Wednesday, October 14, 2009

Pengertian Sistem

Pengertian Sistem : Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yang artinya “Kesatuan”, suatu kesatuan yang saling bergantung dan saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan usaha tertentu.
Beberapa ahli berpendapat mengenai sistem diantaranya adalah :
  • Menurut Ir. Fathansyah, (“Sistem Basis Data”, hal 9, 2002,) “Sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu”.
  • Menurut Enslopedia Administrasi, “Sistem merupakan suatu rangakaian prosedur yang merupakan suatu kebutuhan untuk melaksanakan suatu fungsi“.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu untuk mencapai tujuan tertentu.

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yaitu :
1. Komponen-komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu sub sistem.

2. Batas Sistem (Boundary)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem yang harus dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung merupakan media penghubung antara satu sub sistem dengan sub sistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu sub sistem yang lainnya. Keluaran (Output) dari satu sub sistem akan menjadi masukan (Input) untuk sub sistem yang lainnya dengan melalui penghubung.

5. Masukan Sistem (Input)
Masukan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem yang dapat berupa masukan perawatan atau pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).

6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolahan Sistem (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses akan mengubah masukan menjadi keluaran. Contoh sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

8. Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Karakteristik Sistem
Komponen-komponen atau sub sistem merupakan salah satu unsur dari karakteristik sistem. Menurut (Yogianto,”Pengenalan Komputer”, hal 684, 1980) karakteristik dari suatu sistem dapat diterangkan sebagai berikut :
a. Komponen Sistem
Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu sub sistem atau bagian-bagian dari sitem. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut dengan subsistem.

b. Batas Sistem
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

c. Lingkungan Luar Sistem
Yaitu suatu sistem yang terdapat diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem ada yang menguntungkan dan merupakan energi bagi sistem dan ada juga yang merugikan.

d. Masukan
Yaitu elemen yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah elemen yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah elemen yang diproses untuk didapatkan keluaran.

e. Keluaran Sistem
Yaitu hasil dari elemen yang diolah yang diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepala subsistem.

f. Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah akan merubah masukan menjadi keluaran.

g. Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektive) jika tidak maka operasi sistem tidak akan ada gunanya suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan.

SDLC adalah menyusun/membuat sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan/memperbaharui sistem yang telah ada.
Proses pengembangan sistem mempunyai beberapa tahapan mulai dari sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan dan di pelihara. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan Sistem (system planning)
1. Permintaan study sistem
2. Pengamatan awal
3. Study kelayakan
b. Analisa Sistem ( system analysis)
1. Mendefinisikan masalah
2. Memahami sistem yang ada
3. Menentukan kebutuhan pemakai
4. Membuat penyelesaian usulan
c. Desain sistem (system design)
1. Desain input (Input Design)
2. Desain output (Output Design)
3. Desain file (File Design)
d. Implementasi sistem (system Implementation)
1. Membangun sistem
2. Pembuatan program dan operasi –operasi
e. Perawatan (Maintenence)

Informasi
Informasi sangatlah penting dalam kehidupan kita, karena tanpa informasi akan sulit bagi kita untuk hidup. Informasi yang baik akan mudah diterima dan sebaliknya informasi yang jelek akan menyulitkan untuk dimengerti oleh sipenerima.

Pengertian Informasi
Suatu informasi mempunyai pungsi utama yaitu untuk menambah pengetahuan atau untuk mengurangi ketidakpastian pemakaian informasi untuk lebih memahami apa itu informasi, dikutip beberapa pendapat tentang informasi antara lain:
  • Menurut Budi Sotedjo Dharma Oetomo, S.Kom, MM, (“Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi”, Hal 168, 2002), mengatakan bahwa:“ Informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen system tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh setiap orang”.
  •  Menurut Ir. Fathansyah, (“Sistem Basis Data”, hal 9, 2002,) mengemukakan bahwa :“ Informasi adalah data telah diolah menjadi suatu bentuk yang sangat penting bagi sipenerima dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang”.

Sistem Informasi
1 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2 Jenis-Jenis Sistem Informasi
Berdasarkan Departemen perusahaan sistem dibagi atas beberapa jenis :
a. Sistem Informasi Akuntansi
Yaitu kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi.
b. Sistem Informasi Keuangan
Yaitu sistem untuk mendukung manajer keuangan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut persoalan keuangan perusahaan dan pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam perusahaan. Misalnya : ringkasan arus kas, informasi pembayaran.
c. Sistem Informasi Manufaktur
Merupakan sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa. Misalnya : data bahan baku, profil vendor baru dan jadwal produksi.
d. Sistem Informasi Pemasaran
Merupakan sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran yang mendukung keputusan yang berkaitan dengan pemasaran. Misalnya : berupa ringkasan penjualan.
e. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Yaitu sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya : berisi informasi gaji, ringkasan pajak dan tunjangan-tunjangan hingga kinerja perusahaan.

Analisa Sistem
1 Pengertian Analisa Sistem
Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponenya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Perancangan Sistem
Perancangan sistem yaitu bagian daripada analisa sistem, dimana perancangan sistem merupakan langkah ke empat. Sasaran dari perancangan sistem adalah menentukan langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data, menentukan prosedur untuk mendukung operasi sistem.
Menurut Sri Widiatun (“Sistem informasi manajemen“, PT. Pustaka Binaman Resindo (1992).) Tujuan dari perancangan sistem adalah menghasilkan gambaran entity yang nantinya akan dibuat, proses dari yang telah disetujui dan dikembangkan dengan kombinasi institusi dan diagram-diagram bantu yang nantinya akan menjelaskan desain dari sistem tersebut, sehingga akan dapat gambaran secara menyeluruh dari konsep pemahaman sistem.

Perancangan sistem dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu :
1. Desain sistem secara umum (General System Design)
Desain sistem secara umum disebut juga dengan desain konseptual atau desain logika.

2. Desain sistem terinci (Detailed System Design)
Desain sistem terinci disebut juga dengan desain sistem secara fisik atau desain internal.

Alat Bantu Perancangan Sistem
Untuk dapat melakukan langkah-langkah pengembangan sistem sesuai dengan metodologi pengembangan sistem yang terstruktur maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. Alat-alat yang digunakan dalam suatu perancangan sistem umumnya berupa suatu gambaran dalam penelitian.

a. Data Flow Diagram (DFD)
Data flow diagram adalah salah satu tool yang paling penting bagi seorang analis sistem untuk membuat gambaran sistem secara logika. Gambaran ini tidak tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak, struktur data dan organisasi file.
Penggunaan DFD sebagai modelling tools dipopulerkan oleh Tom De Marco (1978) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan metoda analisis sistem tersruktur (structured system analysis method).
Adapun keuntungan dari penggunaaan data flow diagram adalah untuk memudahkan user (pemakai) untuk mengerti tentang sistem yang akan dikerjakan. DFD dapat juga digunakan untuk mempresentasikan suatu sistem yang otomatis maupaun manual dengan melalui gambar yang berbentuk jaringan grafik. Proses data flow diagram dapat berupa program, dapat juga berupa transformasi data secara manual. Penyimpan data merupakan file, elemen dan database atau bagian dari record. Penyimpanan dapat berupa disk, magnetic drum type, magnetic tape dan lain sebagainya. Adapun komponen-komponennya adalah sebagai berikut :
1. External Entity
Entity luar digambarkan dengan simbol persegi biasa. Entity luar merupakan sumber atau tujuan dari aliran data atau ke sistem. Entity luar merupakan lingkungan luar sistem, jadi sistem tidak tahu menahu mengenai apa yang terjadi di entity luar. Entity luar di gambarkan dengan simbol persegi biasa yaitu sebagai berikut :

2. Aliran Data
Menggambarkan aliran data dari suatu proses ke proses lainnya. Adapun simbol aliran data bentuk garisnya boleh bebas yaitu sebagai berikut :

3. Proses
Proses atau fungsi yang mentransformasikan data secara umum digambarkan dengan lingkaran, seperti gambaran berikut :

4. Data Store atau tempat penyimpanan data
Merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan data atau file. Simbol dari data store digambarkan sebagai berikut :

b. Sistem Bagan Alir Program
Sistem flowchart merupakan alat yang banyak digunakan untuk menggambarkan sistem secara fisikal. Simbol-simbol yang digunakan dalam sistem flowchart dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Database
Database adalah kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
Data adalah nilai yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian, hasil dari data adalah informasi.
Mengapa database sangat diperlukan dalam penggunaan komputer, berikut adalah beberapa alasan mengapa database sangat diperlukan :
  • Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
  • Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat waktu, relevan. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
  • Mengurangi duplikasi data
  • Hubungan data dapat ditingkatkan
  • Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar

Suatu database terdiri dari file, record, field data dan characters, berikut adalah jenjang data dari suatu database :

Pengertian dari jenjang data dari database tersebut untuk setiap itemnya adalah sebagai berikut :
1. Characters
Merupakan bagian terkecil, dapat berupa karakter numeric, huruf ataupun karakter-karakter khusus (special characters) yang membentuk suatu item data/field.

2. Field
Merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukan suatu item data/field, seperti misalnya nama, alamat, dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record.
a. Field Name : harus diberi nama untuk membedakan field yang satu dengan yang lain.
b. Field Representation : tipe field (karakter, teks, tanggal, angka, dsb), lebar field (ruang maksimum yang 
    dapat diisi dengan karakter-karakter data).
c. Field Value : isi dari field untuk masing-masing record.

3. Record
kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.

4. File
File terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file mata pelajaran berisi data tentang semua mata pelajaran yang ada.

5. Database
Kumpulan dari file/tabel yang membentuk suatu database.

Perancangan Sistem Database
Menurut Ir Fathansyah, (“Sistem Basis Data”, Informatika Bandung (1999),) tujuan utama perancangan sistem database yaitu memiliki kemampuan menyimpan seluruh data yang berguna dalam database. Untuk tahap desain database secara umum, yang perlu dilakukan oleh analisis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan oleh sistem informasi.

Ditulis Oleh : Efendi Pakpahan // 8:42 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment