Tuesday, July 9, 2013

Menyusun Marketing Plan

Menyusun Marketing Plan
Setelah wirausahawan memahami beberapa konsep pemasaran, maka selanjutnya dapat disusun marketing plan. Plan berarti merencanakan. Esensi planning tidak lain adalah decision making. Eksekutif marketing harus mampu menyusun core strategy (strategi inti) perusahaan untuk tahun yang akan datang.
Manajer pemasaran jangan meniru saja, mengulang kembali strategi tahun yang lalu. Akan tetapi, harus mau memikirkan strategi lain yang mungkin lebih baik. Namun, tidak pula berarti strategi yang lalu harus diganti. Jika memang cocok teruskan, tetapi harus mau memikirkan modifikasi strategi bare agar ada perbandingan sebagai alternatif.
Format Marketing Plan
Format marketing plan tentu tidak sama pada semua  perusahaan, karena kegiatan usahanya berbeda. Akan tetapi, yang penting adalah core strategy-nya, sedangkan format berikut ini adalah sebagai rambu-rambu saja. Marketing plan memuat hal-hal sebagai berikut:
1.      Analisa situasi (S. W.O. T)
2.      Tujuan Pemasaran (Marketing Objectives)
3.      Strategi inti (Core Strategy)
4.      Jadual Pelaksanaan (Action Plan)
5.      Anggaran Pemasaran (Marketing Budget)
6.      Kontrol (Control)
(Alex D. Triana, 1985: 75)
ad. 1.
Wirausaha harus menganalisa keadaan intern dan ekstern perusahaannya. Keadaan intern meliputi gambaran penjualan tahun terakhir Berta analisis jumlah yang diperoleh. Kemudian juga dianalisa,sumber daya manusia dan somber daya lainnya yang ada dalam perusahaan. Mengenai keadaan ekstern perlu diperhatikan keadaan makro yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan. Analisis makro ini meliputi keadaan politik, ekonomi, social, budaya. Analisis intern dan ekstern tersebut dilengkapi lagi dengan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman­ancaman atau kendala yang mempengaruhi kehidupan perusahaan.
ad.2.                       
Tujuan pemasaran perusahaan tentu beraneka ragam sesuai dengan kepentingan perusahaan masing-masing. Sebagai contoh dapat dikemukakan tujuan pemasaran, mempertahankan posisi perusahaan sebagai market leader, atau memperluas penguasaan market share sampai dengan 30%.
Tujuan pemasaran juga bisa menetapkan volume penjualan total sekian Rp Milyar setahun, yang dapat dibagi berdasarkan masing-masing item barang yang diproduksi. Ada perbedaan antara tujuan pemasaran dengan strategi pemasaran. Jika tujuan pemasaran dinyatakan untuk mengem­bangkan produk atau meningkatkan marketing budget, ini adalah merupakan strategi bukan tujuan. Jadi, tujuan adalah hasil akhir yang ingin dicapai. Sedangkan strategi merupakan policy untuk mencapai hasil tersebut.
ad.3.                       
Strategi inti merupakan alternatif strategi yang terpilih dalam decision making. Untuk menghasilkan strategi inti ini dibutuhkan pernikiran mendalam didukung oleh data dan fakta sehingga bisa dirumuskan secara tajam.
Misalnya, menguasai pasar di daerah Sumatera dengan mengutamakan penggunaan price policy tertentu. Strategi inti ini biasanya tidak terlalu panjang, paling banyak cukup satu halaman.

ad.4.                       
Jadual pelaksanaan atau action plan lebih banyak, sebab di sini strategi inti dielaborasi lebih rinci. Jika misalnya strategi inti yang ingin dilaksanakan berupa pengembangan produk, maka harus dijabarkan model, bahan, mutu, kemasan, dan sebagainya.
Action plan harus menjawab beberapa pertanyaan:
*      What, apa tugas yang harus dilakukan?
*      Who, siapa orang yang harus bertugas dan bertanggung jawab?
*      When, kapan pekerjaan harus dilaksanakan dan harus selesai?
*      Where, jika diperlukan di mana percobaan pasar akan dilakukan?
*      How, bagaimana cara melaksanakan tugas tersebut?
Semua kegiatan di atas bertitik tolak dari strategi inti yang telah ditetapkan.


ad.5.          
Di dalam marketing budget dengan jelas harus dinyatakan besar biaya yang diperlukan jenis kegiatan pemasaran untuk berbagai teknik promosi, melakukan riser pemasaran, dan sebagainya.
Jika diperlukan, rincian biaya disusun untuk masing-masing item produksi.
ad.6.          
Untuk semua implementasi marketing plan harus dilakukan pengawasan. Pengawasan dilakukan dengan membaca laporan-laporan tertulis dari pelaksana ataupun basil observasi. Jika terjadi penyimpangan atau kendala dalam pelaksanaan, maka harus segera diambil tindakan perbaikan.

Ditulis Oleh : Efendi Pakpahan // 10:28 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment