDASAN TEORITIS, LANDASAN KONSEPTUAL
DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Landasan Teoritis
1. Ketrampilan Menggunakan Mesin Bubut Konvensional.
Pemahaman mengenai prinsip-prinsipmenggunakan mesin bubut konvensional adalah menyiapkan pekerjaan pemesinan, serta mampu mengoperasikan mesin bubut dan melakukan evaluasi terhadap pekerjaan, ini akan sangat berguana bagi peserta didik sebagai pembentukan watak dalam bekerja menggunakan mesin bubut, dan akan menjadi kebiasaan positif setelah bekerja di industri sehingga menjadi salah satu penunjang pula terhadap kemampuan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja siswa dalam menguasai kompetensi lainnya dalam bidang keahlian yang sama.
Para siswa yang sudah mempelajari dan menyelesaikan bekerja dengan mesin umum dalam peta M7. 5A ini digunakan sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke Program Keahlian Mempergunakan Mesin Bubut yang disebut dalam kedudukan peta M7. 6A dan selanjutnya ke M7. 21A (Mempergunakan Mesin Bubut Kompleks)

10

Peta Kedudukan Program Keahlian Teknik Mesin
Membubut menggunakan ketrampilan intelektual yang didukung dengan pemahaman membaca gambar kerja serta ukuran-ukuran dengan standart yang benar menurut standart ISO sehingga pembubutan yang diberikan pada siswa dapat dikerjakan dengan benar dan hasilnya baik.
Ada beberapa tugas yang harus dikerjakan siswa kelas II SMK Negeri 5 Medan dalam satu semeter, sehingga siswa di tuntut berusaha menyelesaikan tugas tersebut secara keseluruhan. Hasil akhir dari beberapa tugas tersebut di nilai sebagai hasil prestasi belajar siswa dalam program keahlian teknik mesin bubut yaitu M7. 6A.
Selama ini metode pengajaran yang di lakukan oleh guru dengan memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan pada setiap pertemuan pokok bahasan pembelajaran yang disampaikan melalai pengajaran. Guru tidak banyak memberikan pengarahan kepada siswa, dan siswa harus aktif mengerjakan tugas-tugas tersebut hingga selesai tanpa mengetahui kesalahan yang selama ini mereka lakukan dalam setiap mengerjakan tugas-tugas.
Dengan proses belajar mengajar yang selama ini di lakukan oleh guru, mengakibatkan kegagalan yang dialami oleh siswa dan tidak terselesaikanNya tugas yang diberikan, sehingga perlu adanya pengajaran yang dapat membantu usaha siswa agar lebih aktif mengerjakan tugas-tugasnya dengan benar, sesuai dengan kaidah dan langkah kerja proses pembubutan yang benar.
Mereview tugas (portofolio) diharapkan dapat diterapkan pada siswa dalam proses pembubutan yang benar pada jurusan Program Keahlian Teknik Mesin Bubut. Metode ditinjau kembali pada materi yang diajukan dapat memungkinkan untuk memberikan semangat dan motivasi untuk berusaha, karena guru selalu memonitor yang mereka lakukan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya secara teratur, terarah dan berkesinambungan.
2. Pekerjaan Rumah
Kegiatan yang ditugaskan guru kepada siswa kerap harus dikerjakan dirumah, untuk itu digunakan istilah “Pekerjaan Rumah” ( Portofolio) ( Dr.Wina Sanjaya,M.Pd .2009:364) mengemukakan ;
“ Hasil kerja siswa yang di lakukan di luar kelas(reproducton) hasil karya siswa dinamakan evidence melalui evidence inilah siswa dapat mendemonterasikan unjuk kerja kepada orang lain baik tentang pengetahuan,sikap maupun ketrampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran” Pekerjaan Rumah adalah Soal-soal Yang Diberikan Guru Kepada Siswa Untuk Dikerjakan Dirumah Yang Bertujuan Agar Siswa Lebih Memahami Materi Pelajaran Yang Telah Diajarkan Disekolah
Dalam pelaksanaan metode pemberian tugas memiliki tiga (3) fase. Fase pertama guru memberi tugas, kedua siswa melaksanakan tugas yang diberikan, dan yang ketiga siswa mempertanggung jawabkan pada guru tugas apa yang telah dikerjakanNya
Pemberian pekerjaan rumah yang bentuknya portofolio merupakan salah satu cara untuk memotivasi siswa dalam belajar sebab siswa merasa tertantang untuk mengerjakan dan menyelesaikannya. Bila tugas rumah yang akan diberikan itu terlalu mudah bagiNya malah akan menyebabakan kebosanan, sedangkan bila terlalu sulit mendatangkan frustasi sehingga pekerjaan rumah tersebut akan kehilangan motivasi. Oleh karena itu harus diperhatikan hubungan tingkat kebutuhan siswa dengan tingkat motivasi yang akan ditentukan.
Pekerjaan rumah juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengertian yang lebih luas tentang topik dan konsep yang telah diajarkan dalam kelas, hal ini jarang terjadi didalam kelas. Tetapi pada waktu mengerjakan pekerjaan rumah siswa dapat menggunakan waktu sesuai dengan kecepatan dan kemampuan, ketrampilan sendiri. Dengan demikian kreatifitas kerja siswa dapat berkembang, disamping itu siswa juga dapat mempraktekkan ketrampilan yang baru saja mereka pelajari. Jadi sebaiknya guru memberikan pekerjaan rumah pada siswa secara teratur, terarah dan berkesinambungan baik tugas harian, mingguan mupun bulanan.
Pekerjaan rumah itu dapat diberikan secara individu dan dapat pula secara kelompok dengan maksud agar siswa kembali belajar dirumah untuk lebih memahami dan menghayati serta mendalami bahan pelajaran yang telah diajarkan disekolah. Dengan adanya tugas pekerjaan rumah ini siswa tentu akan berusaha untuk menyelesaikannya, dimana tugas individu harus dikerjakan secara individu hal ini agar siswa dapat mengembangkan sikap percaya diri maupun mandiri apalagi siswa pernah mengalami sukses dalam proses pengerjaan tugasnya. Demikian pula dengan tugas kelompok dimana siswa dapat membina sikap kepemimpinan dan sebaiknya pekerjaan rumah jangan terlalu banyak. Sehingga tidak banyak waktu siswa yang tersita hanya untuk mengerjakan tugas Program Keahlian Teknik Mesin Bubut sebab Program Keahlian Teknik Mesin Bubut hanya salah satu mata pelajaran yang dipelajari siswa disekolah.
Dalam pemberian pekerjaan rumah guru harus memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih giat melaksanakan pekerjaan rumah dan yang lebih penting lagi guru harus memeriksa tugas-tugas siswa tersebut.Ketika dikoreksi oleh guru maka semangat, minat dan sikapnya akan menjadi positif.
Selanjutnya siswa diberi tanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan rumahnya. Tanggung jawab siswa itu adalah sebagai berikut :
1. Mengerkakan tugas dengan tepat waktu
2. Mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam contoh soal untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
3. Bekerja dengan jujur dan cermat/
4. Mengerjakan setiap tugas sampai dengan selesai.
5. Mencari bantuan bila memerlukan.
6. Menerjakan tugas meskipun pada saat ya tidak masuk sekolah.
7. Secara priodik mereview pekerjaan rumah yang telah diselesaikan.
3. Review Pekerjaan Rumah.
Review adalah merupakan tinjaauan kembali pada meteri yang telah dipelajari untuk maksud mempelajarinya lebih lanjut. Maka mereview pekerjaan rumah berarti tinjauan kembali pekerjaan rumah setelah dikerjakan oleh siswa.
4. Waktu Pelaksanaan Review Pekerjaan Rumah.
Tiap pembelajaran disekolah dilanjutkan, merupakan pembelajaran yang di asuh oleh guru bidang studi, dengan demikian yang lebih mengetahui selak beluk pekerjaan itu adalah guru bidang studi yang besangkutan. Oleh karena itu mereview pekerjaan rumah (PR siswa) yang kurang memuaskan dilakukan guru. Review pekerjaan siswa dapat dilakukan :
1. Pada awal Pembelajaran, bila pembelajaran yang baru berhubungan dengan pekerjaan rumah yang diberikan.
2. Pertengahan pembelajaran bila pekerjaan rumahnya bertype penemuan yang berguna bagi guru untuk memperkenalkan konsep atau basahan yang muncul pada pembelajaran keahlian teknik mesin bubut.
3. Pada akhir pelajaran, bila pelajaran yang baru merupakan topik baru dan mengarah pada perkembangan pembahasan.
5. Cara Mereview Pekerjaan Rumah.
Setiap jenis pekerjaan rumah memerlukan cara mereview tersendiri dan kegiatan ini sebaiknya dilakukan bersama-sama siswa. Mereview pekerjaan rumah dapat dilakukan dengan lisan atau tulisan di papan tulis. Guru menuliskan dan menerangkan jawaban- jawaban yang benar di papan tulis untuk soal-soal yang dianggap penting. Hal ini dilakukan sebelum pelajaran secara resmi dimulai, dengan demikian maka waktu dapat dihemat. Banyak tidaknya pekerjaan rumah yang direview tergantung tingkat kesulitan dan kesukaran pelajaran serta kemampuan siswanya.
Dalam hal mereview pekerjaan rumah tingkat kemampuan atau pencapaian kelas juga bisa menjadi faktor penentu dalam hal frekwensi mereview pekerjaan rumah ini. Namun sebaiknya pekerjaan rumah itu direview sesudah dikerjakan oleh siswa setelah pekerjaan siswa itu selesai selanjutnya dikumpulkan dan diperiksa oleh guru dan bila perlu di beri komentar dan nilai sebagai penguatan. Sesudah membaca dan memeriksa pekerjaan rumah (PR siswa) maka pengetahuan guru pada waktu mengajar berikutnya semakin lengkap, karena guru telah mengetahui kelemahan dan kekuatan siswa lebih baik. Hal ini dapat memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya.
6. Manfaat Mereview Pekerjaan Rumah.
Pekerjaan rumah yang dikerjakan siswa yang kurang memuaskan perlu direviw untuk lebih memantapkan penguasaan siswa pada materi pelajaran seperti pada pendapat Dr. Wina Sanjaya M.Pd (2009 : 229) mengungkapkan dalam bukunya yaitu ;
“ Belajar adalah proses perubahan melalui kegiatan atau prosedur latihan baik latihan di dalam laboratorium maupun dalam lingkungan alamiah
Hal ini ditambahkan pula dalam bukunya pada halaman (362) tentang Penilaian Portofoliodalamhal ini penulis beranggapan bahwa penilaian portofolio= review pekerjaan rumah .
Penilaian portofolio adalah penilaian terhadap karya-karya siswa selama proses pembelajaran yang tersusun secara sistimatis dan terorganisasi yang dikumpulkan selama priode tertentu dan digunakan untuk memantau perkembangan siswa baik mengenai pengetahuan ,ketrampilan maupun sikap siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan”.
Jadi review besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanya review bahan yang belum dikuasai serta mudah terlupakan akan tetap tertanam dalam otak seseorang siswa.
Dengan mereview pekerjaan rumah siswa, maka siswa mendapat pemahaman pada pelajaran yang akan diberikan akan semakin mantap. Karena pada saat mereview pkerjaan rumah, siswa yang merasa kurang paham pada materi pelajaran akan merasa terbantu dengan mengulang kembali menjelasakan konsep-konsep materi pelajaran yang telah diajarkan.
7. Prestasi Belajar.
Belajar diartikan oleh Prof.Dr.Azhar Arsyad dalam bukunya (1996: 1 ) sebagai berikut ;
“ Belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan,ketraampilan dan sikapnya”.
Belajar diartikan oleh Dr.Dimyati dan Drs.Mudjiono Belajar Dan Pembelajaran(2006:10).
Belajar adalah seperangkap proses kognetif yang mengubah sifat sistimulus lingkungan melewati pengetahuan informasi menjadi kapablitas baru”
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh pengetahuan, kecakapan, kebiasaan, sikap, yang semua disimpan dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku progersif dan adaptif .
Proses belajar akan menyebabkan perubahan pada diri seseorang terhadap sesuatu keadaan yang lebih baik, yang mengacu pada tingkat keberhasilan belajar yang diorentasikan pada proses yang dicapainya. Jadi prestasi belajar adalah Usaha yang dapat dicapai dari pekerjaan belajar.
Prestasi belajar dalam perubahan tingkah laku pada umumnya meliputi ( Kognitif, Afektif, Psikomotorik ) dalam arti meliputi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan diperoleh melalui usaha belajar yang dilakukan dalam batas waktu tertentu.
Proses belajar yang dialami oleh siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan/pemahaman, dalam bidang ketraampilan dan dalam bidang nilai serta sikap. Adanya perubahan itu tampak dalam proses belajar yang dihasilkan oleh siswa terhadap pertanyaan/tugas yang diberikan oleh guru khususnya tugas pekrjaan rumah (tugas porto folio).
Jadi prestasi belajar adalah merupakan gambaran dari kemampuan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dalam pemahaman seseorang terhadap hasil belajar. Ini menunjukkan semakin baik proses belajar yang dilakukan oleh siswa, semakin baik prestasi belajarnya. Seseorang siswa yang benar-benar melaksanakan proses belajarnya disekolah maupun diluar sekolah, maka hasil belajarnya akan memuaskan.
B. Landasan Konseptual.
Pradigma penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut;

=
Ket :
T1 Kelas II Teknik Pemesinan 1.
T2 Kelas II Teknik Pemessinan 2.
X1 Pembelajaran dengan metode mereview tugas rumah.
X2 Pembelajaran dengan metode tidakmereview tugas rumah.
Y1 Prestasi belajar siswa yang mendapat review tugas rumah.
Y2 Prestasi belajar sisa yang tidak mendapat review tugas rumah.
t Perbedaan prestasi belajar.
Belajar menggunakan metode tugas pekerjaan rumah(portofolio) dapat meningkatkan aktivitas siswa karena siswa itu aktif dalam peristiwa pembelajaran dan dapat berfungsi sebagai penguatan terhadap materi yang disajikan. Pemberian pekerjaa rumah(porto folio) merupakan salah satu cara untuk memotivasi siswa dalam belajar dan memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan materi yang telah dipelajarinya di dalam kelas. Selanjutnya dengan diberikannya tugas yang ter arah, teratur, dan berkesinambungan serta terencana diharapkan siswa akan dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan benar sehingga kegiatan belajar mengajar akan dapat berjalan dengan lancar oleh karena itu pekerjaan rumah (porto folio) harus mendapat perhatian yang serius dari setiap guru demi memperlancar proses pembelajaran di sekolah.
C. Pengajuan Hipotesis.
Berdasarkan landasan teoritis, dan landasan konseptual yang telah dijelaskan di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan yaang signifikan antara siswa yang mendapat review tugas (porto folio) dengan siswa yang tidak mendapat review tugas dalam prestasi belajar Program Keahlian Mesin Bubut.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian.
Penelitian ini di laksanakan di SMK negeri 5 Medan pada kelas II Jurusan Teknik Mesin Bubut Tahun 2009 Adapun alasan penulis memilih SMK Negeri 5 Medan adalah;
1. Karena penulis bertugas pada SMK Negeri 5 Medan sebagai guru mata pelajaran Teknik Mesin Bubut .
2. Kurikulum SMK Negeri 5 Medan memuat mata pelajaran Teknik Mesin Bubut.
3. Pada sekolah ini belum pernah dilakukan penelitian yang serupa dengan permasalahan seperti di atas.
4. Sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat, peneliti tergerak untuk meneliti komponen-komponen yang dapat meningkatkan kwalitas para siswa lulusan sekolah tersebut sekaligus untuk memberi suatu masukan daalam mengembangkan mutu lulusan SMK Negeri 5 Medan.
B. Populasi dan Sampel.
1. Populasi .
Sesuai dengan batasan permasalahan penelitian ini, maka populasi yang menjadi sasaran penelitian ini adalah seluruh siswa jurusan teknik mesin kelas II SMK Negeri 5 Medan tahun ajaran 2009 keadaan siswa yang di jadikan populasi dalam penlitian ini pada tabel di bawah ini.

20

Tabel 1
Distribusi Populasi Penelitian
No
Kelas
Jumlah Siswa
1
2 TM 1
31 Orang
2
2 TM 2
32 Orang
J u m l a h
63 Orang
Dari tabel diatas , jumlah total siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 63 Orang.
2. Teknik Pengambilan Sampel.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini di gunaakan sampel random atau sampel acak tanpa mengistimewakan satu kelas atau beberapa subjek untuk dijadikan sampel. Dalam penelitian ini terdapat dua kelas dengan jumlah populasi 63 orang secara kebetulan bahwa siswa pada SMK Negeri 5 Medan hanya dua kelas ,sedangkan penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan hanya memerlukan dua kelas,dimana satu kelas eksperimen dan satu lagi untuk kelas kontrol, oleh karena itu peneliti hanya hanya mengambil dua kelas saja yaitu kelas II MP 1 dan II MP 2. Jumlah siswa kelas II MP 1 adalah sebanyak 30 orang dan kelas II MP 2 sebanyak 33 orang sehingga jumlah seluruh sampel sebanyak 63 orang, pada saat pelaksanaan postes siswa yang hadir pada kelas II MP 1 sebanyak 29 orang dan pada kelas II MP 2 sebanyak 32 orang sehingga sampai yang terjaring sebanyak 61 orang.
C. Defenisis Operasional Variabel Penelitian.
Variabel yang terdapat dalam penelitian ini adalah mereview tugas rumah siswa dan prestasi belajar teknik mesin bubut .dan variabel dapat dibedakan atas dua bagian yaitu :
  1. Variabel Bebas .
Variabel bebas adalah kondisi atau karakteristik yang dimanipulasi untuk menerangkan hubungan dengan yang diobservasi atau gejala yang mempengaruhi suatu gejala.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah mereview tugas rumah ( X1), dan tidak mereview tugas rumah ( X 2 )
  1. Variabel Terikat .
Variabel terikat adalah variabel yang tidak dapat dimanipulasi yang diperkirakan dapat terjadi akibat interaksi variabel bebas yang dimanipulasi ,Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajarmempergunakan teknik mesin bubut siswa ( Y1 ) prestasi belajar siswa yang mendapat tugas rumah adalah ( Y2 ) Prestasi belajar siswa yang mendapat review tugas rumah pada pelajaran teknik melakukan pekerjaan dengan mesin bubut adalah hasil Penguasaan materi diklat teknik melakukan pekerjaan dengan mesin bubutberdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Program Keahlian Teknik Pemesinan yang disebut dengan KTSP Tahun 2006 untuk jurusan teknik pemesinan kelas II MP SMK Negeri 5 Medan tahun ajaran 2008/2009.
D. Teknik Pengumpulan Data.
Alat pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah seperangkap soal yang digunakan untuk test akhir.Pengunaan soal soal yang sama untuk test akhir, karena siswa kelas II SMK Negeri 5 Medan belum pernah mendapatkan materi pelajaran tentang penggunaan Mesin Bubut serta bagian-bagiannya sebab pada waktu kelas I belum di ajarkan oleh para guru.
Prof. Dr. Suharmisi Arikunto ( 2009:100) mengemukakan pngertian demilian, “Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan olehpeneliti untuk mengumpulkan data,cara menunjuk pada sesuatu yang abstrak,tidak dapat diwujudkan dalam benda yang kasat mata ,tetapi hanya dapat dipertontonkan penggunaanya. Terdaftar sebagai metode Metode penelitian adalah angket,wawancara atau interviw ,pengamatan,ujian atau test”
Data dalam penelitian pendidikan adalah dengan menggunakan test hasil belajar. Test hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur tingkat pengalaman belajar siswa sedangkan bentuk test yang digunakan adalah bentuk test objektif sebanyak 30 soal.
Pemilihan bentuk test dikarenakan bahwa bentuk test ini memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan kelemahannya salah satukelebihan test ini adalah representatif karena dapat mewakili isi dan luasnya materi .Disamping itu juga lebih objektif dan dapat menghindari adanya unsur subjektif, baik yang datangnya dari siswa maupun dari guru. Suatu alat test yang baik harus mempunnyai validitas dan reabilitas yaang cukup tinggi validitas test ini meliputi dari alat test itu sendiri untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan reliabilitas test berkaitan dengan kecermatan dan keterhandalan alat ukur.
Untuk mengukur validitas test dilakukan dengan cara kerjasama dengan para ahli yang berkompeten,yaitu dengan beberapa Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang ,Dosen dari P4TK Medan serta beberapa guru bidang keahlian Teknik Mesin Bubut di SMK negeri 5 Medan.Hal ini dilakukan karena tidak tersedianya suatu kriterium yang objetif . Dalam praktek kerap kali tidak tersedia kriterium obyektif untuk mengecek validitas alat ukur yang baru disusun untuk reserch.Dalam keadaan semacam ini penylidik dapat meminta kerjasama dengan orang- orang yang dianggap kompeten terhadap obyek atau gejala yang hendak diselidiki dan menggunakan hasil penelitian itu sebagai kriterium validitas.
Sebelum alat test ini digunakan sebagai alat pengumpulan data, terlebih dahulu di adakan uji coba alat test. Uji coba dilakukan terhadap siswa kelas III teknik Permesinan Siswa SMK negeri 5 Medan .Tujuan uji coba ini adalah untuk melihaat sejauh mana alat yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai kehandalan dalam pengumpulan data.
KISI-KISI POST TEST PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MESIN.
Kompetensi
Sub Kompetensi
Indikator
Jumlah
C1
C2
C3
TEKNIK MESIN BUBUT
A1
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 11, 12, 13, 30, 24, 23
29
27, 28
16
A2
8, 9, 10
3
A3
22, 25, 26
14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21
11
16
4
10
30
Keterangan:
C1 = Pengetahuan
C2 = Pemehaman
C3 = Aplikasi.
A1 = Menerapkan penggunaan Mesin Bubut.
A2 = Menerapkan Ketentuan Keselamatan Kerja.
A3 = Mengoprasikan Mesin Bubut.
Materi A1, A2, A3, Nilai teori yang di berikan pada saat uji coba instrumen
E. Uji Coba Intrumen.
Uji coba instrumen adalah untuk mendapat alat atau ntrumen yang valid, sehingga instrumen tersebut dapat menjaring data yang dibutuhkan guna menjawab masalah yang diteliti dan tujan penelitian yang dirumuskan sebagaimana yang dikemukakan oleh >Prof.Dr.Suharmisi Arikunto (2007: 165) menyampaikan;
“ Tujuan uji coba yang berhubungan dengan kualitas instrumen adalah upaya untuk mengetahui validitas,reliabilitas dan objektivitas”.
Dalam hal ini bahwa instrumen yang baik akan menghasilkan data yang benar,maka kesimpulan akan sesuai dengan kenyataan pada instrumen.
1. Uji Validitas Tes.
Untuk menguji validitas tes hasil belajar Program Keahlian Teknik Pemesinan Mesin Bubut digunakan rumus korelasi Berisial adalah sebagai berikut:
Dimana :
r ii = Koefisien korelasi berisial
Mp = Mean skor dari subjek yang menjawab benar.
Mq = Mean skor total.
p = Poin siswa yang menjawab bena.
q = Poin siswa yang menjawab salah.
Dari penelitian ini ditentukan taraf signifikansi 5% butir soal dikatakan valid apabila r ii ≥ r table
2. Reabilitas Test
Perhitungan reabilitas test ( ketergantungan) hasil belajar Program Keahlian Teknik Pemesinan Mesin Bubut digunakan rumus K – R 20 sebagai berikut;
Dimana :
r ii = Reabilitas test secara keseluruhan.
n = Jumlah item soal.
p = Proporsi ssubjek yang menjawab item dengan benar.
q = Proporsi subjek yang menjawab item yang salah.
s = Standart deviasi dari test.
∑pq = jumlaah hasil perkalian antara p dan q.
Dikonsultasikan dengan indeks reabilitas yang diargumentasikan oleh Suharmisi Arikunto dengan perincian sebagai berikut;
0,800 - 9,00 = Sangat Tingi .
0,600 - 0,799 = Tinggi
0,400 - 0,599 = Cukup Tinggi.
0,200 - 0,399 = Rendah
0,000 - 0,199 = Sangat Rendah.
3. Indeks Kesukaran.
Suatu test tidak boleh terlalu mudah dan terlalu sukar (sulit ) dan butir test yang baik adalah mempunyai kesukaran ( kesulitan ) adalah ; P . tertentu untuk mencari indeks kesukaran suatu item digunakan rumus .
Dimana :
P = Indeks kesukaran item.
B = Jumlah subjek yang menjawab benar.
JS = Jumlah seluruh siswa peserta test.
Kemudian hasil perhitungan ini dikonsultasikan dengan menggunakan kreteria sebagai berikut;
P = 0,00 - 0,30 = Sukar.
P = 0,31 - 0,70 = Sedang.
P = 0,71 - I,00 = Mudah.
Batas penerimaan adalah 0,31 ≤ P ≤ 0,70 .
4. Daya Pembeda.
Untuk daya pembeda digunakan rumus untuk kelompok kecil dimana seluruh kelompok dibagi dua sama besar ,50% kelompok atas dan 50 % kelompok bawah .Seluruh peserta test dideretkan mulai dari skor tertnggi sampai skor terrendah lalu dibagi dua kemudian digunakan rumus ;
Dimana :
J = Jumlah peserta .
Ja = Ganyak peserta kelompok atas .
Jb = Banyak peserta kelompok bawah .
Ba = Banyak peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
Bb = Banyak peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar (50 % ).
Klasiikasi jelek,cukup,baik, baik sekali serta tidak baik terhadap butir item soal yang digunakan berdasarkan pada kriteria-kriteria adalah ; D , sebagai berikut;
D = 0,71 s/d 1,00 = Baik Sekali.
D = 0,41 s/d 0,70 = Baik
D = 0,21 s/d 0,40 = Cukup
D = 0,00 s/d 0,20 = Jelek (Kurang )
PROPOSAL PENELITIAN
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR ANTARA MEREVIEW TUGAS
DENGAN TIDAK MEREVIEW TUGAS PEKERJAAN RUMAH
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN
MESIN BUBUT KELAS II SMK NEGERI
5 MEDAN TAHUN AJARAN
2008/2009
Oleh :
HODDEN PANJAITAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG.
2009.
KATA PENGANTAR
Rasa syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmatNya diberikan kepada penulis, sehingga penulisan proposal skripsi ini mulai dari awal hingga selesai dapat diselesaikan.
Adapun judul proposal skripsi ini adalah “PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR ANTARA MEREVIEW TUGAS DENGAN TIDAK MEREVIEW TUGAS PEKERJAAN RUMAH PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MESIN BUBUT SISWA KELAS II SMK NEGERI 5 MEDAN TAHUN PELAJARAN 2008/2009.
Yang penulis ajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan di jurusan teknik pemesinan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Oleh karena pengetahuan yang sangat terbatas dalam penyelesaian proposal ini penulis masih banyak mendapat hambatan dan kesulitan serta kejanggalan - kejanggalan, baik mengenai susunan kalimat maupun pembahasan masalah. Namun semangat tak pernah surut kerena penulis tetap berkeyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak akan pernah memberi beban yang berat kepada hambaNya dan penulis berperinsip semua hambatan dan kesulitan itu adalah hal yang biasa (wajar) dalam proses pematangan diri.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepadaYth :
1. Bapak Rektor Universitas Negeri Padang (UNP).
2. Bapak Dekan Teknik Universitas Negeri Padang (UNP)
3. Bapak Kepala P4TK Medan.
4. Bapak Drs M.Kamil ST.MT
5. Bapak Dosen UNP yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.
6. Gapak Dosen Pembimbing Proposal dari UNP
7. Bapak Dosen Pembimbing dari P4TK Medan
8. Bapak Dosen dari P4TK beserta Stapnya
9. Rekan Rekan Diklat Penyetaraan Diploma Tiga (D3) Ke S1 Tahun 2009.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan proposal ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis ucapkan Terima Kasih semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Medan, Agustus 2009.
Penulis.