Thursday, August 1, 2013

DIAGNOSIS KARSINOMA NASOFARING

DIAGNOSIS KARSINOMA NASOFARING

Diagnosis dan pengobatan dini memegang peranan penting dalam keberhasilan terapi karsinoma nasofaring. Perlu perhatian pada orang resiko tinggi yaitu usia diatas 40 th yang kita curigai menderita karsinoma nasofaring memerlukan anamnesis yang lengkap dan pemeriksaan THT yang seksama yang sebaiknya diserta pemeriksaan endoskopi, Patologi Anatomi dan CT-scan nasofaring.4
      Gejala dini karsinoma nasofaring adalah gejala yang ditimbulkan oleh tumor primer yang masih terbatas di nasofaring, biasanya besarnya tumor masih tergolong T1 dan gejala yang muncul adalah gejala telinga dan gejala hidung.  Gejala lanjut timbul karena tumor yang semakin meluas, yang biasanya disertai penyebaran melalui saluran getah bening dan terjadi metastasis jauh. 4
Prognosis karsinoma nasofaring menjadi lebih buruk pada keadaan: 5
- stadium yang lebih tinggi
- laki-laki
- usia > 40 tahun
- ras Cina
- adanya pembesaran kelenjar leher

Diagnosis Banding Karsinoma Nasofaring
Karena nasofaring merupakan bagian faring yang sulit dilihat, untungnya banyak manifestasi tak langsung dari karsinoma nasofaringyang bisa digunakan untuk mencurigai adanya lesi pada nasofaring. Bila terjadi obstruksi koana, huruf m akan terdengar seperti huruf b dan n seperti huruf d. Bila pasien mengeluh sengau dan hasil pemeriksaan hidung anterior normal curigailah sebagi kelainan nasofaring. Sehingga beberapa lesi di nasofaring dengan gejala yang hampir mirip bisa dianggap sebagai diagnosis banding,  misalnya :5
1.      angiofibroma nasofaring
2.      Hipertrofi adenoid/ adenoid persisten
3.      Polip nasi /polip antrokoanal
4.      Tumor dekat dasar tengkorak

Penentuan Stadium Karsinoma Nasofaring
Menurut UICC edisi ke V th 1997 dengan klasifikasi TNM Stadium Karsinoma nasofaring ditentukan sbb:4
-          T menggambarkan keadaan tumor primer, besar dan perluasannya.
o   T1        : Tumor terbatas pada nasofaring
o   T2        : Tumor meluas ke orofaring dan atau fosa nasal
T2a      : Tanpa perluasan ke parafaring
T2b      : Dengan perluasan ke parafaring
o   T3        : Invasi ke struktur tulang dan atau sinus paranasal
o   T4        : Tumor meluas ke intrakranial dan atau mengenai saraf otak, fosa 
   infratemporal hipofaring atau orbita
-          N menggambarkan kelenjar limfe regional
o   N0       : Tidak ada pembesaran kelenjar
o   N1       : Terdapat pembesaran kelenjar ipsilateral < 6 cm
o   N2       : Terdapat pembesaran kelenjar bilateral < 6 cm
o   N3       : Terdapat pembesaran kelenjar > 6 cm atau ekstensi ke 
                     supraklavikular.
-          M menggambarkan metastasis jauh
o   M0       : Tak ada metastasis jauh
o   M1       : Terdapat Metastasis jauh
Berdasarkan TNM tersebut diatas, stadium penyakit dapat ditentukan sbb:
- Stadium I        : T1, N0, M0
- Stadium IIA   : T2a, N0, M0
- Stadium IIB    : T1, N1, M0 atau T2a, N1, M0 atau T2b, N0-1, M0
- Stadium III     : T1-2, N2, M0 atau T3, NO-2, M0
- Stadium IVA  : T4, N0-2, M0
- Stadium IVB  : Tiap T, N3, M0
- Stadium IV C : Tiap T, Tiap N, M1

Histopatologi Karsinoma Nasofaring
   Dengan melihat struktur histologis, maka karsinoma nasofaring dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan pembagian WHO, yaitu : 5
WHO 1 : karsinoma sel sel skuamosa, berkeratin di dalam maupun di luar sel.
    sel-sel kanker  berdiferensiasi baik sampai sedang.
WHO 2 : termasuk adalah karsinoma non keratin
   sel- sel kanker  berdiferensiasi baik sampai sedang.
            WHO 3:  karsinoma berdeferensiasi jelek, dengan gambaran sel kanker paling  
                                       heterogen. Karsinoma anaplastik, clear cell carsinoma dan variasi sel
                                       spindel.

          Secara umum KNF WHO-3 memiliki prognosis paling baik dimana angka harapan hidup 5 tahun adalah 60-80%. Sebaliknya KNF WHO-1 memiliki prognosis paling buruk yaitu angka harapan hidup 5 tahun sebesar 20-40%. 

DAFTAR PUSTAKA
1.      Pignon JP,  Bourhis J,  Domenge C. Chemotherapy added to locoregional  treatment for head and neck squamous-cell carcinoma, The Lancet  ,  2000; Vol 355: 949-55
2.      Chao SS. Modalities of surveillance in treated nasopharyngeal cancer; Otolaryngol Head Neck Surg 2003; 129 :61-4
3.      Ballenger JJ. Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher, Binarupa       Aksara, Edisi 13, Staf Ahli Bagian THT RSCM-FKUI, Indonesia 1994 : 839-54
4.      Mulyarjo. Diagnosis dan Penatalaksanaan Karsinoma Nasofaring, Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan III Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok- Kepala     Leher, SMF Ilmu Penyakit THT FK Unair/ RSUD dr. Soetomo, Surabaya  2002: 38-47
5.      Lin HS, Fee WE. Malignant Nasopharygeal Tumors. 2003
6.      Cody DT. Kern EB. Penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorokan; EGC, Jakarta 1993: 371-2

Ditulis Oleh : Unknown // 3:00 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment