Monday, September 21, 2009

Defenisi Sistem Informasi Akuntasi

Defenisi Sistem Informasi Akuntasi : Menurut (Romney & Steinbart, 2003), Sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi formal dalam pengertian yang paling lazim, mencakup semua komponen yaitu orang, prosedur, data, software dan infrastruktur teknologi informasi untuk memproses identifikasi, pencatatan, komunikasi yang dapat menghasilkan laporan mengenai keuangan yang kernudian mcnjadi informasi untuk digunakan dalam menjalankan kegiatan perusahaan.

Ada 2 model yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi, yaitu:
a. Financial Accounting Model
Semua financial statement (laporan keuangan) seperti laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan neraca, laporan arus kas.

b. Managerial Accounting Model
Merupakan bagian dari akuntansi yang berkaitan dalam penyediaan informasi finansial bagi pengguna internal perusahaan seperti laporan penjualan. laporan pernbelian.

Fungsi Utama Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Menurut (Romney & Steinbart, 2003), ada tiga fungsi SIA dalam perusahaan, yaitu
  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan perusahaan, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas¬akitivitas tersebut dan pelaku yang terlibat dalam berbagai aktivitas tersebut, agar pihak manajemen, para pegawai, dan pihak-pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang hal-hal yang terjadi.
  • Data menjaga informasi yan berguna bag pihak manajernen untuk MCMhUat kepuUsan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
  • Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset perusahaan, termasuk data perusahaan untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat, dan andal.
Siklus Dalam Sistem Informasi Akuntansi
Menurut (Romney & Steinbart, 2003), ada 5 siklus sistem informasi akuntansi , yaitu :

a. Siklus pendapatan (Revenue)
Siklus ini mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk fungi.

b. Siklus pengeluaran (Expediture)
Siklus ini mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai.

c. Siklus penggajian sumber daya manusia (payroll)
Siklus ini mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji pegawai. Siklus ini tidak dibahas pada tugas akhir.

d. Siklus produksi
Siklus ini mencakup kegiatan mengubah bahan mentah dan buruh menjadi produk jadi. Siklus produksi ini tidak termasuk harga pokok penjualan.

e. Siklus keuangan
Siklus ini mencakup kegiatan untuk mendapatkan daba dari investor dan kreditor dan membayar mereka kembali.

Kelima siklus di atas memberikan data transaksi pada General Ledger & Reporting Systems (SMUS Pencatatan) untuk pencatatan dan komunikasi informasi. General Ledger & Reporting Systems Systems meliputi semua kegiatan yang berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan dan laporan manajerial lainnya, termasuk transaksi yang tidak rutin dan jurnal penyesuaian yang beragam.

Siklus Akuntansi
Menurut (Romney & Steinbart, 2003), Akuntansi adalah proses dari 3 aktivitas yaitu: mengidenfikasi, mencatat, dan mengkomunikasi kejadian ekonomi dari sebuah organisasi.

Sistem informasi akuntansi tidak lepas dari siklus akuntansi yang meliputi urutan siklus sebagai berikut:
a. Bukti Transaksi
b. Jurnal Transaksi
c. Buku besar atau buku pembantu
d. Trial Balance
e. Jurnal Penyesuaian
f. Posting ke buku besar atau buku pembantu
g. Adjusted Trial Balance
h. Laporan keuangan
i. Jurnal Penutup
j. Post closing trial balance

Chart Of Account
Chart of Account adalah nomor rekening yang menunjukkan lokasi rekening tersebut dalam buku besar. Jumlah dan tipe rekening berbeda-beda untuk tiap perusahaan, tergantuna pada besar, kompleksitas dan tipe bisnis yang dilakukan.

Umumnya rekening akuntansi dibedakan menjadi lima kelompok besar yaitu aset, hutang, modal, pendapatan, dan biaya.

Contoh penulisan pada nomor rekening 111 kas

Aset aktiva lancar aktiva lancar yang ke-1

Jurnal
Menurut (Weygand, Kieso & Kimmel, 1998), jurnal dibuat untuk tiap transaksi menunjukkan saldo debit dan kredit yang mempengaruhi rekening tertentu. Berdasarkan frekuensi terjadinya jurnal dibedakan menjadi 2 yaitu

I. Jurnal Umum
Mencatat transaksi yang tidak rutin seperti membayar pinjaman, penyesuaian di akhir periode, dan jurnal penutup. Jurnal umum ini meliputi

1. Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap pendapatan dan biaya pads periode dimana seharusnya pendapatan didapatnya dan biaya ditanggungkan.

2. Jurnal Koreksi
Jurnal koreksi digunakan untuk mengkoreksi jika terjadi kesalahan dalam penjurnalan

3. Jurnal Penutup
Jurnal penutup digunakan untuk menutup rekening-rekening sementara yang didapatkan dalam suatu periode akuntansi, seperti semua rekening pendapatan, biaya dan pengambilan pribadi oleh pemilik.


II. Jurnal Khusus
Mencatat transaksi yang sering terjadi, jurnal khusus menyederhanakan proses pencatatan transaksi yang terjadi berulang dalam jumlah hesar. Jurnal khusus meliputi

1. Jurnal Penjualan
Jurnal Penjualan digunakan untuk mencatat transaksi Penjualan yang terjadi.

2. Jurnal Pembelian
Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian yang terjadi.

3. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat kas yang masuk

4. Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal pengeluaran kas hanya hanya digunakan untuk keluarnya kas.

System Development Life Cycle (SDLC)
Menurut (Romney & Steinbart, 2003), SDLC membangun suatu sistem informasi akuntansi pang memerlukan beberapa tahapan proses dalam suatu siklus. Ada 5 tahap dalam SDLC, yaitu

1. System Analysis
Pada tahap ini dilakukan survei terhadap system yang sudah ada, rnenemukan permasalahan, menentukan informasi yang dibutuhkan dan mendaftar semua kebutuhan atau permintaan dari sistem.

c. Conceptual design
Pala tahap ini dilakukan identifikasi dan evaluasi alternative desain, dan memilih desain yang sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan serta membangun spesifikasi desain dan mengkomunikasi desain tersebut dengan manajemen perusahaan termasuk pendesaianan data flow diagram dan entity relationship diagram.

d. Physical design
Pada tahap ini dilakukan pendesainan terhadap dokumen input-output, mulai melakukan coding desain menjadi program. membentuk file-file yang diperlukan, prosedur dan membangun control dari sistem yang baru.

e. Implementation and conversion
Pada tahap ini dilakukan pengembangan rencana irnplementasi, menginstall dan men-evaluasi hardware dan software yang diperlukan, melatih pengguna sistem, men-evaluasi sistem, rnelengkapi dokumentasi, rnengubah dari sistem lama menjadi sistem baru, membuat penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk implemetansikan pada sistem baru tersebut.

f. Operation and maintenance
Pala tahap ini dilakukan pengoperasian sistem, sistem secara periodic di-review. Jika muncul permasalahan baru, perlu adakan modifikasi sistem untuk peningkatan kemampuan sistem tersebut. Pada tahap ini tidak termasuk bahan tugas akhir.


Perangkat Lunak

Defenisi Perangkat Lunak

Software (perangkat lunak/piranti lunak) adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data.

Software terbagi menjadi 3 bagian utama antara lain :
Aplication Software (Software Aplikasi)

Program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan pekerjaan.
Operating System (Sistem Operasi)

Program yang diterjemahkan untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan dari sistem komputer.
Language Software (Bahasa Pemograman)

Program yang dirancang untuk menterjemahkan intruksi-intruksi yang ditulis dalam bahasa pemograman ke bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer.

Perancangan Perangkat Lunak Sistem Informasi
Perancangan adalah tahap-tahap atau langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai sesuatu sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan. Perancangan sistem informasi adalah tahap-tahap yang harus dilakukan atau dipersiapkan sebelum memulai membuat suatu sistem informasi.

Dalam perancangan sistem yang baru mempunyai beberapa tahapan yaitu :
  1. Mendefenisikan masalahnya menentukan apa yang perlu dimodifikasi dengan membandingkan dengan sistem yang lama.
  2. Memahami sistem tersebut dan membuat defenisinya
  3. Mencari alternatif yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modofikasi sistem tersebut, pilihan apa saja yang tersedia untuk memperbaiki sistem, beberapa biaya serta apakah sistem tersebut diterapkan
  4. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan sebelumnya.
  5. Terapkan alternatif tersebut
  6. Mengevaluasi dampak dari perubahan yang dibuat terhadap sistem.
Ada beberapa syarat-syarat informasi yang baik yaitu sebagai berikut :
1. Ketersediaan
Informasi harus dapat diperoleh bagi orang yang memerlukannya.

2. Mudah dipahami
Informasi harus mudah dipahami karena informasi yang rumit hanya akan membuat kekurangefektifan keputusan.

3. Relevan
Informasi yang disajikan harus benar-benar relevan dengan permasalahan dan tujuan organisasi.

4. Bermanfaat
Informasi dapat bermanfaat bagi orang yang mengunakannya

5. Tepat Waktu
Informasi harus mendapat tingkat kepercayaan yang tinggi atas inforamasi yang diajukan dan harus up to date

6. Kehandalan
Informasi harus diperoleh dari sumber yang dapat diandalkan kebenarannya

7. Akurat
Informasi harus terhindar dari kesalahan maupun kekeliruan

8. Konsisten
Informasi tidak dapat mengandung kontradiksi didalam penyajiannya.

Data Flow Diagram (DFD)
Data flow diagram atau diagram alir merupakan suatu bagian urutan dari cara kerja atau proses sistem secara garis besar. Dengan diagram alir maka dapat memahami sistem tersebut berjalan.

Dalam data flow diagram dikenal 3 tingkat yaitu :
1. Diagram konteks (Diagram Hubungan Level 0)
Merupakan suatu model yang menggambarkan sistem secara garis besar, termasuk ruang lingkup sistem yang akan dibangun

2. Diagram Nol (Level)
Merupakan data store yang digunakan untuk proses yang tidak dirinci lagi pada level selanjutnya. Pada akhir ini nomor proses ditambahkan tanda * (Asteris Bintang)

3. Diagram Rinci (level 2, level 3)
Diagram ini merupakan rincian dari diagram nol atau diagram level yang diatasnya.

Algoritma
Algoritma adalah Prosedur penyelesaian suatu permasalahan atau persolan yang terdiri dari langkah-langkah penyelesaian masalah yang saling berkaitan.

Ada beberapa cara umum yang digunakan dalam membuat algoritma dari suatu permasalahan antara  lain :
  1. Algoritma pemecahan masalah menurut pengertian algoritma adalah langkah-langkah penyelesaian dari suatu permasalahan. Hal yang terpenting adalah penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah dan metode dan disiplin ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
  2. Algoritma pemecahan masalah menurut bahasa algoritma merupakan input/output, dan proses komputer dalam menyelesaikan pekerjaan.

Basis Data

Defenisi Basis Data

Basis data merupakan tingkat yang paling tinggi dari sistem informasi. Basis data berasal dari kata data dan basis, pengertian data adalah representasi fakta dunia nyata yang memiliki suatu objek seperti manusia, barang dan lain-lainnya yang direkan dalam bentuk huruf, angka, simbol, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Adapun komponen-komponen basis data adalah :
1. Data file
Sekumpulan dari beberapa record yang membentuk suatu kumpulan.

2. Data record
Sekumpulan dari data value yang berhubungan, dengan kata lain record adalah gabungan dari beberapa field untuk semua entity tertentu

3. Data value

Nilai artikel yang disisipkan pada suatu data elemen atau sekumpulan karakter-karakter yang berbentuk suatu nilai data

4. Key dan Fielf
Kunci dari field-field yang lain dengan suatu record

5. Entity
Segala sesuatu yang membentuk enterpise atau unsur-unsur yang membentuk enterpise

6. Enterprise
Suatu organisasi dimana basis data itu sudah ada

7. Atribut
Data field. Data item, data elemen yang sudah ada pada basis data.

Perancangan Basis Data
1. Perancangan Logikal
Merupakan suatu teknik untuk menjelaskan dengan baik struktur informasi basis data dan aturan-aturan sebagai masukan pada proses perancangan basis data.

Syarat-syarat dalam model logikal dalam satu set kriteria untuk mendapatkan model data logikal yang paling optimal yaitu :
a. Kebenaran pada struktur
b. Kemudahan
c. Tidak redudansi
d. Tidak mengandung informasi yang berlebihan
e. Data dipakai bersama

2. Perancangan Konseptual
Merancang model konseptual merupakan tugas basis data administrator yaitu orang yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrol terhadap seluruh sistem. Terdapat dua teknik untuk melakukan perancangan model konseptual yaitu :

Teknik Normalisasi 
Merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji beberapa kondisi. Dan bila ada kesalahan pada saat pengujian tersebut maka relasi dipecahkan belum mendapat basis data yang optimal.
Teknik Entity Relatonship
Merupakan proses model data relationship/hubungan relasi antar file direlasikan dengan hubungan antar kunci relasi yang merupakan kunci utama masing-masing file.


3. Perancangan Fisik
Langkah akhir dalam perancangan basis data adalah perancangan fisik. Dalam perancangan ini ditentukan struktur penyimpanan internal dan organisasi file dari basis data.

Sejarah
PT Solusi Nusantara hadir sejak 2002 melayani kebutuhan masyarakat akan pendidikan bermutu dan berstandar internasional. PT Solusi Nusantara telah bekerja sama dengan banyak institusi pendidikan di medan dan sekitarnya untuk melengkapi generasi produktif dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai untuk bersaing secara global. Didukung oleh para staf yang berdedikasi dan kompeten dibidangnya, PT Solusi Nusantara telah dipercaya bertahun-tahun untuk menangani kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dan pelatihan. Kini selain dibidang pendidikan, PT Solusi Nusantara juga menyediakan layanan Penyediaan Tenaga Kerja, Implementasi Teknologi Komputer, Pembangunan Lab Komputer, Pembangunan Lab Bahasa.

Struktur Organisasi 
Organisasi di dalam suatu perusahaan memiliki peran yang sangat penting, membuat suatu organisasi yang di maksudkan untuk memudahkan manajemen dalam mencapai suatu tujuan..Dengan demikian setiap pegawai akan dapat memahami secara jelas apa tugas dan wewenang serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya untuk mengurangi terjadinya penyimpangan terhadap tujuan perusahaan dan kebijaksanaan yang telah ditentukan oleh perusahaan tersebut. Adapun struktur organisasi PT Solusi Nusantara adalah sebagai berikut :

Organisasi adalah manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan secara efisien dan efektif. Oleh karena itu PT. Solusi Nusantara menetapkan struktur organisasi dalam usahanya, mencapai dan menjalankan perencanaan dan strategi terpadu perusahaan.


Berikut penjelasan tugas dan tanggung jawab dari setiap elemen struktur ogranisasi :
1. Direktur
  • Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya yang tujuannya untuk kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya termasuk didalamnya adalah memikirkan strategi pengembangan usaha.
  • Berhak mewakili perseroan didalam dan diluar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat perseroan dengan pihak lain dan sebaliknya, serta menjalankan segala tindakan, baik yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan.
  • Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direktur serta mewakili perseroan.
  • Dalam menjalankan tugasnya di Bantu oleh Wakil Direktur.
2. Wakil Direktur
a. Membantu Direktur dalam menetapkan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan strategi perusahaan
b. Membuat rencana pelaksanaan rencana kerja perusahaan
c. Bertanggung jawab atas kelancaran operasional kepada Direktur yang meliputi kegiatan teknik, 
   pemasaran, accounting, legalitas dan umum.
3. Manager
a. Membantu Direktur dalam menetapkan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan strategi perusahaan
b. Mengelola pelaksanaan / operasional perusahaan
c. Bertanggung jawab atas kelancaran operasional kepada Direktur / Wakil Direktur yang meliputi 
    kegiatan teknik, pemasaran, accounting, legalitas dan umum.

4. Marketing
a. Merencanakan sistem promosi, beserta pemilihan jalur promosi yang efektif dan efesien.
b. Membantu Wakil Direktur dalam menetapkan sasaran / target pemasaran.
c. Memberikan saran, dan informasi berkenaan dengan aktifitas promosi, kepada bagian pemasaran, 
    guna meningkatkan fasilitas dan pelayanan
d. Menjalin hubungan dengan perusahaan atau organisasi lain, yang dapat dijadikan sebagai partner 
    usaha didalam aktivitas promosi.

5. Akademik
a. Menentukan jadwal bagi setiap instruktur
b. Bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan akademik
c. Memeriksa laporan kelangsungan kegiatan dari class coordinator

6. Class coordinator
a. Memeriksa berkas belajar dari instruktur
b. Membuat laporan kegiatan belajar mengajar kepada akademik
c. Memerika laporan nilai dari setiap instruktur

7. Instuktur
a. Menjalankan tugas mengajar sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh akademik
b. Membuat soal ujian
c. Membuat laporan nilai siswa

8. IT Support
a. Bertanggung jawab atas maintence komputer
b. Pengawasan jaringan komputer
c. Memberikan laporan kegiatan harian kepada manager
9. HRD
a. Melakukan perekrutan tenaga kerja
b. Membuat kontrak kerja bagi setiap pegawai
c. Membuat surat perpanjangan kontrak bagi setiap pegawai
d. Memberikan laporan kinerja pegawai kepada direktur

Ditulis Oleh : Efendi Pakpahan // 6:02 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment