Thursday, June 27, 2013

PERKEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN

PERKEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN 
1. Peranan Sektor Pertanian 
Menurut Kuznets, Sektor pertanian di LDC’s mengkontribusikan thd pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dalam 4 bentuk: 
  • Kontribusi Produkè Penyediaan makanan utk pddk, penyediaan BB untuk industri manufaktur 
  • spt industri: tekstil, barang dari kulit, makanan & minuman 
  • Kontribusi Pasarè Pembentukan pasar domestik utk barang industri & konsumsi 
  • Kontribusi Faktor ProduksièPenurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal & TK dari sector pertanian ke Sektor lain 
  • Kontribusi Devisaè Pertanian sbg sumber penting bagi surplus neraca perdagangan (NPI) melalui ekpspor produk pertanian dan produk pertanian yang menggantikan produk impor. 
Kontribusi Produk. 
Dalam system ekonomi terbuka, besar kontribusi produk sector pertanian bisa lewat pasar dan lewat produksi dg sector non pertanian. 
  • Dari sisi pasar, Indonesia menunjukkan pasar domestic didominasi oleh produk pertanian dari LN seperti buah, beras & sayuran hingga daging. 
  • Dari sisi keterkaitan produksi, Industri kelapa sawit & rotan mengalami kesulitan bahan baku di dalam negeri, karena BB dijual ke LN dengan harga yg lebih mahal. 
Kontribusi Pasar. 
Negara agraris merup sumber bagi pertumbuhan pasar domestic untuk produk non pertanian spt pengeluaran petani untuk produk industri (pupuk, pestisida, dll) & produk konsumsi (pakaian, mebel, dll) 

Keberhasilan kontribusi pasar dari sector pertanian ke sector non pertanian tergantung: 
  • Pengaruh keterbukaan ekonomiè Membuat pasar sector non pertanian tidak hanya disi dengan produk domestic, tapi juga impor sbg pesaing, shg konsumsi yg tinggi dari petani tdk menjamin pertumbuhan yg tinggi sector non pertanian. 
  • Jenis teknologi sector pertanianè Semakin moderen, maka semakin tinggi demand produk industri non pertanian 
Kontribusi Faktor Produksi. 
F.P yang dapat dialihkan dari sector pertanian ke sektor lain tanpa mengurangi volume produksi pertanianè Tenaga kerja dan Modal 

Di Indonesia hubungan investasi pertanian & non pertanian harus ditingkatkan agar  ketergantungan Indonesia pada pinjaman LN menurun. Kondisi yang harus dipenuhi untuk merealisasi hal tsb: 
  • Harus ada surplus produk pertanian agar dapat dijual ke luar sectornya. Market surplus ini harus tetap dijaga & hal ini juga tergantung kepada factor penawaran è Teknologi, infrastruktur & SDM dan factor permintaan è nilai tukar produk pertanian & non pertanian baik di pasar domestic & LN 
  • Petani harus net saversè Pengeluaran konsumsi oleh petani < produksi 
  • Tabungan petani > investasi sektor pertanian 
Kontribusi Devisa. 
Kontribusinya melalui : 
  • Secara langsungè ekspor produk pertanian & mengurangi impor. 
  • Secara tidak langsungè peningkatan ekspor & pengurangan impor produk berbasis pertanian spt tekstil, makanan & minuman, dll 
Kontradiksi kontribusi produk & kontribusi deviasè peningkatan ekspor produk pertanian menyebabkan suplai dalam negari kurang dan disuplai dari produk impor. Peningkatan ekspor produk pertanian berakibat negative thd pasokan pasar dalam negeri. Untuk menghindari trade off ini 2 hal yg harus dilakukan: 
  • Peningkatan kapasitas produksi. 
  • Peningkatan daya saing produk produk pertanian 

Ditulis Oleh : Efendi Pakpahan // 6:37 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment