Tuesday, July 9, 2013

Kerangka Rencana Usaha

Kerangka Rencana Usaha
Rencana usaha yang akan disusun memuat pokok-pokok pikiran perencanaan yang mencakup antara lain :
a. Nama perusahaan
Nama yang diciptakan untuk sebuah usaha harus dipikirkan baik-baik karena nama perusahaan ini akan berdampak jangka panjang. Oleh sebab itu nama yang diberikan jangan hanya berorientasi kepada faktor-faktor yang sedang hangat pada masa kini akan tetapi lebih mementingkan prospek masa depannya. Misalnya ada orang yang memberi nama perusahaannya “Ganefo” padahal Ganefo ini merupakan kegiatan sesaat yang populer pada waktu itu.

Canon dan Wichert menyatakan ciri-ciri merek yang baik adalah :
(1) Short – pendek
(2) Simple – sederhana
(3) Easy to spell – mudah dieja
(4) Easy to remember – mudah diingat
(5) Pleasing when read – enak dibaca
(6) No. disagreeable sound – tak ada nada sumbang
(7) Does not go out of date – tak ketinggalan zaman
(8) Ada hubungan dengan barang dagangan
(9) Bila diekspor gampang dibaca oleh orang luar negeri
(10) Tidak menyinggung perasaan kelompok/orang lain atau tidak negatif
(11) Membayangkan apa produk itu atau memberi sugesti penggunaan produk tersebut.

Apapun merek yang dipilih, biasanya jika perusahaan itu mengalami kemajuan maka namanya atau mereknya ikut populer juga. Namun persyaratan memberi merek atau nama seperti di atas patut dipertimbangkan.

b. Lokasi
Lokasi perusahaan
Ada dua hal penting menyangkut lokasi yang akan dipilih, yaitu :
1. Lokasi perkantoran, disebut tempat kedudukan
2. Lokasi perusahaan, disebut tempat kediaman

Tempat kedudukan berarti tempat (kantor) badan usaha, biasanya mengelola perusahaan yang berada di tempat lain. Tempat kediaman berarti tempat perusahaan beroperasi. Antara tempat kedudukan dan tempat kediaman ada beberapa perbedaan sebagai berikut :
  1. Tempat yang baik untuk badan usaha belum tentu baik untuk perusahaan.
  2. Memilih tempat badan usaha lebih mudah dari pada memilih tempat perusahaan.
  3. Suatu badan usaha yang mempunyai beberapa perusahaan harus memilih tempat yang berlainan untuk tiap-tiap perusahaan itu, sebab faktor-faktor yang mempengaruhi tiap-tiap perusahaan itu tidak sama (ada pertimbangan yang berbeda).
  4. Pemilihan tempat kediaman perusahaan banyak tergantung pada rentabilitas yang diharapkan, seperti keuntungan yang ditimbulkan oleh proses produksi, murahnya bahan baku, transport tenaga kerja, dan sebagainya. Sedangkan tempat kedudukan badan usah mementingkan segi hukumnya. Contohnya tempat kedudukan badan usaha ada di Jakarta dan tempat kediaman perusahaannya ada di daerah Sukabumi, Bandung, dan Cianjur.
c.Lokasi pertokoan
Untuk memilih lokasi pertokoan harus diingat bahwa konsumen umumnya tertarik untuk belanja ke toko atau ke lokasi yang mempunyai banyak jenis dan persediaan barang dagangan dan memiliki reputasi sebagai lokasi yang memiliki barang bermutu dengan harga bersaing. Letak toko akan terakumulasi pada daerah terminal bis, pusat perbelanjaan di sekitar alun-alun. Apabila di buka pusat perbelanjaan di daerah baru, kemudian akan banyak muncul toko-toko pelengkap lainnya, maka main lama daerah tersebut akan semakin ramai dan menjelma menjadi lokasi pertokoan yang strategis.

d. Lokasi pabrik/industri
Untuk menetapkan lokasi pabrik yang perlu diperhatikan ialah :
· Dekat dengan sumber material
· Dekat dengan pasar
· Mudah mendapat tenaga kerja
· Mudah fasilitas transportasi
· Mudah memperoleh bahan bakar
· Mudah memperoleh air dan
· Sikap pemerintah setempat serta masyarakatnya

Pertimbangan mana yang penting bagi suatu industri tidaklah sama karena bagi satu industri mungkin yang paling penting ialah sumber bahan baku dan bagi yang lainnya fasilitas transpor. Lokasi yang baik ialah yang mempertimbangkan faktor-faktor di atas secara seimbang.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada 2 hal utama yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi yaitu :

1. Backward linkage
2. Forward linkage
Backward linkage berarti pertalian ke belakang yaitu bagaimana sumber daya (resources) yang akan digunakan. Ini termasuk bahan baku. Tenaga kerja, suasana dan kondisi masyarakat setempat.
Forward linkage berarti pertalian ke depan, yaitu daerah pemasaran hasil produksi. Apakah tersedia konsumen yang cukup untuk menyerap hasil produksi
Komoditi yang akan diusahakan
Mengenai komoditi yang akan diusahakan banyak tergantung kepada pemilik usaha. Pemilik tertarik dengan suatu komoditi karena dia memperoleh informasi dari lingkungannya atau dia mempunyai pengalaman dengan komoditi tersebut satu dia mempunyai relasi khusus untuk mengusahakan komoditi tersebut. Misalnya seorang penulis akan menerbitkan bukunya dan menemui kesulitan mencari penerbit yang bersedia menerbitkan bukunya. Lalu penulis tersebut membuka usaha penerbitan dan percetakan sendiri. Atau pemilik perusahaan mempunyai selera khusus tentang makanan, lalu dia membuka restoran.

Jadi kesempatan untuk memilih komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
  • Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha tertentu, baik berupa barang-barang ataupun jasa.
  • Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barang-barang atau jasa tertentu.
  • Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang ingin kita kerjakan.
  • Adanya kemampuan yang meyakinkan untuk bersaing usaha dengan orang lain dalam mengembangkan suatu bidang usaha yang sama.
5. Konsumen yang dituju
Dalam hal ini perlu dianalisa calon-calon konsumen yang diharapkan. Apakah konsumen bertempat tinggal di lingkungan usaha? Ataukah perusahaan akan menjangkau konsumen yang lebih jauh.

Prospek konsumen ini didasarkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. Jika jenis usahanya berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang akan dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan.

Usaha bentuk pertokoan sangat mengandalkan konsumen dari lingkungan toko tersebut. Namun demikian kita perlu menganalisa total permintaan yang dapat diharapkan.

Mengenai jumlah total permintaan yang dimaksud bukanlah suatu jumlah permintaan yang bersifat permanen tetapi perlu dipertimbangkan kondisi-kondisi tertentu. Misalnya usaha transportasi, dalam menghitung total permintaan harus mempertimbangkan masa-masa libur untuk meramalkan jumlah permintaannya.


Pasar yang akan dimasuki

Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar akan menempatkan perusahaan sebagai pemimpin pasar, penantang pasar, pengikut pasar, atau perelung pasar. Pemimpin pasar memiliki pangsa pasar terbesar dalam produk sejenis. Perusahaan ini dapat mengendalikan harga, membuat produk baru, menggunakan promosi secara gencar dan sebagainya. Namun pemimpin pasar ini tidak boleh lengah dari ancaman-ancaman perusahaan lain. Dia harus tetap berjaga-jaga untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Penantang pasar adalah perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pemimpin pasar, dan dia selalu berusaha untuk mengejar bahkan melampaui pemimpin pasar. Para penantang ini berambisi besar menggunakan sumber daya secara lebih baik. Segala macam taktik akan digunakan untuk mengatasi pemimpin pasar misalnya dengan perang harga, layanan yang lebih memuaskan dan sebagainya.

Pengikut pasar sangat mengetahui cara-cara untuk mempertahankan langganan yang sudah ada dan selalu mencari pelanggan baru. Mereka mencoba untuk menonjolkan keunggulan produk dan memberikan servis yang istimewa kepada pelanggannya. Pengikut pasar merupakan sasaran serangan balik dari kelompok penantang pasar. Jadi, pengikut pasar harus berhati-hati dalam menjaga mutu produk dan layanan yang diberikan kepada pelanggannya.

Perelung pasar ini berasal dari pengikut pasar yang berusaha untuk menjadi pemimpin di pasar kecil atau memasuki relung pasar. Umumnya perusahaan kecil menghindari persaingan melawan perusahaan besar dan mereka melarikan diri untuk memasuki relung pasar. Akan tetapi ada pula strategi perusahaan besar membuka unit-unit usaha kecil yang ditujukan untuk melayani relung para. Strategi ini sangat mengancam kelangsungan hidup dari perusahaan yang murni sebagai perelung pasar. Sebagai contoh usaha perelung pasar misalnya pada dunia perbengkelan yang sudah banyak dibuka di segala penjuru. Kemudian seorang wirausaha mempunyai ide membuka bengkel berjalan. Dengan menggunakan Mobil satu truk khusus bengkel berjalan ini memberikan service khusus kepada pelanggan-pelanggan yang ada di kompleks perkantoran ataupun di rumah-rumah tinggal. Mereka mengadakan kontak melalui telepon atau melalui kepala kantor untuk menjalin hubungan dengan para pemilik mobil. Bengkel berjalan ini memberikan layanan perbaikan mobil ataupun ganti oli.



7. Partner yang akan diajak kerjasama

Definisi partnership ialah an association of two or more persons to carry on as co-owners of a business for profit (Musselman dan Hughes), Artinya, partnership ialah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan. Walaupun persekutuan ini banyak dilakukan dalam biang usaha yang mencari laba, tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak untuk mencari laba. Bentuk partnership dapat mengatasi beberapa kelemahan yang terdapat pada bentuk usaha perorangan.

Ada dua macam partnership yaitu :

1. General partnership; dan

2. Limited partnership

Bentuk gerak partnership semua anggota ikut secara aktif mengoperasikan bisnis sama-sama bertanggung jawab, termasuk tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap utang-utang bisnis.

Bentuk limited partnership, memiliki anggota sekurang-kurangnya satu orang yang bertanggung jawab tidak terbatas dan anggota lainnya bertanggung jawab terbatas. Jumlah anggota yang mempunyai tanggung jawab terbatas tidak dibatasi jumlahnya. Anggota yang memiliki tanggung jawab terbatas (limited partner) tidak memiliki suara dalam mengoperasikan perusahaan sehari-hari, tetapi berhak atas laba yang pembagiannya ditetapkan berdasarkan bersama. Dalam peraturan mereka tidak dibenarkan menarik modal penyertaannya, kecuali dalam keadaan tertentu. Jika tidak dijelaskan pembagian anggota dalam bentuk ini, maka semua anggota dianggap sebagai general partner, dan mempunyai tanggungjawab tidak terbatas.



Macam-macam bentuk Partnership

Dalam peraturan dinyatakan bahwa ada berbagai bentuk partner, misalnya ada anggota yang aktif menjalankan bisnis, tetapi dia tidak mau identitasnya diketahui oleh umum, ini disebut secret partner. Ada pula partner cukup dikenal oleh umum, tetapi dia tidak turut aktif menjalankan bisnis, ini disebut silent partner. Ada pula partner yang tidak aktif, dan juga tidak dikenal umum, ini disebut dormant partner (dormant = tidur)

Ada lagi nominal partner, yaitu bukan pemilik tetapi menyatakan dirinya sebagai pemilik kepada umum, tentu atas persetujuan pemilik yang sah. Dan semua tindakannya menjadi tanggung jawab pemilik bisnis.

General partner yang sudah lama bekerja dalam bisnis tersebut dinamakan senior partner dan anggota yang baru bekerja dalam bisnis tersebut dinamakan yunior partner.

Jika sudah ada kesepakatan dalam membentuk partnership maka harus dibuat persetujuan bersama dan disepakati bersama baik di depan notaris ataupun tidak, agar segala sesuatunya diatur secara tertulis. Sebab banyak kemungkinan yang bisa terjadi setelah usaha berjalan lancar ataupun tidak lancar yaitu timbulnya berbagai masalah yang membuat kericuhan yang belum diatur sebelumnya.

Pada umumnya hal-hal yang dimuat dalam persetujuan itu ialah menyangkut :

· Nama-nama partner

· Jumlah penyertaan modal

· Masa mulai dan masa berakhirnya persetujuan

· Gaji dan honor

· Pembagian laba atau kerugian

· Prosedur menambah partner

· Prosedur memberhentikan partner

· Penambahan karyawan

· Tanggung jawab dan otoritas

8. Personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan

Memilih personil yang dipercaya memang agak sulit, sebab ini menyangkut masalah karakter, kejujuran, dan kemampuan seseorang. Adakalanya sulit mencari orang jujur. Padahal kejujuran ini adalah modal kehidupan yang utama.

Kadang-kadang melihat penampilan seseorang kita berkesimpulan dia jujur, tetapi di balik itu terselubung pribadi jahat yang bisa menghancurkan bisnis. Nah, dalam hal ini perlu pengamatan. Pengawasan dilakukan terus menerus, baik secara diam-diam maupun secara terbuka. Jangan biarkan orang-orang kepercayaan anda bekerja bebas 100%, tetapi awasi dia, pantau tindak tanduknya, melalui catatan-catatan tertulis, informasi, ataupun rumor-rumor yang berkembang di antara karyawan lain.

Hendaknya pemantauan yang anda lakukan tidak menimbulkan syak wasangka, kecurigaan dari personil yang dipantau, sehingga keharmonisan kerjasama tetap terpelihara sebagai suatu kekerabatan. Jika ditemukan ada penyelewengan, ketidakberesan, maka segeralah ambil tindakan sebijaksana mungkin yang tidak akan menimbulkan permusuhan dan kerusuhan.

Terutama dilakukan terhadap orang kepercayaan yang masih ada hubungan famili, adik ipar, kakak ipar, keponakan, dan sebagainya. Seringkali famili dekat ini merongrong jalannya bisnis. Jadi, harus dipertimbangkan apakah tidak ada orang lain, selain famili dekat tersebut. Apakah sudah terjamin bahwa famili dekat tersebut memang orang yang bisa dipercaya dan dapat diandalkan?

Banyak pengalaman wirausaha mengalami kegagalan karena mengandalkan famili dekat sebagai tangan kanan pemilik. Barangkali perlu dipertimbangkan jika famili dekat akan ikut dalam wirausaha, maka tempatkan di pada posisi yang tidak ada kesempatan untuk merongrong bisnis. Bahkan anak-anak dari pemilik pun harus selektif bila mau menempatkan mereka dalam kegiatan bisnis orang tuanya. Sebab tidak semua anak-anak sama perangainya. Lain orang, lain perilakunya.

9. Jumlah modal yang tersedia

Pada umumnya modal yang tersedia untuk membuka usaha sangat minim atau malah nihil. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. Akan tetapi banyak diantara wirausahawan mampu mengumpulkan modal dari tabungan, menjual harta, atau pinjaman dari orang tua dan famili lainnya. Jika modalnya sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner, yang masing-masing-masing menyetorkan modalnya. Semua sumber dan kemampuan pengumpulan modal ini harus ditulis. Modal awal ini harus tetap dicari sampai memenuhi/mencukupi untuk menggerakkan langkah pertama wirausaha.

Setelah usaha berjalan, kejujuran selalu tetap dipertahankan, reputasi semakin baik, maka hubungan akan terjalin baik dengan relasi. Relasi inilah yang biasanya sangat dominan menunjang perkembangan suatu wirausaha. Para relasi dapat membantu bahan, barang yang dibutuhkan, bahkan uang kontan pun dapat dipinjamkannya. Juga teman-teman lain yang sudah cukup percaya akan menawarkan pinjaman modal dengan bunga rendah. Inilah sumber-sumber modal, yang dapat diharapkan setelah usaha berjalan. Kemudian harus menjalin hubungan dengan bank. Suatu perusahaan yang sudah berjalan baik dan ingin maju, syarat mutlak ia harus berhubungan dengan bank. Melalui bank kita bisa memperoleh modal yang dibutuhkan dan dapat menyimpan uang sementara sebelum digunakan.


10. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan

Peralatan yang perlu disediakan, adalah sesuai dengan kepentingan usaha. Peralatan usaha pertokoan, akan berbeda dengan usaha kerajinan dan industri. Untuk pertama kali membuka usaha, pikirkan peralatan yang sangat diperlukan. Di luar itu, jangan dibeli, sebab akan mengganggu uang kas.

Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan peralatan :

1. Ekonomis

2. Prestise

Wirausaha yang ekonomis sangat memperhatikan efisiensi dalam membeli peralatan. Dia akan membeli peralatan yang sangat diperlukan, rak-rak, meja, mesin hitung. Dia bisa cari peralatan itu di pasar barang bekas, ini sangat ekonomis. Dia merasa belum perlu membeli cash register, cukup pakai mesin hitung yang murah saja. Nanti jika usaha sudah maju, baru beli yang serba mahal dan mewah, baru boleh menonjolkan prestise.

Wirausaha yang prestisius, akan selalu membeli peralatan terlengkap dan baru serta mahal. Ini pun tidak salah, asal sifat prestisius ini sesuai dengan rencana usaha yang akan dikembangkan seta konsumen yang akan dilayani serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Misalnya wirausaha ini dibuka di lokasi pemukiman elit, harus terjamin kebersihan, dan keasriannya. Untuk itu perlu dipasang AC, fan dan sebagainya. Jadi kebutuhan akan peralatan sesuai dengan lingkungan konsumen yang akan dilayani, dan kemampuan keuangan yang tersedia.


11. Penyebaran promosi

Sebagai suatu usaha baru, tentu belum dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu harus direncanakan apakah usaha ini diperkenalkan/dipromosikan atau tidak. Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi, tempat/media mempromosikan, keunggulan apa yang akan ditunjukkan, apakah akan menonjolkan harga murah, kualitas prima, lokasi strategis dan sebagainya.

Elemen-elemen promosi

Elemen-elemen promosi yang biasa digunakan antara lain:

  1. Advertising, yaitu berupa iklan di berbagai media
  2. Personal selling, merupakan tenaga penjual yang disiapkan baik di toko (pramuniaga) ataupun yang berkunjung ke rumah-rumah (salesman).
  3. Sales promotion, yaitu berupa daya tarik bagi konsumen dalam bentuk korting, obral, hadiah, undian-undian kupon dan sebagainya.
  4. Public relation, artinya memberi informasi kepada masyarakat tentang perusahaan, baik menyangkut produk manajemen dan sebagainya, yang membuat masyarakat memiliki image (citra) baik terhadap perusahaan.

Bentuk-bentuk advertising yang sering digunakan antara lain :

  1. Papan reklame, didirikan di pinggir jalan di tempat strategis sehingga jelas dipandang. Papan reklame ini dimanfaatkan pula sebagai sarana hiasan kota dengan menggunakan warna warni lampu penerangan. Dapat dipasang rendah ataupun dipasang tinggi di atas gedung bertingkat.
  2. Poster, yaitu berupa tulisan singkat tentang apa yang dipromosikan di atas kertas atau kain. Gambarnya agar mencolok.
  3. Katalog, ini juga dibuat di atas kertas dengan desain menarik, berisi keterangan dengan gambar disertai foto dan daftar harga barang yang ditawarkan.
  4. Folder, ini dibuat dalam bentuk kertas yang dilipat-lipat sehingga menarik, kecil mungil, dihiasi tulisan, gambar, dan foto.
  5. Spanduk, ini pada umumnya dibuat dari kain yang ditulis, kadang-kadang diberi gambar. Dipasang atau direntang di jalan-jalan ataupun di depan gedung/bangunan tertentu.
  6. Slide, ini merupakan bahan yang diproyeksikan di dalam bioskop sehingga menjadi bahan iklan yang ditayangkan sebelum pemutaran film.
  7. Iklan, adalah sejenis reklame yang dipasang pada media cetak seperti surat kabar, majalah atau media electronic seperti televisi dan radio.
  8. Papan nama perusahaan, biasa dipasang di tempat usaha, agar masyarakat mengetahui kegiatan apa yang sedang berjalan di tempat tersebut. Rasa ingin tahu mereka akan menjadi daya tarik tersendiri terhadap perusahaan.


Bagi sebuah wirausaha kecil ataupun menengah yang baru berdiri dan merasa perlu mengadakan promosi sederhana, biasanya dilakukan dengan cara :

1. Memasang papan nama perusahaan

2. Memasang spanduk yang menyatakan: “Sudah dibuka usaha…” dan menonjolkan keunggulan-
    keunggulan  produknya.

3. Menyebarkan brosur-brosur, selebaran, sebagai pemberitahuan keberadaan wirausaha baru tersebut

Cara menyebarkan brosur bermacam-macam, antara lain melalui orang yang diberi honor membagikan brosur ke sopir di perempatan jalan, dan ke rumah-rumah di sekitar lokasi perusahaan, kantor-kantor, atau ke jemaah masjid.

4. Memberitahukan kawan-kawan, relasi tentang usaha yang baru dibuka dan mengundang mereka untuk
    datang berkunjung.

5. Menyebarkan kartu nama yang memuat informasi tentang bisnis anda.

Dengan promosi secara sederhana tersebut, akan menarik konsumen datang ke lokasi usaha anda. Jika mereka merasa puas, terpenuhi needs dan wants-nya, maka lain kali mereka akan datang kembali. Juga mereka akan menyebarkan informasi kepada relasi agar mereka mencoba produk usaha tersebut. Lam kelamaan wirausaha anda akan semakin maju.


12. Strategi harga yang akan digunakan

Perlu direncanakan strategi harga yang bagaimana yang akan digunakan.

Policy harga buat suatu perusahaan tidak harga termudah saja, tapi juga ada harga tertinggi. Umumnya bagi perusahaan baru dipasang harga perkenalan.

Price yang umum digunakan ialah :

a. Skimming price, yaitu memasang harga setinggi mungkin dengan alasan :

· Demand bersifat in elastis pada waktu barangnya dipasarkan.

· Pasaran ditujukan kepada konsumen-konsumen yang kaya

· Bertujuan untuk. mengembalikan modal yang telah tertanam dalam waktu singkat

· Tidak dikhawatirkan masuknya pesaing baru.

b. Penetration price, ini kebalikan dari skimming price yaitu memasang harga yang rendah pada permulaan
    pemasaran kemudian dinaikkan bertahap.

Alasan-alasan policy ini ialah :

· Diperkirakan demand bersih elastis

· volume produksi yang besar, biaya-biaya akan dapat ditekan

· Takut masuknya calon-calon pesaing


c. Competitors price atau price leader

Penetapan harga ini, mengikuti harga yang berlaku di pasar

d. Margin pricing

Price policy ini, ditetapkan berdasarkan perkiraan, asal sudah ada untung, barang dijual yang penting tidak rugi.

e. Price lining
Artinya, membuat kelompok barang yang harganya sama. Konsumen boleh pilih barang yang disenangi. Misalnya ada bermacam-macam kaos, harga @ Rp 10.000,- atau macam-macam sandal harga @ Rp 20.000,-

f. Discount house, disini harganya jauh lebih murah dari toko-toko lain.

Lokasi toko ini tidak boleh berdekatan dengan toko-toko umum yang sudah ada di lokasi tertentu.

g. Judgement price
Artinya harga barang ditetapkan berdasar keistimewaan barang. Misalnya ada barang, nampaknya bagus. Barang ini diberi label harga yang lebih mahal dari harga sebenarnya. Justru dengan harga lebih mahal ini barang tersebut cepat laku.

h. Customary price

Harga barang ini sudah melekat di hati konsumen. Bila harga produksi meningkat karena naiknya harga bahan baku, produsen tidak menaikkan harga jual.

Apakah usaha produsen untuk mengatasi masalah ini? Bila harga bahan baku melonjak, maka produsen dapat melakukan kebijaksanaan, tidak merubah harga jual dengan cara :
1) Mengurangi jumlah isi, mengurangi berat timbangan, mengurangi panjang dan sebagainya, harga jual tidak 
    berubah.
2) Menurunkan kualitas barang misalnya dikurangi pemakaian gula, coklat dan sebagainya.

i. Odd price
Price policy ini biasanya memasang harga seperti Rp 2.990,- untuk harga yang seharusnya Rp 3.000,-. Dengan harga tersebut secara psikologis konsumen merasa memperoleh untung besar, membayar Rp 2.990,- dari pada membayar Rp 3.000,-

j. Even price
Yaitu urutan-urutan harga yang disesuaikan dengan nilai pecahan uang seperti Rp 500,- Rp 1.000,-, Rp 5.000,-, Rp 10.000,-, Rp 20.000,-, Rp 50.000,-

Bagi wirausaha baru, yang baru membuka usahanya, biasanya diberlakukan harga perkenalan dengan harga murah. Tujuannya ialah untuk menarik simpati para konsumen.

Ditulis Oleh : Unknown // 5:27 AM
Kategori:

3 komentar:

  1. keren banget ya bu info terkait Kerangka Rencana Usaha Celotehpraja.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku referensi : Kewirausahaan (Prof. Dr. H. Buchari Alma)

      Delete
  2. polos dan sederhana, mr pedro adalah orang yang paling baik dan petugas pinjaman terbaik di layanannya. kami memiliki jalan yang sangat bergelombang selama seluruh proses renovasi bisnis kami, karena keadaan kehabisan dana. mr pedro tetap di atas semua pihak untuk memastikan semuanya tetap pada jalurnya untuk memenuhi tenggat waktu yang ketat untuk menutup pinjaman kami. kami menghargai semua yang dia lakukan untuk kami dan kami sangat merekomendasikan dia dan perusahaan pinjamannya kepada siapa pun yang ingin mendapatkan pembiayaan. terima kasih kembali pak pedro. hubungi mr pedro jerome di: pedroloanss@gmail.com juga di whatsapp: +1-8632310632.

    ReplyDelete