Showing posts with label Application. Show all posts
Showing posts with label Application. Show all posts

Sunday, October 6, 2013

Contoh Surat Resign Kerja

Contoh surat pengunduran diri dari suatu perusahaan, dimana kita perlu membuat surat pengunduran diri dari perusahaan tersebut, supaya kita dapat diberikan suatu Referensi Kerja atau Surat Pengalaman Kerja, dan ini sangat penting kita pergunakan saat kita ingin melamar pekerjaan di perusahaan yang lain. Jadi ada pentingnya buat saudara-saudara yang ingin keluar dari Perusahaan yang tempat saudar bekerja, low mau pindah atau mengundurkan diri, saya sarankan saudara menggunakan Surat pengunduran diri ini


Contoh Surat Pengunduran Diri
SURAT PERNYATAAN PENGUNDURAN DIRI
                           SEBAGAI PETUGAS  TKHI/PPIH BIDANG KESEHATAN                          
TAHUN 1428 H/ 2007 M


Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama               
:
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .bn/bt : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Profesi            
:
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Instansi            
:
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alamat Instansi
:
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
                               

Telp : . . . . . . . . . . . . . . . . . . Fax : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Bertugas sebagai        : 1. TKHI Kloter …….../Emb………
                                      2. PPIH Bidang Kesehatan

Dengan ini menyatakan Mengundurkan Diri sebagai petugas kesehatan haji tahun 1428 H/2007 M, dikarenakan alasan :
1.      Kesehatan 
2.      . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Demikian, pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan dalam keadaan sadar, tanpa tekanan dari pihak manapun.

                                                . . . . . . . . .. . . . . . . ,  . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2007
                                                    Yang menyatakan,

                                                    Materai 6.000


                                                    (......................................................)

Tips Lolos Menghadapi Psikotest

Tips&Trik Menghadapi Psikotest 
Psikotest merupakan test psikologi seseorang dimana dari hasil test itu diketahui sifat orang yang ditest. Dalam melamar pekerjaan pasti melewati tahap ini, sehingga seseorang akan dinilai cocok atau tidaknya dengan pekerjaan yang akan dihadapi. 

1. Tes Logika Aritmatika
Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut. Tipsnya:
  1. jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat. 
  2. Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya. 
  3. Anda bisa melatih kemampuan anda ini dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk materi deret hitung/deret ukur. 
2. Test Logika Penalaran
Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut: Tipsnya: konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.
Contoh: 

3. Analog Verbal Test.
Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan. Tipsnya: Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda bisa mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali penulis menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama. 

4. Kraeplien/Pauli.
Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Tipsnya : 
  1. Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes ini melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu 5-10 detik. 
  2. Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga. 
  3. Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu sekian detik untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan memubuat grafik penjumlahan anda tidak alami. 
  4. Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein adalah konsentrasi. Terkadang anda akan merasa blank padapertengahan tes, namun anda harus bisa bangkit & fokus lagi pada tes. Untuk itu kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak begadang dan sarapan dahulu sebelum berangkat tes karena model tes ini sangat menyedot energi anda. 
5. Wartegg Test.
Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Anda akan diminta menggambar kemudian menuliskan urutan gambar yang telah anda buat, lalu menuliskan nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut anda. Yang diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek. Contoh: 

Spoiler for WARTEGG TEST: 

Tipsnya adalah: 
  1. Urutan menggambar sebaiknya anda buat kombinasi antara sesuai nomor dan acak. Misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila anda menggambar berdasarkan urutan 1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang HRD sebagai orang yang kaku/konservatif sedangkan apabila anda menggambar secara acak misalnya 5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang HRD sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘. 
  2. Kalau anda bergender lelaki jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks anda. Berikut ini adalah salah satu contoh pengerjaan yang pernah digunakan penulis untuk melewati tahap psikotes ini: 
Spoiler for WARTEGG TEST: 
6. Draw A Man Test (DAM).
Tes ini mengharuskan anda untuk menggambar sesorang, unuk kemudian anda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes ini dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja. Tipsnya: 
  1. Gambarlah orang tersebut secara utuh mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, termasuk detil muka seperti mata, hidung, mulut dan telinga. 
  2. Gambarlah orang tersebut dalam keadaan sedang melakukan aktifitas, misalnya pak tani sedang membawa cangkul, eksekutif muda sedang menenteng koper dsb. 
7. Army Alpha Intelegence Test.
Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat. Tipsnya : konsentrasilah kepada apa yang dikatakan narator, karena narator tidak akan mengulang instruksi tersebut dan waktu yang diberikan sangat terbatas. Sabar, jangan terburu menjawab, sebelum narator selesai memberikan instruksi. Contoh: 
Spoiler for Army Alpha Intelegence Test.: 
Narator akan mediktekan soal sebagai berikut : “Coretlah angka ganjil dalam kotak dan coretlah angka genap yang berhuruf dalam lingkaran, kerjakan!” 

8. Menggambar Pohon.
Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis tanaman monocotyl lainnya. Tipsnya : 
  1. Pada setiap tes menggambar pohon yang pernah dilalui, penulis selalu menggambar pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis tanaman dicotyl / berkambium. 
  2. Walaupun anda tidak begitu pandai dalam hal menggambar, usahakan menggambar secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon tersebut seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon. 
  3. Untuk hasil yang lebih maksimal, fotolah pohon tersebut, pelajari karakter jenis pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar anda dengan mengacu pada foto tersebut. 
9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).
Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang. Tipsnya: 
  1. Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang anda lamar. 
  2. Secara keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali), namun setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang anda pilihan. Misalnya ketika anda melamar menjadi pegawai Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan, kedisiplinan dan mampu bekerja dalam teamwork. 
  3. Karena sulitnya proses adjusment tehadap tes ini, jalan paling praktis yang dapat ditempuh adalah memperbaiki diri (self improvement) anda dalam segala hal, setup diri anda menjadi seakan-akan seseorang profesional dalam setiap tingkah laku keseharian anda seperti: jujur, tepat janji, tanggung jawab dan disiplin. Karena cerminan pola pikir dan tingkah laku positif diri anda, akan tertuang tanpa anda sadari dalam hasil tes. Contoh Soalnya: 
- A. Saya suka memuji orang yang saya kagumi 
- B. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki 
- A. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain 
- B. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban 

10. Learning By Doing.
Pengalaman memang guru yang paling baik. Lakukan perbaikan-perbaikan secara continue baik terhadap diri anda maupun terhadap kemampuan anda, di setiap psikotes yang anda hadapi. Misalnya seperti : melatih diri terhadap kesalahan/kesulitan yang dihadapi pada psikotes sebelumnya, membaca kembali materi psikotes secara keseluruhan semalam sebelum menghadapi psikotes (refreshment) dan mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena pada dasarnya psikotes akan selalu Anda kerjakan dalam keadaan tegang dan tekanan. Karena dengan mekanisme tersebut, psikotes bukan meruapakan momok yang harus anda hindari, namun anda akan lambat laun berteman dan akrab dengan psikotes. 

Sedikit Tips lolos menghadapi Psikotest di Perusahaan swasta maupun Neger, semoga bermanfaat, salam... selamat ujian psikotest dan selamat bersaing

MEMAHAMI PROSES WAWANCARA

MEMAHAMI PROSES WAWANCARA 

Sebuah wawancara kerja (employment interview) merupakan pertemuan formal tempat anda atau kandidat pemberi kerja saling mengajukan pertanyaan dan berbagi informasi. 


Pertemuan ini memiliki tujuan rangkap : 
Tujuan utama organisasi adalah mencari orang terbaik yang tersedia untuk pekerjaan itu dengan menentukan apakah anda dan perusahaan merupakan pasangan yang baik 
Tujuan utama anda adalah menemukan pekerjaan yang paling sesuai dengan tujuan dan kecakapan anda. 

Organisasi besar yang merekrut ratusan karyawan baru setiap tahun lazimnya melakukan pendekatan yang lebih sistematis dalam proses perekrutan dan wawancara daripada bisnis lokal kecil yang hanya merekrut beberapa karyawan baru setiap tahun. 

Pada umumnya, cara termudah untuk berhubungan dengan perusahaan besar melalui kantor penempatan tenaga kerja di kampus, sedangkan cara paling efisien untuk mendekati perusahaan yang lebih kecil dengan mengontak langsung perusahan itu. 

Urutan wawancara yang Lazim 
Tidak semua organisasi mewawancarai para kandidat berpotensi dengan cara yang sama. Pelamar sering menghadapi serangkaian wawancara, masing – masing dengan tujuan yang berbeda – beda. 

Pertama tahap penyaringan (screening stage) awal, yang umumnya diadakan di kampus untuk perekrutan lulusan baru dan untuk membantu pemberi kerja menyaring para pelamar yang tidak memenuhi syarat. Para kandidat yang paling memenuhi persyaratan organisasi diundang untuk mengunjungi kantor-kantor perusahaan untuk evaluasi selanjutnya. 

Wawancara pada tahap penyaringan cukup terstruktur, sehingga para pelamar sering mendapat pertanyaan yang kurang lebih sama. Banyak perusahaan menggunakan lembar evaluasi standar untuk ”membuat peringkat” para pelamar sehingga semua kandidat diukur dengan kriteria yang sama. Dalam beberapa kasus, teknologi mentransformasi wawancara para kandidat melaui telepon, wawancara video atau komputer. 

Pendekatan terbaik untuk wawancara pada tahap penyaringan adalah mengikuti arahan pewawancara. Usahakan respon anda singkat dan langsung pada sasaran. Waktunya terbatas, sehingga terlalu bayak bicara dapat menjadi kekeliruan besar. Akan tetapi, untuk membuat pewawancara melihat perbedaan antara anda dengan para kandidat lainnya dan untuk menunjukan kekuatan dan kualifikasi anda, cobalah memberikan penekanan pada ”tema” yang anda gunakan dalam mengembangkan resume. 

Membantu organisasi untuk sedikit mempersempit bidang. Lazimnya, jika diundang untuk mengunjungi sebuah wawancara anda akan berbicara dengan beberapa orang, anggota departemen sumber daya manusia , satu atau dua calon kolega dan calon penyelia. 

Pendekatan terbaik anda selama wawancara tahap seleksi (selection stage) adalah memperlihatkan minat pada pekerjaan, mengaitkan ketrampilan dan pengalaman anda dengan kebutuhan organisasi, mendengarkan dengan penuh perhatian, mengajukan pertanyaan yang mendalam dan menunjukan antusiasme. 

Jika para pewawancara setuju bahwa anda adalah kandidat yang baik, anda akan menerima penawaran kerja, pada saat itu juga ataupun beberapa hari kemudian melalui telepon atau surat. 

Dalam kasus lain, anda mungkin akan diundang kembali untuk wawancara terakhir oleh eksekutif peringkat lebih tinggi yang berwenang untuk membuat keputusan perekrutan dan untuk memutuskan kompensasi anda. Tujuan yang mendasari tahap akhir (final stage) ini sering kali adalah menawarkan anda manfaat bergabung dengan organisasi itu. 

Jenis Umum Wawancara 
Wawancara Terstruktur (structure interview) 
Umumnya digunakan pada tahap penyaringan. Pemberi kerja megendalikan wawancara dengan menanyakan serangkaian pertanyaan yang disiapkan dalam perangkat yang diatur. Dengan memakai daftar periksa, pewawancara mengajukan setiap pertanyaan pada anda, dalam periode waktu yang telah diberikan. Semua jawaban dicatat. Meskipun berguna untuk mengumpulkan fakta, wawancara terstruktur umumnya dipandang sebagai cara yang buruk untuk mengukur kualitas pribadi pelamar. 

Wawancara terbuka (open-ended interview) 
Tidak formal dan tidak terstruktur dengan format yang santai. Pewawancara melemparkan pertanyaan luas yang bersifat terbuka dan mendorong anda untuk berbicara dengan bebas. Jenis wawancara ini baik untuk memperlihatkan kepribadian anda dan untuk menguji penilaian profesional. 

Wawancara kelompok (interview) 
Bertemu dengan beberapa kandidat secara serentak untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi. Jenis wawancara ini berguna untuk keterampilan pribadi. 

Wawancara Tekanan (stress interview) 
Ini adalah jenis wawancara yang paling menakutkan. Anda diberi pertanyaan tajam yang dirancang untuk membuat anda jengkel atau tidak tenang, atau anda dihadapkan pada kesunyian dalam periode yang panjang, kritikan terhadap penampilan, interupsi yang disengaja dan reaksi semena – mena bahkan bermusuhan dari pewawancara. Teori dibalik pendekatan ini adalah anda akan mengungkapkan sebaik apa diri anda menangani situasi yang menekan. Namun beberapa pakar berpendapat teknik penilaian yang meragukan ini terutama jika tekanan yang diajukan selama wawancara tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang ditanyakan. Jika anda sendiri berada dalam wawancara tekanan, lakukan jeda beberapa detik untuk menghimpun pemikiran, kemudian lanjutkan untuk mencari tahu maksud pewawancara. 
Wawancara video, (video interview) menjadi populer seiring dengan upaya para pemberi kerja memangkas pengeluaran untuk perjalanan dengan menggunakan sistem konferensi video (videoconferencing),. Yang perlu diperhatikan adalah : 
- Mintalah pembicaraan awal lewat telepon untuk menetapkan hubungan dengan pewawancara. 
- Datanglah lebih awal untuk membiasakan diri dengan peralatan dan keadaan 
- Selama wawancara, berbicalah dengan jelas, tetapi tidak dengan lebih perlahan daripada bicara normal 
- Duduklah dengan tegak 
- Tatap ke depan bukan ke bawah 
- Berusahalah untuk menjaga agar sikap anda tetap bersemangat tanpa terlihat dipaksakan atau dibuat-buat. 

Wawancara situasional (situational interview) 
Disebut juga wawancara perilaku (behaviour interview). Wawancara situasinoal ini merupakan pertemuan langsung di tempat kerja antara pemberi kerja yang membutuhkan penyelesaian pekerjaan dan pekerja yang harus dipersiapkan sepenuhnya untuk melakukan pekerjaan ini. 

Apa yang dicari pemberi kerja dalam wawancara 
Penelitian baru-baru ini memerlihatkan bahwa para karyawan dengan sifat kepribadian tertentu cenderung lebih berhasil dalam pekerjaan. Dampaknya, banyak pemberi kerja sekarang ini mencari kandidat dengan ”kecerdasan emosional” atau EQ (Emotional Quotient) tinggi, yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengenali emosinya sendiri dan emosi orang lain. 

Pertama kali pemberi kerja mencatat dua hal : 
1. bukti bahwa kandidat akan sesuai dengan organisasi bukti bahwa orang yang bersangkutan dapat menangani pekerjaan khusus 

Kesesuaian yang baik dengan organisasi 
Beberapa pewawancara percaya bahwa latar belakang pribadi menunjukan seberapa baik kandidat akan menyesuaikan diri, sehingga mereka menanyakan minat, kegemaran, kesadaran akan peristiwa dunia, dan sebagainya. 

Lebih dari kesesuaian anda dengan organisasi, para pewawancara mungkin akan memertimbangkan gaya pribadi. 

Kualifikasi untuk Pekerjaan 
Tingginya biaya akibat perekrutan karyawan yang tidak sesuai, membuat semakin banyak perusahaan mengadakan pemeriksaan latar belakang, melakukan uji perekrutan. Tes semacam itu memverifikasi keterampilan pekerjaan kandidat dan menentukan apakah para pelamar cocok dengan pekerjaan itu dan apakah mereka akan bernilai karena telah melakukan pengeluaran untuk perekrutan dan pelatihan. 

Pengujian Perekrutan 
- Uji integritas 
- Uji kepribadian 
- Uji keterampilan kerja 
- Uji zat terlarang 
- Uji latar belakang 

Memersiapkan wawancara kerja 
Persiapan akan membantu anda tampil lebih baik dibawah tekanan selain itu semakin siap semakin rendah ketegangan anda terhadap proses wawancara. 

Belajar tentang organisasi 
Perusahaan saat ini menginginkan kandidat yang serius untuk menunjukan pemahaman tentang operasi perusahaan, pasar serta tantangan strategis dan taktis. 

Pikirkan pertanyaan yang diajukan sejak awal 
Ini akan membantu menangani setiap pertanyaan dengan lebih percaya diri dan cerdas. 

Merencanakan pertanyaan dari pemberi kerja 
Para pemberi kerja biasanya menyesuaikan pertanyaan wawancaranya dengan kebutuhan organisasional yang khusus. Anda dapat memerkirakan akan diberi pertanyaan tentang keterampilan, pencapaian dan tujuan. 

Merencanakan pertanyaan dari anda sendiri 
Wawancara merupakan jalan dua arah, pertanyaan yang anda ajukan sama pentingnya dengan pertanyaan dengan jawaban yang anda berikan. Dengan mengajukan pertanyaan yang mendalam anda dapat memerlihatkan pemahaman dalam organisasi, mengarahkan diskusi pada bidang yang membuat anda dapat menyajikan kualifikasi anda untuk mendapatkan keuntungan terbesar, dan anda dapat memverikasi sendiri apakah peluang ini tepat untuk anda. 

Dukung rasa percaya diri 
Dengan membangun rasa percaya diri, anda akan membuat kesan yang lebih baik dan membuat seluruh proses tidak terlalu menegangkan. 

Perbaiki Gaya wawancara 
Kompetensi dan rasa percaya diri merupakan fondasi gaya wawancara anda dan anda dapat meningkatkannya dengan memberi pewawancara kesan tenang, sikap yang baik, dan penilaian yang baik. 

Rencanakan untuk tampil baik 
Penampilan fisik itu penting karena pakaian dan tampil rapi mengungkapkan sesuatu tentang kepribadian, profesionalisme dan kemampuan kandidat untuk memahami ”aturan” situasi yang tidak dikatakan. Ketika sudah menyangkut pakaian, kebijakan terbaik adalah berpakaian secara konservatif. 

Bersiaplah ketika anda tiba 
Ketika anda datang ke wawancara bawalah buku catatan kecil, pena, daftar pertanyaan yang ingin anda ajukan, dua salinan resume (disimpan di map), garis besar dari apa yang anda pelajari tentang organisasi. Pastikan kualias anda mulai dari memasuki lokasi. Dengan cara itu anda menjadi siap untuk wawancara. 

Wawancara untuk meraih keberhasilan 
Jika diwawancara untuk pertama kalinya, tujuan utama anda adalah membedakan diri sendiri dengan banyak kandidat lainnya yang akan disaring. 

Jika masuk ke wawancara seleksi awal maka perluas pesan promorsional. 

Jika diminta kembali untuk kunjungan terakhir, peluang anda untuk mendapat penawaran suatu posisi meningkat cukup besar. 

Terlepas dari dimana anda berada ketika proses wawancara, setiap wawancara akan berlangsung tiga tahap : pemanasan, sesi tanya jawab dan penutup. 

Pemanasan 
Dari ketiga tahap itu pemanasan merupakan tahap paling penting, meskipun tahap ini hanya diberi sedikit bagian dari waktu yang anda lewatkan selama wawancara. Para psikolog mengatakan bahwa 50 persen keputusan pewawancara diambil dalam 30 hingga 60 detik pertama, 25 persen lainnya diambil dalam 15 menit. Jika anda memulai dengan permulaan yang buruk akan sangat sulit untuk memutar balik wawancara. 

Tahap tanya jawab 
Pertanyaan dan jawaban akan menghabiskan bagian terbesar dalam wawancara. 

Menjawab Pertanyaan 
Biarkan pewawancara memimpin percakapan dan jangan pernah menjawab pertanyaan sebelum ia selesai dengan pertanyaannya. 

Mendengarkan pewawancara 
Memerhatikan ketika pewawancara berbicara sama pentingnya dengan memberikan jawaban yang tepat atau mengajukan pertanyaan yang baik. 

Menjawab pertanyaan diskriminatif 
Para pemberi kerja secara hukum tidak dapat melakukan diskriminasi seorang pelamar kerja berdasarkan ras, warna kulit, gender dan usia (setidaknya jika usia anda antara 40dan 70 tahun). Jika pewawancara mengajukan pertanyaan mengenai hal ini maka cara anda merespon bergantung pada besarnya keinginan anda dalam mendapatkan pekerjaan itu. Jika memang menjawab pertanyaan yang tidak etis atau melanggar hukum ini, anda menanggung risiko bahwa jawaban itu merusak peluang anda, karena itu berpikirlah dengan seksama sebelum menjawab. Jika percaya bahwa pertanyaan pewawancara tidak masuk akal, tidak berkaitan dengan pekerjaan, atau mengarah pada diskriminasi anda dapat mengajukan keluhan pada kantor bidang ketenagakerjaan. 

Penutup 
Pada beberapa menit terakhir anda perlu mengevaluasi seberapa baik anda melakukan wawancara, juga perlu memperbaiki seiap kesalahpahaman yang mungkin dialami oleh pewawancara. 

Menyimpulkan dengan sopan 
Anda biasanya dapat mengetahui kapan pewawancara mencoba menyimpulkan sesi itu. Ia dapat menanyakan apakah anda memiliki pertanyaan lain yang ingin anda ajukan, merangkum diskusi atau menunjukan dengan isyarat gerak bahwa wawancara telah selesai. Pastikan untuk berterima kasih pada pewawancara atas kesempatan yang diberikan dan ungkapkan ketertarikan pada organisasi. 

Membahas gaji 
Jika anda menerima penawaran selama wawancara, sewajarnya anda berkeinginan untuk mendiskusikan gaji. Akan tetapi biarkan pewawancara mengangkat subjek itu. Jika ditanya masalah permintaan gaji, anda dapat mengatakan bahwa permintaan gaji anda bersifat terbuka dan dapat dinegosiasikan. 

Catatan wawancara 
Jika pencarian kerja merupakan hal yang lazim, anda akan melakukan banyak wawancara sebelum menerima sebuah tawaran. Untuk alasan ini menyimpan catatan atau map wawancara dapat membantu anda menyegarkan ingatan tentang setiap percakapan. 

Tindak lanjut setelah wawancara 
Dua bentuk tindak lanjut paling umum adalah pesan ucapan terima kasih dan mengajukan pertanyaan. Pesan ini biasa diajukan dengan surat tetapi e-mail atau telepon juga efektif . 

Surat penerimaan 
Jika anda menerima tawaran kerja yang ingin anda terima, jawablah dalam lima hari. Mulailah dengan menerima posisi itu dan nyatakan terima kasih. Pada alinea berikutnya masukan rincian yang perlu. Simpulkan dengan mengatakan anda sangat mengharapkan pelaporan kerja. Seperti biasanya surat positif harus mengungkapkan anda bersemangat dan berkemauan bekerjasama. 

Surat melolak tawaran kerja 
Mulailah surat dengan hangat, nyatakan alasan penolakan tawaran itu, tolaklah tawaran itu secara tertulis dan akhiri dengan catatan yang menyenangkan, yang menyatakan penyesalan. 

Surat pengunduran diri 
Jika anda mendapatkan tawaran kerja padahal anda masih bekerja, anda dapat mempertahankan hubungan dengan perusahaan anda sekarang melalui surat pengunduran diri dengan supervisor langsung anda. Buatlah surat itu berkesan positif, tanpa memandang sebenarnya bagaimana perasaan anda. Katakan hal yang menyenangkan mengenai perusahaan itu, orang yang bekerja disitu atau apa yang anda pelajari dari pekerjaannya. Kemudian nyatakan maksud anda meninggalkan perusahaan dan berilah tanggal kerja terakhir anda pada pekerjaan itu. Pastikan anda memberi kepada perusahaan anda sekarang pemberitahuan sedikitnya dua minggu sebelumnya. 

TAHAP-TAHAP INITIAL (ASSESSMENT) INTERVIEW

TAHAP-TAHAP INITIAL (ASSESSMENT) INTERVIEW 
· Pola interview: perasaan atau kondisi saat ini (present) → pengalaman masa lalu (past) → rencana dan aktivitas masa depan (future).

1. FASE PEMBUKA

  • Klinisi : tuan rumah; Klien: tamu. Beberapa menit pertama digunakan untuk membuat nyaman klien. 
  • Membangun rapport. Menggunakan bahasa verbal dan non verbal yang menunjukkan penerimaan. Klinisi bisa bertanya dengan pertanyaan sederhana misalnya tentang: bagaimana bisa menemukan klinik, bagaimana suasana perjalanan ke klinik, perkenalan, dsb. Semuanya dilakukan dengan lebih banyak sikap (bahasa non verbal) daripada kata-kata, attending behavior, simpatik. 
  • Setelah rapport terbina, berikan pertanyaan pembuka misalnya: “Apa yang membuat Anda datang kemari?”. 
  • Mencari informasi tentang: cara pandang klien terhadap masalah, tanggung jawab klien terhadap masalah, bagaimana klien memahami masalahnya apakah disebabkan karena masalah psikologis dalam dirinya atau disebabkan oleh orang lain atau situasi luar dirinya. Semuanya didapat dengan selalu mengeksplorasi. 
  • Klinisi bertanya dengan maksud mendorong klien untuk mengembangkan tema yang relevan dengan masalahnya dari sudut pandang klien. 
  • Memberikan kebebasan klien untuk menyampaikan hal-hal penting dalam dirinya. Rasa ingin tahu dan inquiry mendalam sebaiknya ditahan hingga saat yang tepat (tergantung situasi wawancara dan kondisi klien). 
  • Klien mungkin merasa cemas karena: menghadapi situasi baru, tidak yakin bagaimana dirinya harus bersikap atau takut menunjukkan kelemahannya di depan orang asing sekalipun itu adalah pihak yang akan membantunya. 
Ø Klinisi harus:
· Menunjukkan perhatian pada masalah klien
· Penerimaan apa adanya
· Memberikan kehangatan hubungan
· Membantu klien memahami hubungan dalam proses klinis dan peran klien di dalamnya
· Memberi empati
· Memberikan perhatian terhadap pengaruh-pengaruh yang mungkin menyebabkan penderitaan klien
· Contoh pernyataan: “Memang berat untuk bercerita tentang…..” (empati), “Jangan khawatir, sebagian besar orang merasakan hal seperti itu” (menurunkan intensitas perasaan klien; semua individu adalah unik sehingga setiap individu mempunyai perasaan yang berbeda dalam menghadapi permasalahan).

· Pada fase ini dibentuk iklim atau suasana emosi dan interpersonal yang dapat mendukung proses perbaikan pada diri klien dan bermakna bagi klien.

2. FASE PERTENGAHAN 
· Merupakan inti dari proses wawancara.
· Fokusnya adalah mencari informasi yang diperlukan untuk merumuskan masalah dan karakteristik klien.
· Secara umum klinisi berusaha untuk mempelajari:
  • Apa masalah klien, simtom atau keluhannya? Mengapa dia mencari bantuan? Bagaimana kehidupannya saat ini? 
  • Apakah ada stressful events yang mempengaruhi permasalahannya sekarang? 
c. Bagaimana kepribadian klien?Apakah bakat, kelebeihan dan kompetensi atau kekurangan yang dimilikinya? Konflik, karakter, defense-defense apakah yang relevan dengan masalah saat ini? Apakah ada perubahan perilaku pada masa lalu? Apakah ada pengalaman masa kanak-kanak yang mungkin berhubungan dengan masalah sekarang?

d. Apakah ada faktor-faktor organik yang relevan? Apakah perlu konsultasi medis?
  • Setelah klien bercerita tentang kesulitan-kesulitannya, lakukan inquiry misalnya: “Sudah berapa lama hal itu berlangsung?, “Bagaimana kehidupan Anda sebelumnya?:, dll. 
  • Eksplorasi lagi tentang precipitating events (faktor-faktor pencetus) permasalahan klien. 
  • Tidak ada urutan pertanyaan atau topik yang akan ditanyakan pada klien. Prinsip: wawancara dibangun dari klien. 
  • Klinisi harus mempunyai formulasi sementara dalam pikirannya (working image) tentang permasalahan klien, lingkungan sosial, faktor pencetus, kebiasaan mekanisme coping, kepribadian klien, bakat dan intelektual, kapasitas kerja dan hubungan yang memuaskan, konsep diri, dll. 
  • Tugas klinisi lainnya setelah itu adalah memutuskan tentang bentuk dan tujuan treatment. 
  • Sampai tahap ini, klinisi harus bisa memastikan klien untuk bisa menerima psikoterapi, keinginannya untuk berubah, kesadaran diri, juga faktor-faktor pribadi dan sosial yang mungkin dsapat dipertimbangkan untuk kontak selanjutnya atau dirujuk ke pihak lain atau mungkin beberapa pengukuran emergensi misalnya pada kasus depresi dan potensial bunuh diri. 

3. FASE PENUTUP
· Memberi ketenangan pada klien, informasi dan rencana selanjutnya juga harapan.
· Klinisi diharapkan:
a. Mengkomunikasikan secara empatik tentang kesulitan-kesulitan yang dialami selama wawancara.
b. Apresiasi terhadap permasalahan klien.
c. Harapan di waktu yang akan datang.
d. Bicara jujur tentang keadaan klien, permasalahan dan merencanakan intervensi lanjutan.
e. Membuat kesimpulan hasil interview.

JENIS-JENIS WAWANCARA

JENIS-JENIS WAWANCARA 
1. DIAGNOSTIC INTERVIEW

  • Lebih relevan di dunia medis. 
  • Biasanya digunakan pada pasien atau klien psikiatri. 
  • Fokusnya pada simtom-simtom kilen, untuk mendeskripsikan berbagai kemungkinan seperti tipe-tipe, tingkat keparahan, durasi waktu, sejarah masa lalu, dsb. 
  • Menggunakan Mental-Status Examination, yang meliputi: 
a. Proses pikir dan intelektual
  • Kapasitas ketepatan berpikir, berpikir kompleks, penguasaan informasi, STM (Short Term Memory), LTM (Long Term Memory), kemampuan problem solving, dsb. 
b. Gangguan persepsi
  • Halusinasi, ilusi, dsb 
c. Atensi dan orientasi
    · Konsentrasi, orientasi ruang dan waktu, dsb. 

d. Ekspresi emosi
    · Afeknya, ketepatan emosi, kemampuan kontrol diri, dsb.

e. Insight dan konsep diri
    · Kemampuan untuk memahami penyebab sakit, pandangan terhadap diri, dsb.

f. Perilaku dan penampilan 
   · Ekspresi wajah, gerakan, cara berbicara, cara berpakaian, dsb.

Ø Status Mental biasanya disertai dengan pemberian tes sederhana misalnya untuk mengetahui STM, klien diminta untuk menghafalkan sejumlah kata, kemudian setelah beberapa saat klien diminta untuk mengulangi kembali kata-kata tersebut.

2. INTAKE INTERVIEW 
  • Dirancang untuk mengenalkan klien dengan kondisi klinis; menilai apakah proses tersebut memenuhi kebutuhan klien atau tidak. 
  • Fokus pada: keinginan-keinginan klien, motivasi untuk mengikuti treatment, harapan terhadap klinik dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama proses klinis berlangsung. Semuanya dilakukan dengan sikap melayani klien. 
  • Klien diberi penjelasan tentang prosedur klinis, biaya, jadwal dan berbagai hal yang berfungsi untuk memberi kejelasan kepada klien untuk melakukan kontak selanjutnya. 
  • Biasanya dilakukan oleh pekerja sosial. 
  • Pada awal pertemuan dibuat rencana untuk kunjungan selanjutnya atau tentang kemungkinan rujukan kepada pihak lain seandainya hal itu lebih tepat bagi klien. 
  • Walaupun fokusnya seperti di atas, tapi pekerja sosial mungkin lebih mengarahkan pada aspek diagnostik atau social history interview. 
  • Biasanya kalau di Barat, klien akan menelepon dulu sebelum datang ke klinik. Hal tersebut disebut telephone interview. Klien biasanya akan bertanya misalnya “Dapatkah Anda jelaskan apa yang dilakukan di klinik Anda?”. Wawancara telepon memungkinkan klien untuk meredam kecemasan dan ketakutannya karena tanpa harus bertatap muka dengan klinisi. Wawancara ini membutuhkan skill untuk mengidentifikasikan dan memperhatikan permasalahan klien serta membimbingnya, jika diperlukan untuk datang ke klinik. 
3. SOCIAL – HISTORY / CASE HISTORY INTERVIEW
  • Dilakukan pekerja sosial. 
  • Tujuan: mendapatkan informasi tentang perjalanan hidup baik pribadi atau sosial, masa kanak-kanak, orang tua, kehidupan keluarga, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, hubungan dengan lawan jenis, kehidupan sosial, pernikahan, dsb. 
  • Dengan mengetahui riwayat hidup klien dapat dilihat tentang struktur dan fungsi kepribadiannya. Juga pemahaman tentang situasi kehidupan, stres dan kenyataan hidupnya. 
4. INTERIEW DENGAN INFORMAN
  • Interview dengan significant others seperti orang tua, pasangan, saudara kandung, atau seseorang yang dekat dengan klien. 
  • Untuk mendapatkan informasi yang sulit didapat dari klien karena kondisi klien, misalnya: klien anak kecil, klien psikotik, depresi atau klien yang tuna wicara, dsb. 
  • Fokus: dunia kehidupan klien seperti yang mereka lihat. 
  • Biasanya dilakukan pada hubungan terapeutik dan jarang dalam tahap asesmen kecuali bagi klien yang sangat muda atau sangat menderita. 
5. INTERVIEW KLINIS LAINNYA
a. Consultation Interview
· Bersifat konsultasi, biasanya dilakukan di perusahaan atau sekolah (misal: guru BP/BK).

b. Screening Interview
· Interview dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan terhadap sejumlah orang dalam waktu singkat misalnya dalam militer kaitannya dengan pemindahan tugas, pemberian cuti, PHK atau di RS untuk menentukan nasib pasien, apakah bisa rawat jalan atau dipindah ke unit lain.

c. Pre-Testing Interview
· Untuk membina rapport dengan klien sebelum tes berlangsung.
· Informasi yang diberikan: tujuan tes, aktivitas yang akan dilakukan selama tes, manfaat yang diperoleh.
· Klien harus dijamin kerahasiaannya (asas konfidensial) baik identitas atau hasil tes dari pihak lain.
· Perlu didapat juga informasi tentang faktor-faktor pribadi atau sosial yang mungkin diperlukan dalam proses 
  interpretasi.

6. RESEARCH INTERVIEW 

  • Dirancang untuk mendapatkan data riset. 
  • Bentuknya terstruktur dan terfokus. 
  • Bentuk dan isi ditentukan berdasarkan tujuan riset daripada kebutuhan individu. 
  • Semua individu diberi pertanyaan yang sama, sebagai bahan perbandingan. 
  • Yang perlu diperhatikan dalam kaitan dengan metodologi: Penyusunan pertanyaan, bentuk dan kondisi saat interview, metode pencatatan, validitas dan reliabilitas. 
  • Pelaksanaan harus sesuai dengan etika riset, persetujuan dan pemahaman klien.

WAWANCARA DALAM PRAKTEK KLINIS

WAWANCARA DALAM PRAKTEK KLINIS 
1. ASSESSMENT – ORIENTED INTERVIEW 
  • Interview ini dilakukan pada awal pertemuan pada saat klien datang pertama kali. 
  • Tujuannya untuk memperjelas pemahaman klinisi terhadap permasalahan klien dalam usahanya untuk merencanakan pemberian treatment selanjutnya. 
2. THERAPEUTIC INTERVIEW 
    - Interview ini dirancang untuk memfasilitasi pemahaman klien terhadap dirinya sehingga dapat 
      mempengaruhi keinginannya untuk berubah, baik perasaan atau perilakunya. 
  • Walaupun terdapat perbedaan, tapi fokus utama keduanya tetap pada masalah dan kebutuhan klien. 
  • Pada awalnya, ketika seorang klien datang ke sebuah klinik untuk mendapatkan treatment psikologis tertentu, maka dia harus melalui serangkaian prosedur asesmen yang meliputi: intake interview, diagnostic interview, social-history interview dan tes-tes psikologis. Hasil yang diperoleh kemudian digabungkan untuk menentukan terapi berikutnya. Hal tersebut menjadi kurang efektif. 
  • Agar lebih efektif, semua kegiatan tersebut disatukan dalam suatu proses yang disebut initial interview. 
  • Initial interview dilakukan di awal pertemuan dengan tujuan: 
  1. Untuk membangun hubungan interpersonal (membina rapport, kepercayaan, kesan, dsb). Hal tersebut diperlukan untuk keberhasilan proses transaksi klinis selanjutnya. 
  2. Untuk memperoleh informasi tentang klien dan masalahnya. Hal tersebut diperlukan untuk ketepatan asesmen. 
  3. Untuk memberikan informasi kepada klien tentang sistem atau prose klinis yang akan berlangsung, program-program lanjutan, kondisi terapi, biaya dan semacamnya. 
  4. Untuk mendukung usaha-usaha klien dalam usahanya memperbaiki dirinya. Jika diperlukan, bisa dilakukan proses terapi. 
  • Dalam asesmen, interview merupakan sarana utama untuk mengeksplorasi perasaan, kesadaran dan masalah yang dihadapi klien. 
  • Interview menghasilkan informasi tentang: situasi kehidupan, berbagai hubungan dengan orang lain yang bermakna, prestasi dan kegagalan, hal-hal yang membahagiakan dan yang membuat frustrasi, nilai-nilai, harapan-harapan, ketakutan-ketakutan dalam hidup, dsb. 
  • Apa yang diucapkan dan dilakukan klien tergantung pada kenyataan yang dialaminya selama dalam situasi klinis, dalam arti mengenai harapan dan persepsi klien terhadap hubungan klinis tersebut. 
  • Respon klien ditentukan oleh kualitas stimulus dan perilaku yang ditunjukkan klinisi. Klinisi adalah seorang observer-partisipant dan sekaligus seorang aktor. 
  • Sumber data dalam interview adalah: 
1) Pernyataan klien; mendiskripsikan karakteristik perasaan dan masa lalunya. 
2) Perilaku yang menyertainya; biasanya tidak disengaja dan tidak disadari. Misalnya: suara yang bergetar, 
    tangan yang dikepalkan, dsb. 
3) Reaksi-reaksi yang disebabkan karena stimulus dari klinisi. Misalnya kelihatan terganggu dengan sikap 
    yang kurang simpatik dari klinisi. 

Tugas klinisi saat interview: 
1) Mencatat atau mengingat cerita klien 
2) Mengobservasi perilaku klien 
3) Mengases pengaruh tindakan-tindakannya terhadap apa yang dia lihat dan dia dengar dari klien. 

Untuk menjalankan tugas tersebut diperlukan skill, sensitivitas dan fleksibilitas dari klinisi. 
  • Interview adalah percakapan yang bertujuan (Bingham & Moore, 1924 dalam Korchin, 1976). 
  • Tujuan interview klinis: untuk memahami klien dengan teliti dari awal hingga akhir dalam rangka mengurangi penderitaannya.