Friday, March 3, 2017

Mencegah Terjadinya Infeksi Nosokomial

Menurut Depkes 2010 upaya pencegahan terhadap terjadinya infeksi nosokomial dirumah sakit yaitu untuk menghindarkan terjadinya infeksi selama pasien di rawat di rumah sakit. Adapun bentuk upaya pencegahan yang dilakukan antara lain : 

a. Cuci Tangan 
Cuci tangan adalah cara pencegahan infeksi yang paling penting. Cuci tangan harus selalu dilakukan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Walaupun memakai sarung tangan atau alat pelindung lainnya. Untuk mengetahui kapan sebaiknya perawat melakukan cuci tangan dan bagaimana cara mencuci tangan yang benar, berikut ini akan dijelaskan mengenai tujuan mencuci tangan, dan prosedur standar dari mencuci tangan. 

1. Tujuan 
a) Menekan pertumbuhan bakteri pada tangan 

b) Menurunkan jumlah kuman yang tumbuh dibawah sarung tangan 

2. Indikasi 
a) Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien, seperti mengganti, membalut, kontak dengan pasien selama pemeriksaan harian atau mengerjakan pekerjaan rutin seperti membenahi tempat tidur 

b) Sebelum dan sesudah membuang wadah sputum, secret ataupun darah 

c) Sebelum dan sesudah menangani peralatan pada pasien seperti infus set, kateter, kantung drain urin, tindakan operatif kecil dan peralatan pernafasan. 

d) Sebelum dan sesudah ke kamar mandi 
e) Sebelum dan sesudah makan 
f) Sebelum dan sesudah membuang ingus/membersihkan hidung 
g) Pada saat tangan tampak kotor 
h) Sebelum dan sesudah bertugas di sarana kesehatan 

3. Prosedur Standar 
a) Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir 
b) Taruh sabun dibagian tengah tangan yang telah basah 
c) Buat busa secukupnya 
d) Gosok kedua tangan termasuk kuku dan sela jari selama 10-15 detik 
e) Bilas kembali dengan air sampai bersih 
f) Keringkan tangan dengan handuk atau kertas bersih atau tisu atau handuk katun sekali pakai 
g) Matikan keran dengan kertas atau tissue 
h) Pada cuci tangan aseptic diikuti larangan menyentuh permukaan tidak steril dan penggunaan sarung tangan dan waktu untuk mencuci tangan antara 5-10 menit 


b. Dekontaminasi 
Menurut Depkes 2010 dekontaminasi adalah menghilangkan mikroorganisme patogen dan kotoran dari suatu benda sehingga aman untuk pengelolaan selanjutnya. Agar seorang perawat dapat melakukan proses dekontaminasi dengan benar, maka perawat tersebut haruslah mengetahui tujuan dari dekontaminasi, indikasi dari proses dekontaminasi, dan prosedur standar dari dekontaminasi. 

1. Tujuan Dekontaminasi 

a) Mencegah penyebaran infeksi melalui alat kesehatan atau suatu permukaan benda 

b) Mematikan mikroorganisme, misalnya HIV, HBV, dan kotoran lain yang tidak tampak 

c) Mempersiapkan permukaan alat untuk kontak langsung dengan desinfektan atau bahan sterilisasi 

d) Melindungi petugas dan pasien 

2. Indikasi 
a) Langkah pertama bagi alat kesehatan bekas pakai sebelum dicuci dan proses lebih lanjut 

b) Langkah pertama pada penanganan tumpahan darah/cairan tubuh 

c) Langkah pertama pada dekontaminasi meja/permukaan lain yang mungkin tercemar darah/cairan tubuh lain 

d) Langkah pertama pada sarana kesehatan yang tidak memiliki insenerator yaitu sebelum alat tersebut dikubur dengan cara kapurisasi 

3. Prosedur Standar 
a) Cuci tangan 
b) Pakai sarung tangan, masker, kaca mata/pelindung wajah 
c) Rendam alat kesehatan segera setelah dipakai dalam larutan desinfektan selama 10 menit 
d) Segera bilas dengan air sampai bersih 
e) Lanjutkan dengan pembersihan 
f) Buka sarung tangan, masukkan dalam wadah sementara menunggu dekontaminasi sarung tangan dan proses selanjutnya 
g) Cuci tangan

Ditulis Oleh : Intelektual // 3:17 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment